Ganjil-Genap Diperluas, Penumpang MRT Jakarta Tembus 97 Ribu Per Hari

Kompas.com - 16/09/2019, 21:13 WIB
Para pelanggar jalur ganjil genap di Jalan Gunung Sahari, Pademangan, Jakarta Utara yang terkena sanksi tilang, Selasa (10/9/2019) KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARIPara pelanggar jalur ganjil genap di Jalan Gunung Sahari, Pademangan, Jakarta Utara yang terkena sanksi tilang, Selasa (10/9/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, jumlah penumpang moda raya terpadu (MRT) Jakarta pernah mencapai angka 97.000 orang per hari sejak pembatasan kendaraan berdasarkan pelat ganjil- genap diperluas.

Namun, rata-rata penumpang MRT kini 93.000 orang per hari. Angka itu meningkat 13.000-an penumpang dibandingkan sebelum aturan ganjil-genap diperluas.

"( Penumpang) MRT sudah sempat menyentuh 97.000 per hari. Tapi sekarang rata-rata itu 93.000 (penumpang) dari 80.000 per hari. Jadi naiknya cukup signifikan," ujar Syafrin di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (16/9/2019).

Selain MRT, jumlah pengguna transjakarta juga meningkat. Rata-rata penumpang transjakarta di 13 koridor 475.442 orang sebelum ganjil genap diperluas. Kini meningkat jadi 569.086 penumpang setelah aturan ganjil genap diperluas.

Baca juga: Ganjil Genap Diperluas, Jalur Alternatif Macet

"Untuk di koridor BRT (bus rapid transit/dalam koridor) semula itu 475.442 penumpang, naik menjadi 569.086 penumpang. Kenaikannya 16,46 persen. Kalau total (BRT dan non-BRT/non-koridor) sempat menyentuh angka 892.000 penumpang, hari pertama (perluasan ganjil genap)," kata dia.

Menurut Syafrin, peningkatan jumlah penumpang angkutan umum itu menunjukkan bahwa masyarakat mulai beralih ke angkutan umum sejak Pemprov DKI memperluas aturan ganjil genap.

"Capaian ini menggambarkan perubahan paradigma bertransportasi masyarakat, tidak lagi mencari jaringan jalan alternatif, tapi berusaha menggunakan angkutan umum," ucap Syafrin.

MRT Jakarta rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) melintasi ruas jalan yang diberlakukan perluasan aturan ganjil genap, yakni Jalan Fatmawati, Jalan Panglima Polim, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan MH Thamrin.

Sementara ruas jalan lainnya yang dikenakan perluasan ganjil genap sudah dilayani bus transjakarta.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperluas aturan ganjil genap sejak 9 September 2019. Perluasan ganjil genap diberlakukan di 25 ruas jalan.

Aturan itu berlaku pada Senin-Jumat, pukul 08.00-10.00 WIB dan 16.00-21.00 WIB. Aturan tersebut tidak berlaku pada Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional.

Perluasan aturan ganjil genap diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur Nomor 155 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil Genap.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pedagang dan Pengunjung Pasar Kebayoran Lama Banyak yang Tak Pakai Masker

Pedagang dan Pengunjung Pasar Kebayoran Lama Banyak yang Tak Pakai Masker

Megapolitan
Geng Romusha dan Pesing Siarkan Tawuran di Instagram untuk Cari Penantang Selanjutnya

Geng Romusha dan Pesing Siarkan Tawuran di Instagram untuk Cari Penantang Selanjutnya

Megapolitan
Tawuran Berdarah Geng Romusha Vs Pesing, Polisi Tangkap 6 Tersangka

Tawuran Berdarah Geng Romusha Vs Pesing, Polisi Tangkap 6 Tersangka

Megapolitan
KCI: Komitmen pada Aturan Jam Kerja Solusi Urai Antrean Penumpang KRL

KCI: Komitmen pada Aturan Jam Kerja Solusi Urai Antrean Penumpang KRL

Megapolitan
Stasiun Padat, KCI Tambah Perjalanan KRL dan Hukum Penumpang yang Akali Prosedur

Stasiun Padat, KCI Tambah Perjalanan KRL dan Hukum Penumpang yang Akali Prosedur

Megapolitan
Kecewa Jalur Zonasi PPDB DKI, Orangtua Kirim Karangan Bunga 'RIP Pendidikan' ke Balai Kota

Kecewa Jalur Zonasi PPDB DKI, Orangtua Kirim Karangan Bunga "RIP Pendidikan" ke Balai Kota

Megapolitan
Satpol PP Tangsel Akan Sering Patroli ke Kontrakan untuk Awasi Pendatang

Satpol PP Tangsel Akan Sering Patroli ke Kontrakan untuk Awasi Pendatang

Megapolitan
Kisruh PPDB, Kenapa Unjuk Rasa di Jakarta Begitu Masif?

Kisruh PPDB, Kenapa Unjuk Rasa di Jakarta Begitu Masif?

Megapolitan
Pilkada Depok 2020, Tim Gerindra dan PDI-P Yakin Pasangan Pradi-Afifah Tak Akan Berubah

Pilkada Depok 2020, Tim Gerindra dan PDI-P Yakin Pasangan Pradi-Afifah Tak Akan Berubah

Megapolitan
Ledakan di Menteng, Sejauh Mana Peristiwa Ledakan Disebut Terorisme?

Ledakan di Menteng, Sejauh Mana Peristiwa Ledakan Disebut Terorisme?

Megapolitan
Pilkada Depok 2020, PDI-P dan Gerindra Mantap Usung Pradi-Afifah

Pilkada Depok 2020, PDI-P dan Gerindra Mantap Usung Pradi-Afifah

Megapolitan
Bima: Penumpukan Penumpang KRL di Stasiun Bogor karena Banyak Sektor Usaha Beroperasi Kembali di Jakarta

Bima: Penumpukan Penumpang KRL di Stasiun Bogor karena Banyak Sektor Usaha Beroperasi Kembali di Jakarta

Megapolitan
30 ASN Ikut Awasi Protokol Kesehatan di 17 Pasar di Jakarta Selatan

30 ASN Ikut Awasi Protokol Kesehatan di 17 Pasar di Jakarta Selatan

Megapolitan
32 Penghuni Kontrakan di Serpong Diminta Lakukan Rapid Test

32 Penghuni Kontrakan di Serpong Diminta Lakukan Rapid Test

Megapolitan
Sopir Taksi Online Tewas di Bekasi, Mobil dan Ponsel Korban Hilang

Sopir Taksi Online Tewas di Bekasi, Mobil dan Ponsel Korban Hilang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X