Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kriteria Program Penataan Kampung Kumuh Diambil dari Data BPS 2017

Kompas.com - 07/11/2019, 07:05 WIB
Singgih Wiryono,
Irfan Maullana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Program penataan kampung kumuh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman DKI Jakarta menggunakan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta tahun 2017 untuk menentukan pemilihan wilayah kumuh.

Kepala Suku Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Jakarta Selatan Herry Purnama menjelaskan, data tersebut memuat indikator penilaian sebuah wilayah rukun warga (RW) disebut kumuh.

"Datanya ada 11 indikator," ucapnya kepada Kompas.com dalam wawancara per telepon, Rabu (6/11/2019).

Baca juga: Menelusuri RW 05 Menteng Atas yang Disebut Kampung Kumuh...

Sebelas indikator tersebut antara lain.

1. Tingkat Kepadatan Penduduk

2. Tata Letak Bangunan

3. Konstruksi Bangunan dan Tempat Tinggal

4. Keadaan Fentilasi Bangunan Tempat Tinggal

5. Pemanfaatan Lahan untuk Bangunan

6. Keadaan Jalan

7. Keadaan Drainase

8. Tempat Buang Air Besar

9. Pengangkutan Sampah

10. Cara Membuang Sampah

11. Penerangan Jalan

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Amarah Suami karena Api Cemburu di Tambora, Cekik dan Bekap Sang Istri Pakai Bantal hingga Tewas

Amarah Suami karena Api Cemburu di Tambora, Cekik dan Bekap Sang Istri Pakai Bantal hingga Tewas

Megapolitan
Polisi Ungkap Gathan Saleh Tembakkan 3 Peluru ke Arah Temannya di Jatinegara

Polisi Ungkap Gathan Saleh Tembakkan 3 Peluru ke Arah Temannya di Jatinegara

Megapolitan
Gathan Saleh Dua Kali Mangkir Pemeriksaan Kasus Penembakan di Jatinegara

Gathan Saleh Dua Kali Mangkir Pemeriksaan Kasus Penembakan di Jatinegara

Megapolitan
Jakarta Diguyur Hujan, Jalan S Parman-Semanggi Macet

Jakarta Diguyur Hujan, Jalan S Parman-Semanggi Macet

Megapolitan
Pemkab Bekasi Bantu Biayai Pengobatan Wanita yang Terseret Maling Motor

Pemkab Bekasi Bantu Biayai Pengobatan Wanita yang Terseret Maling Motor

Megapolitan
Tiba di Polda Metro, Rektor Universitas Pancasila Bantah Lecehkan Stafnya

Tiba di Polda Metro, Rektor Universitas Pancasila Bantah Lecehkan Stafnya

Megapolitan
Kepsek SMA Swasta di Serpong Tidak Hadiri Pemeriksaan Kasus Perundungan 'Geng Tai'

Kepsek SMA Swasta di Serpong Tidak Hadiri Pemeriksaan Kasus Perundungan "Geng Tai"

Megapolitan
'Real Count' Pileg DPR di DKI Data 55,58 Persen: PKS, PDIP dan Gerindra Masih Unggul

"Real Count" Pileg DPR di DKI Data 55,58 Persen: PKS, PDIP dan Gerindra Masih Unggul

Megapolitan
26 Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir akibat Hujan, Ini Daftar Lokasinya

26 Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir akibat Hujan, Ini Daftar Lokasinya

Megapolitan
'Real Count' KPU Pilpres 2024 di Jakarta Data 71,96 Persen: Prabowo-Gibran Unggul Tipis dari Anies-Muhaimin

"Real Count" KPU Pilpres 2024 di Jakarta Data 71,96 Persen: Prabowo-Gibran Unggul Tipis dari Anies-Muhaimin

Megapolitan
Masjid Agung Bogor Bakal Diresmikan Maret 2024

Masjid Agung Bogor Bakal Diresmikan Maret 2024

Megapolitan
Pembangunan Masjid Agung Bogor Ditargetkan Selesai Hari Ini

Pembangunan Masjid Agung Bogor Ditargetkan Selesai Hari Ini

Megapolitan
Polisi Bakal Umumkan Tersangka Kasus Perundungan di SMA Swasta di Serpong

Polisi Bakal Umumkan Tersangka Kasus Perundungan di SMA Swasta di Serpong

Megapolitan
'Real Count' Pileg DPD RI di Jakarta Data 62,29 Persen: Fahira Idris dan Happy Djarot Unggul Sementara

"Real Count" Pileg DPD RI di Jakarta Data 62,29 Persen: Fahira Idris dan Happy Djarot Unggul Sementara

Megapolitan
11 Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir Pagi Ini, Ketinggian Air 10-40 Cm

11 Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir Pagi Ini, Ketinggian Air 10-40 Cm

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com