Pelanggar Saat Operasi Zebra di Bekasi Langsung Disidang di Tempat

Kompas.com - 04/11/2019, 16:45 WIB
Sidang di tempat Operasi Zebra Jaya di Kota Bekasi, Senin (4/11/2019). KOMPAS.com / VITORIO MANTALEANSidang di tempat Operasi Zebra Jaya di Kota Bekasi, Senin (4/11/2019).

BEKASI, KOMPAS.com - Operasi Zebra Jaya yang digelar di Kota Bekasi, Senin (4/11/2019), menerapkan mekanisme sidang langsung di tempat.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres (Kasatlantas) Metro Bekasi Kota, AKBP Ojo Ruslani mengatakan, mekanisme ini dilakukan demi transparansi dan percepatan.

"Tidak ada namanya uang langsung bersentuhan pelanggar dengan petugas. Di samping transparansi antara kita juga kita memberikan percepatan," kata Ojo ditemui di lokasi Operasi Zebra di Jalan Jenderal Ahmad Yani depan Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi Selatan, Senin siang.

Dikonfirmasi terpisah, Wakasatlantas Polres Metro Bekasi Kota, AKP Indira menjabarkan mekanisme yang harus dilalui pelanggar dalam penerapan sidang di tempat itu.


"Tinggal kemudian disidang, dendanya berapa, kemudian diarahkan untuk langsung bayar ke BRI. Setelah dibayarkan, nanti diserahkan dari pengadilan ke kejaksaan," kata Indira, Senin siang.

Indira menyebut, pelanggar yang tidak membawa uang atau tidak bisa membayar via BRI tetap disidang di tempat. Namun, berkas diambil berikutnya di kejaksaan.

"Kita enggak bicara masalah duitnya nih. Tapi kita bicara pelanggaran. Kalau tidak sanggup, tetap disidangkan karena harus diputuskan kan? Tapi ngambil berkasnya silakan di kejaksaan," jelas Indira.

Operasi Zebra Jaya digelar sejak 23 Oktober 2019 hingga 5 November 2019.

Ojo mengatakan, khusus di Kota Bekasi, pelanggar terbanyak ialah mereka yang dokumennya tidak lengkap serta menerobos rambu lalu lintas. Hari ini, total ada 30 pengendara yang terjaring razia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Paket Wisata di Kepulauan Seribu Naik 20 Persen Selama Libur Natal dan Tahun Baru

Harga Paket Wisata di Kepulauan Seribu Naik 20 Persen Selama Libur Natal dan Tahun Baru

Megapolitan
Pohon di Duri Kepa Tumbang Menimpa Kabel, Listrik di Permukiman Warga Padam

Pohon di Duri Kepa Tumbang Menimpa Kabel, Listrik di Permukiman Warga Padam

Megapolitan
Pernah Wacanakan yang Sama, Anies Enggan Komentari Rencana Nadiem Hapus UN

Pernah Wacanakan yang Sama, Anies Enggan Komentari Rencana Nadiem Hapus UN

Megapolitan
Aktivitas Penerbangan Saat Natal dan Tahun Baru Diprediksi Hanya Naik 1 Persen, Ini Kata Menhub

Aktivitas Penerbangan Saat Natal dan Tahun Baru Diprediksi Hanya Naik 1 Persen, Ini Kata Menhub

Megapolitan
Bantah PSI, Pemprov DKI Sebut Pembangunan LRT oleh Dishub Tak Langgar Aturan

Bantah PSI, Pemprov DKI Sebut Pembangunan LRT oleh Dishub Tak Langgar Aturan

Megapolitan
Ada Ormas Tolak DWP, Ketua DPRD: Itu Pendapatan DKI dan Bukan Tahun Ini Saja

Ada Ormas Tolak DWP, Ketua DPRD: Itu Pendapatan DKI dan Bukan Tahun Ini Saja

Megapolitan
90 Persen Penginapan di Kepulauan Seribu Sudah Dipesan untuk Libur Natal dan Tahun Baru

90 Persen Penginapan di Kepulauan Seribu Sudah Dipesan untuk Libur Natal dan Tahun Baru

Megapolitan
Polisi Akan Periksa Sekuriti yang Tangkap Pasien RSJ Soeharto Heerdjan

Polisi Akan Periksa Sekuriti yang Tangkap Pasien RSJ Soeharto Heerdjan

Megapolitan
Kata Lurah soal Rumah Ko Ayun yang Dikepung Proyek, Sebut Sulit Lakukan Mediasi

Kata Lurah soal Rumah Ko Ayun yang Dikepung Proyek, Sebut Sulit Lakukan Mediasi

Megapolitan
2 Pohon Tumbang Saat Hujan yang Disertai Angin di Cakung

2 Pohon Tumbang Saat Hujan yang Disertai Angin di Cakung

Megapolitan
Pohon Biola Cantik di Duri Kepa Tumbang, Kabel Listrik pun Terbakar

Pohon Biola Cantik di Duri Kepa Tumbang, Kabel Listrik pun Terbakar

Megapolitan
Anies: Dua Nama Cawagub Sudah Sembilan Bulan di DPRD DKI, Dewan Harus Putuskan

Anies: Dua Nama Cawagub Sudah Sembilan Bulan di DPRD DKI, Dewan Harus Putuskan

Megapolitan
Pemprov DKI Beri Mesin Kremasi buat Umat Hindu di Jakarta

Pemprov DKI Beri Mesin Kremasi buat Umat Hindu di Jakarta

Megapolitan
Sejarah Pasar Senen, Bekas Tempat Tuan Tanah Belanda hingga PKL Era Ali Sadikin

Sejarah Pasar Senen, Bekas Tempat Tuan Tanah Belanda hingga PKL Era Ali Sadikin

Megapolitan
Hendak Salip Truk dari Kiri, Pengendara Motor Tewas Terlindas di Jalan Siliwangi Bekasi

Hendak Salip Truk dari Kiri, Pengendara Motor Tewas Terlindas di Jalan Siliwangi Bekasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X