Polisi Kembali Tangkap Tersangka Penipu Bermodus Hendak Beli Rumah

Kompas.com - 04/11/2019, 17:09 WIB
Dua tersangka kasus penipuan jual beli rumah (berbaju oranye) diperlihatkan kepada wartawan saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (4/11/2019). KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELADua tersangka kasus penipuan jual beli rumah (berbaju oranye) diperlihatkan kepada wartawan saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (4/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Aparat Polda Metro Jaya kembali mengungkap kasus penipuan bermodus transaksi pembelian tanah dan rumah di wilayah Jakarta.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, kali ini, polisi menangkap dua tersangka, yaitu N dan W.

Keduanya menipu korban yang hendak menjual rumah di wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Mei 2019. Korban menjual rumah tersebut seharga Rp 4,5 miliar.

Argo menjelaskan, tersangka W berpura-pura berperan sebagai pembeli yang berniat membeli rumah tersebut.

Baca juga: Sindikat Penipu Jual Beli Rumah dan Tanah Kembali Ditangkap

" Tersangka W berpura-pura mendatangi korban sebagai pembeli. Dia dengan berbagai cara dan komunikasi sehingga korban percaya. Dia bahkan memberikan down payment (uang muka) sebesar Rp 150 juta," kata Argo dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (4/11/2019).

Setelah tersangka W memberikan uang muka pembelian rumah, korban lalu menyerahkan sertifikat hak milik (SHM) rumahnya.

Tersangka W menunjuk rekannya yakni tersangka N sebagai notaris.

Belakangan diketahui, tersangka N merupakan notaris yang berdomisili di Ciamjur, Jawa Barat.

Seiring berjalannya waktu, hingga Juli 2019, tersangka W tidak melunasi uang pembelian rumah itu.

"Berjalannya waktu saat jatuh tempo (pembayaran uang pembelian rumah), korban menanyakan kepada tersangka, namun tidak ada kabar. Ternyata sertifikat sudah dijaminkan ke pihak ketiga," ujar Argo.

Korban lalu melaporkan kasus penipuan tersebut ke Polda Metro Jaya.

Kedua tersangka dijerat Pasal 372 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara empat tahun.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Akhir Pekan, Kasus Harian Covid-19 Kota Bogor Tembus 1.000 Orang

Akhir Pekan, Kasus Harian Covid-19 Kota Bogor Tembus 1.000 Orang

Megapolitan
UPDATE 19 September: Bertambah 932, Kasus Positif Covid-19 di DKI Jadi 61.807

UPDATE 19 September: Bertambah 932, Kasus Positif Covid-19 di DKI Jadi 61.807

Megapolitan
Ungkap Kasus Pelecehan dan Pemerasan Penumpang, Pihak Bandara Persilakan Polisi Periksa CCTV

Ungkap Kasus Pelecehan dan Pemerasan Penumpang, Pihak Bandara Persilakan Polisi Periksa CCTV

Megapolitan
Rektor IPB University Positif Covid-19

Rektor IPB University Positif Covid-19

Megapolitan
Positif Covid-19, Jenazah Camat Kelapa Gading Dimakamkan di TPU Pondok Ranggon

Positif Covid-19, Jenazah Camat Kelapa Gading Dimakamkan di TPU Pondok Ranggon

Megapolitan
Camat Kelapa Gading Meninggal karena Covid-19

Camat Kelapa Gading Meninggal karena Covid-19

Megapolitan
Hilang Selama Sehari, Jasad Remaja Putri Ditemukan di Sungai Citarum

Hilang Selama Sehari, Jasad Remaja Putri Ditemukan di Sungai Citarum

Megapolitan
Hingga Hari Kelima PSBB DKI, Pemprov Tutup Sementara 37 Perusahaan

Hingga Hari Kelima PSBB DKI, Pemprov Tutup Sementara 37 Perusahaan

Megapolitan
Kimia Farma Telusuri Kasus Dugaan Kekerasan Seksual dan Pemerasan di Bandara Soekarno-Hatta

Kimia Farma Telusuri Kasus Dugaan Kekerasan Seksual dan Pemerasan di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Klaster Dinkes DKI Jakarta, 22 Pegawai Positif Covid-19

Klaster Dinkes DKI Jakarta, 22 Pegawai Positif Covid-19

Megapolitan
6 Pejabat Pemprov DKI Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

6 Pejabat Pemprov DKI Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Megapolitan
Daftar Klaster Covid-19 Terbesar di Jakarta, 252 Kasus Ada di Kemenkes

Daftar Klaster Covid-19 Terbesar di Jakarta, 252 Kasus Ada di Kemenkes

Megapolitan
Ketika Anggota Ormas Mengaku 'Aparat' Tolak Patuhi Larangan Makan di Tempat...

Ketika Anggota Ormas Mengaku "Aparat" Tolak Patuhi Larangan Makan di Tempat...

Megapolitan
2 Kasus Positif Covid-19 di KPU Tangsel dan Nasib Pilkada 2020...

2 Kasus Positif Covid-19 di KPU Tangsel dan Nasib Pilkada 2020...

Megapolitan
Cerita LHI Mengalami Kekerasan Seksual Saat Rapid Test di Bandara Soekarno-Hatta

Cerita LHI Mengalami Kekerasan Seksual Saat Rapid Test di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X