Jatuh Bangun Hardiyanto Kenneth, Minoritas yang Dapat Kepercayaan Jadi Anggota Baru DPRD DKI

Kompas.com - 18/08/2019, 06:00 WIB
Anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 dari Fraksi PDI-P Hardiyanto Kenneth. Dok. Hardiyanto KennethAnggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 dari Fraksi PDI-P Hardiyanto Kenneth.
|

Keinginan ini timbul karena mengingat banyaknya tangan-tangan baik yang telah mengantarkannya sampai seperti sekarang saat ini.

"Karena kalau dipikir belakang memang saya ini bukan anak orang kaya. Tapi saya bisa ada sampai hari ini pun karena banyak orang nolong saya. Jadi apa pun yang sudah saya terima saya harus sukuri. Sekarang bagaimana caranya saya mau bantu mereka–mereka rakyat biasa," kata dia lugas.

Dia pun membulatkan tekat untuk melepas kenyamanan sebagai pengacara dan melenggang ke dunia politik.

"Karena kalau mau nolong rakyat, kita enggak akan bisa kalau masih jadi pengusaha. Jadi pejabat satu satunya jalan karena kita bisa bantu pakai uang negara," jelas dia.

Dipandang sebelah mata...

Pada 2010, Hardiyanto resmi menjadi kader Partai Gerindra. Dia kemudian maju sebagai caleg DPRD DKI Jakarta pada Pileg 2014 mewakili daerah pemilihan Jakarta Barat (Dapil X).

Namun nasib belum berpihak pada dia.

Kegagalan harus diterima karena hanya meraup suara sekitar 11.000. Namun dia tidak berkecil hati. Keinginan kembali mencalonkan diri pun tidak padam dan bertekad akan bertarung lagi di pileg berikutnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di tengah jalan, dia merasa tidak memiliki kesamaan visi dan misi lagi dengan Partai Gerindra.

"Saya ini orangnya berwarna, bukan abu–abu. Saya putih ya putih. Hitam ya hitam. Kalau enggak suka ya bilang enggak suka dan sebaliknya,” kata dia sambil terlihat antusias.

Singkat cerita, dia pun keluar dari Gerindra dan masuk ke PDI-P.

Baca juga: Sampai Ratusan Juta, Berapa Penghasilan Anggota DPRD DKI Jakarta?

Namun berita miring mulai menyelimuti kiprah Hardiyanto di partai besutan Megawati Soekarnoputri itu. Dianggap orang baru, tidak punya kenalan, tidak ada "bekingan", dan belum punya power di dalam partai merupakan bentuk keraguan yang orang sematkan padanya.

"Saya ini bukan keturunan darah biru. Jadi saya enggak kenal siapa–siapa,” kata dia.

Namun dia tidak berkecil hati. Kinerjanya selama di partai pun dibuktikan sehingga partai mau mencalonkan dirinya maju di Pileg 2019.

"Saya merasa ini Tuhan buka jalan buat saya. Kalau dibilang hebat saya sebenarnya enggak hebat-hebat banget. Mungkin PDI-P lihat saya orangnya semangat, postif thinking , mau berjuang," ucap dia.

Masalah lain pun kembali muncul. Statusnya sebagai keturunan Tionghoa membuatnya  sempat jadi keraguan warga untuk memilihnya di dapil X, Jakarta Barat. Bahkan beberapa warga sempat menyebut dia kafir dan tidak pantas memimpin.

"Saya jadi kafir itu saya enggak bisa milih. Kalau Tuhan kasih saya pilihan lahir sebagai kafir saya enggak mau pilih lahir di Indonesia. Saya minta lahir di Amerika, di Hongkong. Tapi hari ini saya lahir di Indoensia, yang Anda bilang kafir ini bisa menolong Anda juga kan," ucap dia.

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tiga Rusun di Cilincing Jadi Posko Vaksinasi Covid-19

Tiga Rusun di Cilincing Jadi Posko Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Meledak, Epidemiolog: Solusinya Hanya Lockdown

Kasus Covid-19 di Jakarta Meledak, Epidemiolog: Solusinya Hanya Lockdown

Megapolitan
Fakta Pelecehan Seksual terhadap Seorang Ibu di Tebet: Pelaku Kelainan Jiwa hingga Dibebaskan

Fakta Pelecehan Seksual terhadap Seorang Ibu di Tebet: Pelaku Kelainan Jiwa hingga Dibebaskan

Megapolitan
Virus Corona Varian Delta Dikhawatirkan Lebih Mudah Menyerang Anak-anak

Virus Corona Varian Delta Dikhawatirkan Lebih Mudah Menyerang Anak-anak

Megapolitan
Fakta Rizieq Shihab Tanggapi Replik Jaksa: Tidak Berkualitas hingga Merasa Belum Pantas Disebut Imam Besar

Fakta Rizieq Shihab Tanggapi Replik Jaksa: Tidak Berkualitas hingga Merasa Belum Pantas Disebut Imam Besar

Megapolitan
Fakta Pandemi Covid-19 Jakarta Memburuk: Tembus 4.000 Kasus Baru, Varian Baru Mengganas

Fakta Pandemi Covid-19 Jakarta Memburuk: Tembus 4.000 Kasus Baru, Varian Baru Mengganas

Megapolitan
Pemkot Tangerang Perpanjang PPKM Mikro, Simak Pengaturannya

Pemkot Tangerang Perpanjang PPKM Mikro, Simak Pengaturannya

Megapolitan
Cerita Pedagang Sepeda Saat Tren Gowes Menurun: Dulu Ludes, Kini Rugi Ratusan Juta Rupiah

Cerita Pedagang Sepeda Saat Tren Gowes Menurun: Dulu Ludes, Kini Rugi Ratusan Juta Rupiah

Megapolitan
PPDB SD Jalur Zonasi di Kota Tangerang Masih Dibuka

PPDB SD Jalur Zonasi di Kota Tangerang Masih Dibuka

Megapolitan
UPDATE: Tambah 230 Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi, 1.267 Pasien Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 230 Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi, 1.267 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Kilas Balik Peresmian MRT Jakarta yang Disambut Sorak-sorai Warga...

Kilas Balik Peresmian MRT Jakarta yang Disambut Sorak-sorai Warga...

Megapolitan
UPDATE: Tambah 56 Kasus di Kota Tangerang, 471 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 56 Kasus di Kota Tangerang, 471 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Daftar Hotel dan Tempat Isolasi Mandiri di DKI | Kasus Covid-19 Meledak

[POPULER JABODETABEK] Daftar Hotel dan Tempat Isolasi Mandiri di DKI | Kasus Covid-19 Meledak

Megapolitan
4 Fakta Sindikat Preman di Tanjung Priok, Berkedok Jasa Pengamanan hingga Raup Ratusan Juta Rupiah

4 Fakta Sindikat Preman di Tanjung Priok, Berkedok Jasa Pengamanan hingga Raup Ratusan Juta Rupiah

Megapolitan
Tren Kasus Positif Covid-19 pada Anak-anak Meningkat, Balita Ikut Jadi Korban

Tren Kasus Positif Covid-19 pada Anak-anak Meningkat, Balita Ikut Jadi Korban

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X