Jenazah Pria di Pantai Mutiara Diduga Tewas karena Tergelincir

Kompas.com - 03/09/2019, 18:14 WIB
Ilustrasi jenazah. Ilustrasi jenazah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Korban tewas di Pantai Mutiara, Penjaringan, Jakarta Utara diduga tergelincir sebelum akhirnya tenggelam.

Kasubdit Gakkum Ditpolair AKBP Edi Guritno mengatakan, kemungkinan itu disimpulkan dari tidak adanya luka bekas penganiayaan pada tubuh korban.

"Hanya luka pada bagian kepala, kemungkinan dia jatuh karena benturan karena batunya licin," kata Edi saat dikonfirmasi Selasa (3/9/2019).


Edi menjelaskan bahwa korban merupakan seorang petugas kebersihan dari salah satu anak perusahaan Perumda Pasar Jaya.

Polisi juga sudah memintai keterangan dari perwakilan Perumda Pasar Jaya yang mendatangi markas Ditpolair Polda Metro Jaya pascaperistiwa tersebut.

Baca juga: Mari Bantu Nisa, Bayi yang Ditemukan Memeluk Jenazah Sang Ayah

Adapun korban masih menjalani proses autopsi di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat.

"(Korban) belum dijemput keluarga, masih di RSCM menunggu proses autopsi," tuturnya.

Sebelumnya, jenazah pria bernama Junaedi (46) ditemukan oleh karyawan sebuah perusahaan swasta di kawasan Pantai Mutiara pada Senin pagi Pukul 07.10 WIB.

Setelah menemukan jenazah, karyawan tersebut melapor kesatpam dan diteruskan ke markas Ditpolair Polda Metro Jaya.

Polisi kemudian mengevakuasi jenazah pria tersebut dan dilarikan ke RSCM untuk menjalani proses autopsi.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

SMK di Depok Diserang Sekelompok Orang, Guru: Sudah Tiga Kali Penyerangan

SMK di Depok Diserang Sekelompok Orang, Guru: Sudah Tiga Kali Penyerangan

Megapolitan
SMK di Depok Dirusak Massa, Polisi Duga Aksi Balas Dendam

SMK di Depok Dirusak Massa, Polisi Duga Aksi Balas Dendam

Megapolitan
Anggota DPRD Yang Bocorkan Rapat Tertutup Akan Dijerat Pasal Kode Etik

Anggota DPRD Yang Bocorkan Rapat Tertutup Akan Dijerat Pasal Kode Etik

Megapolitan
Terduga Teroris di Tambun Merencanakan Bom Bunuh Diri di Lampung

Terduga Teroris di Tambun Merencanakan Bom Bunuh Diri di Lampung

Megapolitan
Pria Ditemukan Membusuk di Kontrakan, Diduga Tewas karena Sakit

Pria Ditemukan Membusuk di Kontrakan, Diduga Tewas karena Sakit

Megapolitan
Djeni Bisa Sewa 3 Mobil Sehari untuk Kemudian Digadai

Djeni Bisa Sewa 3 Mobil Sehari untuk Kemudian Digadai

Megapolitan
9 Terdakwa Sindikat 70 Kg Sabu dan 49.238 Butir Ekstasi Divonis Seumur Hidup

9 Terdakwa Sindikat 70 Kg Sabu dan 49.238 Butir Ekstasi Divonis Seumur Hidup

Megapolitan
Terduga Teroris di Tambun Selatan Terkait dengan Kelompok Abu Zee

Terduga Teroris di Tambun Selatan Terkait dengan Kelompok Abu Zee

Megapolitan
Polisi Kembali Amankan Terduga Teroris di Tambun Selatan, Malam Ini

Polisi Kembali Amankan Terduga Teroris di Tambun Selatan, Malam Ini

Megapolitan
PPD Menegaskan Tak Terkait dengan Korupsi Pengadaan Bus Transjakarta

PPD Menegaskan Tak Terkait dengan Korupsi Pengadaan Bus Transjakarta

Megapolitan
Cemburu Buta, Pemuda Tusuk Teman Pacarnya di Kembangan

Cemburu Buta, Pemuda Tusuk Teman Pacarnya di Kembangan

Megapolitan
Artis Sinetron Vicky Nitinegoro Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Artis Sinetron Vicky Nitinegoro Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Megapolitan
Operator Klaim Bus Transjakarta Zhong Tong Bukan Terbakar, tapi Hanya Kesalahan Mesin

Operator Klaim Bus Transjakarta Zhong Tong Bukan Terbakar, tapi Hanya Kesalahan Mesin

Megapolitan
Operator Jamin Keamanan Bus Transjakarta Merk Zhong Tong

Operator Jamin Keamanan Bus Transjakarta Merk Zhong Tong

Megapolitan
DPRD DKI Akan Rancang Sanksi bagi Anggota yang Langgar Kode Etik

DPRD DKI Akan Rancang Sanksi bagi Anggota yang Langgar Kode Etik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X