Kronologi Nenek Buta Huruf Ditipu Tetangganya

Kompas.com - 18/10/2019, 18:58 WIB
Nenek Arpah (69), di Beji, Depok, Kamis (17/10/2019). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVANenek Arpah (69), di Beji, Depok, Kamis (17/10/2019).
|

DEPOK, KOMPAS.com - Nenek Arpah (69) menjual sisa tanah yang dimilikinya seluas 103 meter pada 2015 lalu. Di atas tanah tersebut berdiri beberapa bangunan, termasuk rumah Nenek Arpah di Beji, Depok, Jawa Barat.

Mulanya tanah itu dijual kepada Habib Hasan Ahmad, tetangganya. Namun, sebelum transaksi selesai, Hasan meninggal dunia. Transaksi kemudian dilanjutkan oleh anak tiri Hasan, AKJ.

"Saya tidak menaruh curiga apa pun sama AKJ, saya pikir mana mungkin. Saya pandang almarhum ayahnya orang baik," cerita putri Nenek Arpah, Tarwiyah (32), kepada Kompas.com, di rumahnya, Jumat (18/10/2019).

Saat itu, AKJ datang ke rumah yang Nenek Arpah tinggali bersama Tarwiyah dan keluarga di Ratu Jaya, Cipayung, Depok. Kedatangan AKJ bermaksud mengajak Nenek Arpah dan almarhum suaminya untuk menandatangi pecah surat.

Lalu, pergilah mereka menemui notaris di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Baca juga: Cerita Nenek Buta Huruf Merasa Tertipu Tetangga Sendiri, Tanahnya Dihargai Rp 300.000

"Tiba-tiba di sana ibu saya disuruh cap jempol dan tanda tangan, tidak dikasih tahu apa isinya. Ternyata itu AJB (akta jual beli) yang diberi nama AKJ," tutur Tarwiyah.

Saat itu, Nenek Arpah tidak tahu bahwa ia sedang menandatangani AJB. Pasalnya, baik Nenek Arpah dan suaminya sama-sama buta huruf.

Setahun kemudian, tepatnya pada 2016, keluarga Nenek Arpah sadar bahwa mereka sudah ditipu AKJ. Peristiwa tersebut akhirnya dilaporkan ke polisi.

Hingga saat ini, kasus penipuan yang dialami Nenek Arpah masih dalam proses.

Baca juga: Tanah 103 Meter Dihargai Rp 300.000, Nenek Buta Huruf Lapor Polisi karena Merasa Ditipu

"Pas putusan sidang dari pengadilan Depok, ketahuan kalau sertifikatnya ada di bank di daerah Bekasi. Saat dicek, sertifikat itu sudah atas nama AKJ," kata Tarwiyah.

AKJ diketahui memiliki sejumlah utang yang perlu dibayarkan. Ia menggunakan sertifikat tanah yang seharusnya milik Nenek Arpah untuk meminjam uang di bank.

Peminjaman diatasnamakan MR, adik AKJ. Nama AKJ digunakan sebagai penjamin.

"Saya pikir enggak mungkinlah AKJ berbuat seperti itu. Kalau tahu dari awal bakal begini, enggak bakal saya kasih (Nenek Arpah) ikut ke Cibinong," ujar Tarwiyah.

Baca juga: Diberi Uang Rp 300.000 untuk Jajan, Nenek Arpah Tak Sadar Telah Jual Tanahnya



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 3 Maret: Tambah 35 Kasus di Kota Tangerang, 307 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 3 Maret: Tambah 35 Kasus di Kota Tangerang, 307 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Kamis, 1.000 Sopir Angkot di Kota Tangerang Akan Divaksin Covid-19

Kamis, 1.000 Sopir Angkot di Kota Tangerang Akan Divaksin Covid-19

Megapolitan
Bocah 4 Tahun yang Sendirian di Pinggir Jalan Fatmawati Bertemu Ibunya di Polsek Cilandak

Bocah 4 Tahun yang Sendirian di Pinggir Jalan Fatmawati Bertemu Ibunya di Polsek Cilandak

Megapolitan
Tangsel Masuk Zona Kuning, Total 7.802 Kasus Covid-19

Tangsel Masuk Zona Kuning, Total 7.802 Kasus Covid-19

Megapolitan
Sejumlah Guru di Tangsel Berharap KBM Tatap Muka Digelar Juli 2021

Sejumlah Guru di Tangsel Berharap KBM Tatap Muka Digelar Juli 2021

Megapolitan
Kontroversi Vaksinasi Keluarga Anggota Dewan, DPRD Klaim Perlu tetapi Ditolak Pemprov DKI

Kontroversi Vaksinasi Keluarga Anggota Dewan, DPRD Klaim Perlu tetapi Ditolak Pemprov DKI

Megapolitan
Karyawati Korban Pelecehan Seksual oleh Bos di Ancol Bertambah Menjadi 4 Orang

Karyawati Korban Pelecehan Seksual oleh Bos di Ancol Bertambah Menjadi 4 Orang

Megapolitan
UPDATE 3 Maret: DKI Jakarta Catat Penambahan 1.437 Kasus Covid-19

UPDATE 3 Maret: DKI Jakarta Catat Penambahan 1.437 Kasus Covid-19

Megapolitan
Kisah Warga Kampung Pulo Saat Banjir, Pernah Terperosok hingga Menyusui di Atas Lemari

Kisah Warga Kampung Pulo Saat Banjir, Pernah Terperosok hingga Menyusui di Atas Lemari

Megapolitan
Kuasa Hukum: Bukti Tidak Kuat, John Kei Harus Bebas

Kuasa Hukum: Bukti Tidak Kuat, John Kei Harus Bebas

Megapolitan
Varian Baru Corona Masuk Indonesia, Wagub DKI Minta Masyarakat Waspada

Varian Baru Corona Masuk Indonesia, Wagub DKI Minta Masyarakat Waspada

Megapolitan
Kota Bekasi Catat 781 Kasus Baru Covid-19, 21 Pasien Meninggal

Kota Bekasi Catat 781 Kasus Baru Covid-19, 21 Pasien Meninggal

Megapolitan
Satu Tahun Covid-19, Saat Warga Sudah Capek dan Berharap Pandemi Segera Berlalu..

Satu Tahun Covid-19, Saat Warga Sudah Capek dan Berharap Pandemi Segera Berlalu..

Megapolitan
Siswa SMA Racik Ganja Sintetis, Polisi: Diedarkan ke Para Remaja

Siswa SMA Racik Ganja Sintetis, Polisi: Diedarkan ke Para Remaja

Megapolitan
Guru di Depok Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19: Biar Bisa Tatap Muka dengan Murid

Guru di Depok Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19: Biar Bisa Tatap Muka dengan Murid

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X