Pemuda yang Tembak Mantan Pacar dengan Senapan Angin Sudah Rencanakan Aksinya

Kompas.com - 12/08/2019, 15:40 WIB
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Ady Wibowo kepada awak media di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Senin (12/8/2019). DEAN PAHREVI/KOMPAS.comKapolres Metro Jakarta Timur Kombes Ady Wibowo kepada awak media di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Senin (12/8/2019).
Penulis Dean Pahrevi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Ady Wibowo mengatakan, Eki Yunianto (27) memang sudah niat melukai Ramli (23) dan kekasihnya yang juga mantan pacarnya Eki bernama Widya (22) menggunakan senapan angin.

Bahkan Eki sudah menyusun rencana yang matang untuk bisa menembak Ramli dengan senapan angin.

"Kejadian memang sudah disengaja untuk dibawa (senapan angin). Memang direncanakan untuk menembak korban," kata Ady saat ditemui di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Senin (12/8/2019).

Ady menambahkan, sebelum melakukan aksinya, Eki sudah meletakkan senapan angin di sekitar TKP yakni di sekitar kawasan Banjir Kanal Timur (BKT), Duren Sawit, Jakarta Timur.

Baca juga: Ini Kronologi Seorang Pemuda Tembak Mantan dan Pacar Barunya

Kemudian Eki menjemput Widya di tempat kerjanya dan membawanya ke TKP. Eki pun menghubungi Ramli melalui handphone Widya untuk menemuinya di TKP.

"Melalui handphone korban, dia menelfon pacar daripada wanita ini kemudian di situ terjadi cekcok, kemudian dilakukan penembakan kepada korban 1 dan korban 2. Pelaku dua kali menembak, satu kepada yang laki-laki dan kepada perempuan," ujar Ady.

Adapun, Eki nekat melukai Widya dan Ramli karena cemburu mantan pacarnya itu berpacaran dengan Ramli. Selain itu, Eki juga emosi karena gagal bertunangan dengan Widya. Eki semakin sakit hati karena setelah putus, Widya justru memiliki pacar baru bernama Ramli.

Baca juga: Cemburu, Seorang Pria Tembak Mantan Pacar Pakai Senapan Angin

"(Tembakan) kepada perempuan mengenai bagian perut. Yang laki-laki kena bagian kaki ditambah lagi luka di bagian kepala benturan dari batu yang dilakukan pelaku," ujar Ady.

Usai melakukan aksinya, Eki diamankan warga sekitar dan dibawa ke Mapolsek Duren Sawit. Atas perbuatannya, Eki dikenakan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman penjara tujuh tahun.

Sementara, kedua korban saat ini tengah jalani perawatan luka tembak senapan angin di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Begini Cara MRT Jakarta Relokasi Pohon di Monas dan Thamrin yang Terkena Proyek

Begini Cara MRT Jakarta Relokasi Pohon di Monas dan Thamrin yang Terkena Proyek

Megapolitan
Gumpalan Minyak di Perairan Pulau Pari Diduga Berasal dari Kapal yang Melintas

Gumpalan Minyak di Perairan Pulau Pari Diduga Berasal dari Kapal yang Melintas

Megapolitan
Dirut Sebut Pengerjaan MRT Fase 2A Bagian dari Pemulihan Ekonomi

Dirut Sebut Pengerjaan MRT Fase 2A Bagian dari Pemulihan Ekonomi

Megapolitan
Perairan Pulau Pari Dibersihkan dari Limbah Gumpalan Minyak, Terkumpul 380 Karung

Perairan Pulau Pari Dibersihkan dari Limbah Gumpalan Minyak, Terkumpul 380 Karung

Megapolitan
Dituduh Culik Anak hingga Fotonya Disebar, Pria di Bogor Lapor Polisi

Dituduh Culik Anak hingga Fotonya Disebar, Pria di Bogor Lapor Polisi

Megapolitan
40 Truk Keliling Tangerang Semprot Disinfektan, Wakil Walkot Sebut untuk Ingatkan Pandemi Belum Usai

40 Truk Keliling Tangerang Semprot Disinfektan, Wakil Walkot Sebut untuk Ingatkan Pandemi Belum Usai

Megapolitan
UPDATE 10 Agustus: 17 RW di 15 Kelurahan Kota Bekasi Masuk Zona Merah

UPDATE 10 Agustus: 17 RW di 15 Kelurahan Kota Bekasi Masuk Zona Merah

Megapolitan
UPDATE 11 Agustus: Bertambah 10, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 647

UPDATE 11 Agustus: Bertambah 10, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 647

Megapolitan
Dituding Lecehkan Anak-anak secara Seksual, Pria di Citayam Nyaris Diamuk Warga

Dituding Lecehkan Anak-anak secara Seksual, Pria di Citayam Nyaris Diamuk Warga

Megapolitan
Perairan Pulau Pari Tercemar Gumpalan Minyak Berwarna Hitam

Perairan Pulau Pari Tercemar Gumpalan Minyak Berwarna Hitam

Megapolitan
Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Kembali Bertambah

Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Kembali Bertambah

Megapolitan
Hujan Deras dan Saluran Air Tersumbat, Kawasan Lenteng Agung Sempat Terendam

Hujan Deras dan Saluran Air Tersumbat, Kawasan Lenteng Agung Sempat Terendam

Megapolitan
Setelah Anji, Polisi Panggil Hadi Pranoto Terkait Video Temuan Obat Covid-19

Setelah Anji, Polisi Panggil Hadi Pranoto Terkait Video Temuan Obat Covid-19

Megapolitan
Tak Ada Dana, Insentif Tukang Gali Kubur dan Sopir Ambulans Khusus Covid-19 di Jakarta Tertunda

Tak Ada Dana, Insentif Tukang Gali Kubur dan Sopir Ambulans Khusus Covid-19 di Jakarta Tertunda

Megapolitan
Sejumlah Warga Mengamuk Saat Razia Masker, Banting Dompet hingga Minta Dipenjara

Sejumlah Warga Mengamuk Saat Razia Masker, Banting Dompet hingga Minta Dipenjara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X