Ini Sebabnya Ganja Jadi Narkoba yang Paling Banyak Dipasarkan ke Mahasiswa

Kompas.com - 22/08/2019, 10:03 WIB
Ilustrasi ganja. ThinkstockphotosIlustrasi ganja.

JAKARTA, KOMPAS.com - Peredaran narkoba di jaringan kampus bukanlah hal baru. Awalnya, seorang mahasiswa menawarkan barang haram tersebut kepada rekannya.

Tawaran berlanjut ke teman yang lain lagi. Itu berlanjut sampai terbentuk jaringan terstruktur.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Vivick Tjangkung mengatakan, jenis narkoba yang banyak dijual di kalangan mahasiswa adalah ganja. Hal ini disebabkan harga jual ganja yang cukup murah bagi kalangan mahasiswa.

"Ganja itu dianggap paling murah harganya, paling mudah didapat dibanding jenis narkoba lain," ujar Vivick saat dihubungi Kompas.com.

Satu lipat ganja, sebut dia, dijual seharga Rp 50.000 hingga Rp 70.000. Harga jual itu menurut Vivick sesuai dengan uang saku yang dimiliki para mahasiswa saat ini.

"Kenapa murah? Kita tahu uang jajan mahasiswa itu yang diberikan orangtua itu enggak begitu banyak. Jadi mereka bisa menyisihkan untuk membeli itu," lanjutnya.

Baca juga: Ancaman di Balik Ganja yang Memabukkan...

Ditemui terpisah, Charlie, alumni dan mantan bandar narkoba di sebuah universitas di Jakarta mengatakan, dirinya juga biasa menjual narkoba jenis sabu dan ganja pada mahasiswa.

Alasannya menjual ganja adalah sesuai target pasar di kalangan mahasiswa saat itu.

"Kalau yang aku edarkan ganja sama sabu. Ekstasi itu sempat ditawarin, tapi aku enggak punya pasar," ujar Charlie.

"Bosku mempunyai putau, sabu, tapi dia spesialis ganja. Dia punya ineks, dulu bahasanya kancing. Cuma aku enggak punya pasar, makanya aku enggak terima," lanjutnya.

Baca selengkapnya di artikel JEO Geliat Narkoba di Kampus: Persekongkolan Mahasiswa, Alumnus, dan Sekuriti.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tangkap Terduga Penguras ATM di Poris Indah

Polisi Tangkap Terduga Penguras ATM di Poris Indah

Megapolitan
Kuasa Hukum: John Kei Tak Ada di Lokasi Pembunuhan Anak Buah Nus Kei

Kuasa Hukum: John Kei Tak Ada di Lokasi Pembunuhan Anak Buah Nus Kei

Megapolitan
Jakarta Masuki Periode Puncak Penambahan Kasus Covid-19 Efek Libur Panjang

Jakarta Masuki Periode Puncak Penambahan Kasus Covid-19 Efek Libur Panjang

Megapolitan
Pengguna Layanan Hotline Isolasi PMI Meningkat Seiring Naiknya Kasus Covid-19

Pengguna Layanan Hotline Isolasi PMI Meningkat Seiring Naiknya Kasus Covid-19

Megapolitan
Pemkot Bekasi Gandeng 2 BUMN untuk Atasi Kelangkaan Daging Sapi

Pemkot Bekasi Gandeng 2 BUMN untuk Atasi Kelangkaan Daging Sapi

Megapolitan
Layanan Konsultasi untuk Isolasi Mandiri Pasien Covid-19, Bisa Hubungi Nomor Ini!

Layanan Konsultasi untuk Isolasi Mandiri Pasien Covid-19, Bisa Hubungi Nomor Ini!

Megapolitan
Pedagang Daging Sapi Mogok, Pemprov DKI Minta Masyarakat Pilih Sumber Protein Alternatif

Pedagang Daging Sapi Mogok, Pemprov DKI Minta Masyarakat Pilih Sumber Protein Alternatif

Megapolitan
Kuasa Hukum: Uang yang Diberikan John Kei ke Anak Buah Bukan untuk Bunuh Nus Kei

Kuasa Hukum: Uang yang Diberikan John Kei ke Anak Buah Bukan untuk Bunuh Nus Kei

Megapolitan
Pedagang Daging Mogok, Operasi Pasar Digelar Besok Pagi di Kramat Jati

Pedagang Daging Mogok, Operasi Pasar Digelar Besok Pagi di Kramat Jati

Megapolitan
ART Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap karena Ditinggal Kekasih

ART Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap karena Ditinggal Kekasih

Megapolitan
Pemkot Bekasi Pastikan RPH Tetap Buka dan Akan Antisipasi Kelangkaan Daging

Pemkot Bekasi Pastikan RPH Tetap Buka dan Akan Antisipasi Kelangkaan Daging

Megapolitan
Mal Grand Indonesia Gunakan Sketsa Tanpa Izin, Ini Sejarah di Balik Tugu Selamat Datang

Mal Grand Indonesia Gunakan Sketsa Tanpa Izin, Ini Sejarah di Balik Tugu Selamat Datang

Megapolitan
Kecewa terhadap Pemerintah, Pedagang Daging: Enggak Usah Mogok, Enggak Didengerin!

Kecewa terhadap Pemerintah, Pedagang Daging: Enggak Usah Mogok, Enggak Didengerin!

Megapolitan
Kuasa Hukum Nilai Dakwaan terhadap John Kei Tak Masuk Akal

Kuasa Hukum Nilai Dakwaan terhadap John Kei Tak Masuk Akal

Megapolitan
Dilantik Jadi Sekda, Marullah Juga Rangkap Jadi Plt Wali Kota Jakarta Selatan

Dilantik Jadi Sekda, Marullah Juga Rangkap Jadi Plt Wali Kota Jakarta Selatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X