Cerita Putri Zulhas Masuk DPRD DKI, Bawa Harapan Guru PAUD dan Ditertawakan Sang Ayah

Kompas.com - 19/08/2019, 09:04 WIB
Zita Anjani, anggota DPRD DKI Jakarta terpilih periode 2019-2022 dari Fraksi PAN. Foto diambil Kamis (15/8/2019). KOMPAS.com/NURSITA SARIZita Anjani, anggota DPRD DKI Jakarta terpilih periode 2019-2022 dari Fraksi PAN. Foto diambil Kamis (15/8/2019).
Penulis Nursita Sari
|

"Konsep kebersihan itu menurut aku satu hal kecil tapi disepelein, tapi kalau diselesaikan, itu bisa give a lot of impact," tuturnya.

Dengan adanya konsep kebersihan, kata Zita, warga Jakarta dan anak-anaknya akan sehat. Mereka juga akhirnya bisa bekerja dengan produktif.

Hal lain yang disoroti Zita adalah polusi udara Jakarta. Polusi udara Jakarta membuat anaknya sakit dan harus dirawat di rumah sakit.

Karena itu, ia menyebut polusi udara Jakarta harus diselesaikan agar anak-anak tak terkena dampaknya.

Kemudian, Zita juga ingin Jakarta fokus pada pembangunan sumber daya manusia. Ia ingin Jakarta memiliki museum hingga fasilitas pendidikan berstandar internasional yang bisa menjadi tempat belajar warga.

Oleh sebab itu, Zita mengaku ingin duduk di Komisi E bidang kesra saat menjadi anggota DPRD DKI nantinya.

"Penginnya sih (di Komisi E), soalnya kesra kan, tapi nanti ya kembali lagi itu kebijakan partai. Tapi aku pribadi aku akan fight untuk di Komisi E," kata dia.

Pandangan tentang korupsi

Zita bercerita, setelah ia terjun ke dunia politik, ada seorang warga yang membagikan informasi soal korupsi di grupnya.

Karena itu, menurutnya, korupsi menjadi salah satu stigma negatif yang selalu disematkan kepada politisi, mengingat masih banyak politisi yang korupsi di Indonesia.

"Begitu orang masuk politik, pasti stigmanya korupsi. Itu salah satu risiko yang kita tanggung sih kalau udah masuk ke dalam circle ini," tutur Zita.

Zita mengaku tak bisa berkomentar apa pun atas stigma itu. Menurut dia, hal terpenting ia akan membuktikan dengan bekerja profesional di DPRD DKI.

"Yang penting, kita buktikan aja. Dan salah satu cara untuk membentengi diri sendiri ya tentunya tentunya dari agama menurut aku," ujar dia.

Setelah dilantik menjadi anggota legislatif, Zita pun berjanji tidak akan bolos rapat. Ia akan melaksanakan seluruh kewajibannya sebagai anggota Dewan.

Baca juga: Anggota DPRD DKI Periode 2019-2024 Akan Dapat 4 Stel Pakaian

"Aku akan profesional. Begitu aku punya jam kerja, ada komitmen-komitmen yang harus aku penuhi, ya aku akan penuhi, karena aku dibayar, digaji sama rakyat. Dan uang gaji yang aku terima, ya aku harus profesional," ucap Zita.

Heran DPRD DKI lama pilih wagub

Zita juga menyoroti lamanya proses pemilihan wakil gubernur DKI Jakarta di tangan DPRD DKI periode 2014-2019. Ia mengaku heran dengan lamanya proses pemilihan wagub.

"Aku juga bingung sih sama kayak masyarakat umumnya, kenapa kok lama banget dipilihnya," kata Zita.

Setelah dilantik sebagai anggota Dewan, Zita mengaku akan mempelajari proses pemilihan wagub yang lama tersebut.

Ia dan Fraksi PAN akan berupaya untuk mempercepat proses pemilihan wagub DKI, jika pemilihan wagub itu pada akhirnya dilakukan oleh DPRD periode 2019-2024.

"Untuk teknisnya, aku harus nanti belajar, apa sih yang membuat di dalam itu lama. Aku juga enggak mau sok tahu, aku juga enggak mau nge-judge siapa-siapa, karena aku belum ada di sana," ucapnya.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.200 Nasi 'Kotak Oranye' bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

1.200 Nasi "Kotak Oranye" bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Megapolitan
PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

Megapolitan
Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Megapolitan
Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Megapolitan
Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Megapolitan
Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Megapolitan
Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

Megapolitan
Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Megapolitan
61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

Megapolitan
Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Megapolitan
Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X