Pencuri Kotak Amal Sempat Shalat di Masjid Sebelum Lakukan Aksinya

Kompas.com - 30/08/2019, 15:31 WIB
Hendra salah satu pengurusan Masjid Mahhallul Qufron saat ditemui di lokasi pencurian kotak amal, Jumat (30/8/2019) KOMPAS.COM/WALDA MARISONHendra salah satu pengurusan Masjid Mahhallul Qufron saat ditemui di lokasi pencurian kotak amal, Jumat (30/8/2019)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak pengurus Masjid Mahhallul Qufron, Jagakarsa, Jakarta Selatan membenarkan adanya aksi pencurian kotak amal beberapa hari lalu.

Pencurian yang terjadi pada Selasa, (27/8/2019), dilakukan oleh seorang perempuan dan laki laki yang belum diketahui identitasnya.

Sebelumnya melakukan aksi pencurian, pelaku sempat shalat di masjid tersebut. Ketika selesai shalat, dia memantau keadaan sekitar yang mulai sepi.

"Karena dia lihat keadaan lagi sepi, kotak itu dia geser-geser. Terus dia juga bawa kantong plastik besar," kata Hendra salah satu pengurusan Masjid Mahhallul Qufron saat ditemui di lokasi, Jumat (30/8/2019).

Baca juga: Setelah Dicuri, Kotak Amal Dikembalikan ke Masjid, Isinya Tinggal Receh

Kotak amal yang berada di dalam masjid dibawa keluar. Setelah itu, dia menunggu kedatangan seorang pria yang diduga sebagai pelaku pencurian.

"Waktu kotak amalnya dibawa keluar, itu belum ada orang lagi tuh. Dia main HP, mungkin hubungi yang prianya itu," tutur Hendra.

Selang beberapa lama, pria tersebut datang dan memasukan kotak amal tersebut kedalam mobil.

Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki kasus tersebut. Pihak Polsek Jagakarsa sudah memeriksa lokasi kejadian dan meminta beberapa keterangan saksi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Patroli Iklan Aborsi Ilegal di Internet, Polda Metro Jaya Gandeng Kemenkominfo

Patroli Iklan Aborsi Ilegal di Internet, Polda Metro Jaya Gandeng Kemenkominfo

Megapolitan
Tempat Hiburan Malam Disebut Klaster Penyebaran Covid-19, DPRD Minta Pemprov DKI Kroscek

Tempat Hiburan Malam Disebut Klaster Penyebaran Covid-19, DPRD Minta Pemprov DKI Kroscek

Megapolitan
Tempat Isolasi Pasien Covid-19 OTG Penuh, Pemkab Bekasi Siapkan 3 Hotel

Tempat Isolasi Pasien Covid-19 OTG Penuh, Pemkab Bekasi Siapkan 3 Hotel

Megapolitan
Usai Berkelahi karena Sepeda Motor Bersenggolan, Seorang Pria Tewas

Usai Berkelahi karena Sepeda Motor Bersenggolan, Seorang Pria Tewas

Megapolitan
Pasien OTG di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi Jalani Swab Test 2-3 Hari Sekali

Pasien OTG di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi Jalani Swab Test 2-3 Hari Sekali

Megapolitan
Lagi Mandi, Tauhid Panik Lihat Kepala Ular Sanca Melongok dari Atap

Lagi Mandi, Tauhid Panik Lihat Kepala Ular Sanca Melongok dari Atap

Megapolitan
Dua Ormas Hendak Bentrok Gara-gara Rebutan Lapak di Bekasi, Polisi Menembak ke Udara

Dua Ormas Hendak Bentrok Gara-gara Rebutan Lapak di Bekasi, Polisi Menembak ke Udara

Megapolitan
Ingar Bingar Bianglala hingga Cafe di Cengkareng Timur, Zona Merah Covid-19 Jakarta

Ingar Bingar Bianglala hingga Cafe di Cengkareng Timur, Zona Merah Covid-19 Jakarta

Megapolitan
Tempat Hiburan Malam Dinyatakan sebagai Klaster Baru, Asphija Bereaksi

Tempat Hiburan Malam Dinyatakan sebagai Klaster Baru, Asphija Bereaksi

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akan Tes Swab Keluarga Karyawan Pabrik Epson yang Positif Covid-19

Pemkot Bekasi Akan Tes Swab Keluarga Karyawan Pabrik Epson yang Positif Covid-19

Megapolitan
Dapat Nomor Urut Dua di Pilkada Tangsel, Azizah-Ruhamaben Sebut Sesuai Harapan

Dapat Nomor Urut Dua di Pilkada Tangsel, Azizah-Ruhamaben Sebut Sesuai Harapan

Megapolitan
Pemprov DKI Gandeng 26 Rumah Sakit Swasta untuk Tangani Covid-19

Pemprov DKI Gandeng 26 Rumah Sakit Swasta untuk Tangani Covid-19

Megapolitan
Pemkot Tangerang Salurkan Bantuan Sosial Covid-19 Tahap 2 ke 2.800 KK

Pemkot Tangerang Salurkan Bantuan Sosial Covid-19 Tahap 2 ke 2.800 KK

Megapolitan
Anies: Minimal 60 Persen Warga Harus Diam di Rumah Agar Wabah Covid-19 Melandai

Anies: Minimal 60 Persen Warga Harus Diam di Rumah Agar Wabah Covid-19 Melandai

Megapolitan
Dua Balita Jadi Pasien Anak Pertama yang Isolasi di RSD Stadion Patriot

Dua Balita Jadi Pasien Anak Pertama yang Isolasi di RSD Stadion Patriot

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X