Ormas Mengaku Setor ke Pemkot Bekasi Hasil Kelola Parkir Minimarket

Kompas.com - 05/11/2019, 13:00 WIB
Kepala Bapenda Kota Bekasi Aan Suhanda (kemeja putih) ketika menemui ormas yang berunjuk rasa ormas di SPBU Narogong, Rawalumbu, 23 Oktober 2019 lalu.
Media sosialKepala Bapenda Kota Bekasi Aan Suhanda (kemeja putih) ketika menemui ormas yang berunjuk rasa ormas di SPBU Narogong, Rawalumbu, 23 Oktober 2019 lalu.

BEKASI, KOMPAS.com — Ketua ormas GIBAS Kota Bekasi Deni M Ali mengatakan, anggota ormasnya menjadi juru parkir (jukir) resmi di minimarket setelah mendapatkan penugasan dari Dispenda (sekarang Badan Pendapatan Daerah) Kota Bekasi.

Kerja tersebut, kata Deni, terlebih dulu menyesuaikan dengan aturan Bapenda. Selain itu, ia mengklaim anggotanya mengelola parkir secara sukarela tanpa mematok tarif.

“Dari Bapenda, jukir-jukir ini sudah di-training, dalam arti dikasih pengarahan bahwa mereka harus berpakaian sopan, rambut sopan, dikasih rompi juga, sebelum mereka jadi jukir,” ucap Deni kepada Kompas.com di Polres Metro Bekasi Kota, Senin (4/11/2019) malam.

“Kita ingin membantu ketertiban, kebersihan, keamanan. Kita tidak memaksakan tarif parkir, ini sukarela, dikasih syukur, enggak dikasih enggak apa-apa,” ia menambahkan.

Baca juga: Viral Minta Jatah Parkir Minimarket, Ormas di Bekasi Minta Maaf

Deni menyebut bahwa setiap bulan ada penarikan dari hasil pengelolaan parkir minimarket ini oleh Bapenda. Jumlahnya tidak jelas, tergantung situasi.

“Memang terkait penarikan retribusi (oleh Bapenda) ini kan tergantung antara ramai atau tidaknya, tidak tetap, tidak flat. Ada yang ramai, ada yang sepi, ada yang Rp 300.000, ada yang Rp 400.000 per bulan,” kata Deni.

“Tidak (digaji). Hanya retribusi, misalnya sebulan berapa (sisa dari setoran), tergantung ramai atau tidaknya,” kata dia.

Baca juga: Ribut Ormas Minta Jatah Parkir Minimarket di Bekasi Dipicu Surat Tugas Pemkot

Dikonfirmasi terpisah, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi membenarkan bahwa ada setoran masuk dari penarikan parkir minimarket oleh anggota ormas itu ke kas daerah.

"Kalau setor, berarti masuk ke kas daerah," ujar Rahmat di kantornya kepada Kompas.com, Selasa (5/11/2019) siang.

"Tetap masuk kas daerah. Berapanya yang masuk (tanya) ke Bapenda, saya enggak ngurusin yang begitu," katanya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemotor Tewas Tertimpa Besi Pembangunan Tol, Ternyata Sekuriti Proyek Tersebut

Pemotor Tewas Tertimpa Besi Pembangunan Tol, Ternyata Sekuriti Proyek Tersebut

Megapolitan
Pradi Harap KPU Siasati Jam Kedatangan Pemilih ke TPS Pilkada Depok

Pradi Harap KPU Siasati Jam Kedatangan Pemilih ke TPS Pilkada Depok

Megapolitan
Uang Hasil Penipuan Tersangka Pelecehan di Bandara Soetta Dikirim ke Ibunya

Uang Hasil Penipuan Tersangka Pelecehan di Bandara Soetta Dikirim ke Ibunya

Megapolitan
Hotel Khusus Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 Tak Akan Buka Penginapan untuk Umum

Hotel Khusus Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 Tak Akan Buka Penginapan untuk Umum

Megapolitan
Pradi Berharap Ada Kelonggaran Pemasangan Alat Peraga Kampanye di Pilkada Depok

Pradi Berharap Ada Kelonggaran Pemasangan Alat Peraga Kampanye di Pilkada Depok

Megapolitan
Walkot Bekasi Akan Tes Swab Karyawan Kafe Broker jika Ditemukan Kasus Positif Covid-19

Walkot Bekasi Akan Tes Swab Karyawan Kafe Broker jika Ditemukan Kasus Positif Covid-19

Megapolitan
Pesepeda Jadi Korban Pelecehan Seksual Remas Payudara di Bintaro Tangsel

Pesepeda Jadi Korban Pelecehan Seksual Remas Payudara di Bintaro Tangsel

Megapolitan
Pemerintah Pakai Ibis Style dan U Stay Jadi Tempat Isolasi Mandiri Pasien Covid-19

Pemerintah Pakai Ibis Style dan U Stay Jadi Tempat Isolasi Mandiri Pasien Covid-19

Megapolitan
Pilkada Depok di Tengah Pandemi, Imam Budi: KPU Tegas Saja Larang Tatap Muka!

Pilkada Depok di Tengah Pandemi, Imam Budi: KPU Tegas Saja Larang Tatap Muka!

Megapolitan
Polisi: Tersangka Pelecehan di Bandara Soetta Mengaku Baru Beraksi Sekali

Polisi: Tersangka Pelecehan di Bandara Soetta Mengaku Baru Beraksi Sekali

Megapolitan
Polisi Bakal Tindak Tegas Balap Liar Mobil di Senayan

Polisi Bakal Tindak Tegas Balap Liar Mobil di Senayan

Megapolitan
Temanco, Komunitas Penyintas Covid-19 di Bogor yang Kini Terjun Jadi Relawan

Temanco, Komunitas Penyintas Covid-19 di Bogor yang Kini Terjun Jadi Relawan

Megapolitan
Pilkada Depok di Tengah Pandemi Covid-19, Pradi Supriatna Klaim Siap Kampanye Online

Pilkada Depok di Tengah Pandemi Covid-19, Pradi Supriatna Klaim Siap Kampanye Online

Megapolitan
Seorang Pengedar Mengaku Beli Sabu-sabu 50 Gram dari Bandar di Lapas

Seorang Pengedar Mengaku Beli Sabu-sabu 50 Gram dari Bandar di Lapas

Megapolitan
Bermodal Kader PKS Militan di Depok, Imam Budi Bakal Gerus Suara Dukungan Pradi

Bermodal Kader PKS Militan di Depok, Imam Budi Bakal Gerus Suara Dukungan Pradi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X