Sejak 2012, Djeni Pelaku Penggelapan 62 Mobil Sudah Jauh dari Keluarga

Kompas.com - 17/10/2019, 18:46 WIB
Pelaku penggelapan 62 unit mobil, Djeni Herilewie (39), di Mapolres Metro Jakarta Timur, Kamis (10/10/2019). Dokumentasi Polres Metro Jakarta TimurPelaku penggelapan 62 unit mobil, Djeni Herilewie (39), di Mapolres Metro Jakarta Timur, Kamis (10/10/2019).
Penulis Dean Pahrevi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Djeni Herilewie (39), pelaku penggelapan 62 unit mobil sudah jauh dengan keluarga sejak 2012.

Siska, adik kandung Djeni mengatakan, pihak keluarga sudah jarang berkomunikasi dengan Djeni sejak 2012.

Djeni yang merupakan orangtua tunggal dengan satu anak diketahui menetap tinggal di salah satu rumah kontrakan di daerah Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

"Sudah lama pisah dengan keluarga sejak 2012 lah. Sejak menikah dia tahun 2002 terus sempat tinggal di sini, lalu pindah ke daerah Jonggol ikut suaminya. Kemudian, kan dia pisah sama suaminya. Terus tinggal di sini lagi, enggak lama tinggal ngontrak di tempat lain pindah-pindah saya tidak tahu persisnya," kata Siska di rumahnya, Jalan Cipinang Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (17/10/2019).

Baca juga: Djeni Bisa Sewa 3 Mobil Sehari untuk Kemudian Digadai

Pihak keluarga baru mengetahui Djeni tinggal di Cibinong saat polisi menangkap Djeni pada pertengahan September 2019 lalu.

Siska menambahkan, sejak 2012, pihak keluarga sudah jarang dikunjungi Djeni. Hanya saat Hari Raya imlek, Djeni pulang ke rumah orangtuanya itu.

"Ya setahun sekali yah pas hari raya saja. Itu juga tidak nginep, cuman berapa jam di sini terus balik lagi," ujar Siska.

Pihak keluarga juga membenarkan bahwa Djeni memang sempat bekerja sebagai pekerja lepas event organizer di daerah Jakarta Utara.

Namun, selain itu pihak keluarga tidak mengetahui pekerjaan lainnya Djeni.

Baca juga: Daya Pikat Djeni Mampu Raup Rp 2,5 Miliar, Rekening Kosong dalam Waktu 2 Bulan

"Dia memang EO, cuman itu kan sudah lama pokoknya pas sejak 2012, kita sudah tidak tahu lagi. Pengakuannya dia sih dia itu nyewa mobil terus digadai bukan dijual tapi digadai," ujar Siska.

Adapun pihak keluarga kaget saat mendengar kabar polisi menangkap Djeni karena kasus penggelapan 62 unit mobil.

Polisi mendatangi kediaman keluarga Djeni hanya untuk memberikan surat keterangan penangkapan.

Siska mengenal sosok Djeni sebagai pribadi yang baik dan mudah bergaul dengan orang lain. Dia tidak menyangka kakaknya bisa terjerat kasus kriminal hingga berujung dibui.

"Saya harapannya dia koreksi diri sama apa yang dia perbuat, berpikir gitu karena kan masalah ini keluarga jadi kena imbas," ujar Siska.

Baca juga: Polisi Sebut Djeni, Pelaku Penggelapan 62 Mobil Punya Kemampuan Pengaruhi Orang

Kini anak Djeni berinisial M (12) tinggal bersama keluarga Djeni.

Djeni ditangkap polisi pada pertengahan September 2019 di daerah Cipinang, Jakarta Timur, karena menggelapkan 62 mobil sewaan di Jakarta dan sekitarnya dalam waktu dua bulan.

Dalam menjalankan aksinya, Djeni menyewa mobil korban selama 2-3 hari dengan pembayaran lancar.

Setelah waktu habis, Djeni akan memperpanjang waktu sewa. Kemudian, dia kabur dengan mengganti nomor ponsel.

Polisi juga tengah mendalami penyelidikan kasus ini terkait apakah ada modus penggelapan atau penipuan lainnya yang dilakukan Djeni.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pakar UI: Pandemi Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali, Lakukan PSBB Ketat!

Pakar UI: Pandemi Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali, Lakukan PSBB Ketat!

Megapolitan
Ada Covid-19, Angka Kemiskinan di Tangsel Diprediksi Naik Jadi 1,8 Persen

Ada Covid-19, Angka Kemiskinan di Tangsel Diprediksi Naik Jadi 1,8 Persen

Megapolitan
Beredar Video Pria Diborgol di KRL, PT KCI Sebut Itu Copet yang Ditangkap

Beredar Video Pria Diborgol di KRL, PT KCI Sebut Itu Copet yang Ditangkap

Megapolitan
Dapur Nasi Murah Hadir di Kalibata Timur untuk Bantu Warga Terdampak Covid-19

Dapur Nasi Murah Hadir di Kalibata Timur untuk Bantu Warga Terdampak Covid-19

Megapolitan
Kompas Gramedia Raih Penghargaan Gedung Perkantoran Ramah Pesepeda

Kompas Gramedia Raih Penghargaan Gedung Perkantoran Ramah Pesepeda

Megapolitan
UPDATE 29 September: RSD Stadion Patriot Chandrabaga Rawat 28 Pasien Covid-19 OTG

UPDATE 29 September: RSD Stadion Patriot Chandrabaga Rawat 28 Pasien Covid-19 OTG

Megapolitan
Antisipasi Banjir, Kota Tangerang Siagakan 273 Pompa Air

Antisipasi Banjir, Kota Tangerang Siagakan 273 Pompa Air

Megapolitan
Diprotes PHRI, Ini Alasan Pemprov DKI Larang Restoran Layani Dine-In

Diprotes PHRI, Ini Alasan Pemprov DKI Larang Restoran Layani Dine-In

Megapolitan
Polisi Masih Cari Tahu Identitas Jenazah yang Ditemukan di Dalam Bajaj

Polisi Masih Cari Tahu Identitas Jenazah yang Ditemukan di Dalam Bajaj

Megapolitan
Pemprov DKI Pakai Tanah Kerukan Setu untuk Meninggikan Area Pemakaman Covid-19

Pemprov DKI Pakai Tanah Kerukan Setu untuk Meninggikan Area Pemakaman Covid-19

Megapolitan
Setelah Kecelakaan Motor, Seorang Pria Kabur ke Kali Bekasi dan Menghilang

Setelah Kecelakaan Motor, Seorang Pria Kabur ke Kali Bekasi dan Menghilang

Megapolitan
Harapan Korban Pelecehan di Bandara Soetta, Pelaku Dihukum Sesuai Perbuatannya

Harapan Korban Pelecehan di Bandara Soetta, Pelaku Dihukum Sesuai Perbuatannya

Megapolitan
45 Persen Pasien Covid-19 di DKI Jakarta Tak Ada Gejala

45 Persen Pasien Covid-19 di DKI Jakarta Tak Ada Gejala

Megapolitan
Pemprov DKI: 113 Perusahaan Ditutup Selama PSBB Ketat di Jakarta

Pemprov DKI: 113 Perusahaan Ditutup Selama PSBB Ketat di Jakarta

Megapolitan
100 Petugas Avsec di Bandara Soekarno-Hatta Jalani Tes Narkoba

100 Petugas Avsec di Bandara Soekarno-Hatta Jalani Tes Narkoba

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X