Tertangkap Saat Kabur, Pembobol ATM Dikeroyok Warga di Bekasi

Kompas.com - 19/01/2020, 14:58 WIB
Darwinsyah (36), pelaku diduga pembobol ATM di daerah Koja, Jakarta Utara, yang dikeroyok massa di Jalan Raya Pertigaan, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Sabtu (18/1/2020), karena berusaha melarikan diri. Dokumentasi Humas Polres Metro BekasiDarwinsyah (36), pelaku diduga pembobol ATM di daerah Koja, Jakarta Utara, yang dikeroyok massa di Jalan Raya Pertigaan, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Sabtu (18/1/2020), karena berusaha melarikan diri.
Penulis Dean Pahrevi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pria bernama Darwinsyah (36), orang yang diduga pembobol ATM diamankan polisi di Jalan Raya Pertigaan, Kampung Bojong, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Sabtu (18/1/2020) sore.

Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kompol Sunardi mengatakan, sebelum diamankan polisi, Darwinsyah lebih dahulu ditangkap dan dikeroyok massa di TKP karena ketahuan membobol ATM di daerah Koja, Jakarta Utara.

Berdasarkan keterangan pelaku, awalnya pelaku bersama tiga rekannya membobol ATM BNI di daerah Koja. Lalu, aksinya tersebut diketahui dua karyawan vendor ATM tersebut.

"Kemudian kedua orang saksi selaku vendor pemeliharaan ATM BNI tersebut mengikuti para pelaku yang kabur ke arah Tarumajaya," kata Sunardi dalam keterangannya, Minggu (19/1/2020).

Kedua saksi terus mengejar para pelaku. Saat tiba di TKP, kedua saksi meneriaki para pelaku.

Darwinsyah panik dan turun dari sepeda motornya untuk melarikan diri. Dia tertangkap warga sekitar dan sempat dikeroyok.

"Para pelaku panik dan pelaku Darwinsyah tersebut loncat dari sepeda motor dan berusaha lari sehingga dikejar dan ditangkap kedua saksi dan para warga, sedangkan ketiga pelaku yang lain berhasil kabur," ujar Sunardi.

Anggota patroli Polsek Tarumajaya yang sedang melintas di sekitar TKP langsung mengamankan pelaku dan membawanya ke Mapolsek Tarumajaya.

Saat ini jajaran Polsek Tarumajaya tengah berkoordinasi dengan Polsek Koja guna menyelidiki kasus tersebut dan menangkap pelaku lainnya yang kabur.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Depok di Ambang Kewalahan Tangani Covid-19?

Depok di Ambang Kewalahan Tangani Covid-19?

Megapolitan
Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

Megapolitan
Begini Pembatasan Operasional Kendaraan Pribadi Selama PSBB di Jakarta

Begini Pembatasan Operasional Kendaraan Pribadi Selama PSBB di Jakarta

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

Megapolitan
PT KAI Akan Kembalikan Penuh Biaya Tiket Penumpang Kereta yang Kena Dampak PSBB Jakarta

PT KAI Akan Kembalikan Penuh Biaya Tiket Penumpang Kereta yang Kena Dampak PSBB Jakarta

Megapolitan
Selama PSBB, Penggunaan Kendaraan Pribadi Hanya untuk Beli Kebutuhan Pokok

Selama PSBB, Penggunaan Kendaraan Pribadi Hanya untuk Beli Kebutuhan Pokok

Megapolitan
BMKG: Siang Nanti Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan

BMKG: Siang Nanti Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan

Megapolitan
Selama PSBB, Hanya Ada 7 Keberangkatan Kereta Jarak Jauh dari Jakarta

Selama PSBB, Hanya Ada 7 Keberangkatan Kereta Jarak Jauh dari Jakarta

Megapolitan
Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

Megapolitan
Selain Jam Operasional, Jumlah Penumpang di KRL Juga Dibatasi Selama PSBB

Selain Jam Operasional, Jumlah Penumpang di KRL Juga Dibatasi Selama PSBB

Megapolitan
Selama PSBB Jakarta, Penumpang Mobil Pribadi Dibatasi Hanya 50 Persen

Selama PSBB Jakarta, Penumpang Mobil Pribadi Dibatasi Hanya 50 Persen

Megapolitan
Semua Fasilitas Umum Ditutup Selama PSBB di Jakarta, Tak Boleh Ada Kerumunan

Semua Fasilitas Umum Ditutup Selama PSBB di Jakarta, Tak Boleh Ada Kerumunan

Megapolitan
Selama PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Hanya Boleh Diisi Penumpang 50 Persen

Selama PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Hanya Boleh Diisi Penumpang 50 Persen

Megapolitan
Anies: PSBB Keputusan Besar, tetapi Bukan Keputusan yang Berat

Anies: PSBB Keputusan Besar, tetapi Bukan Keputusan yang Berat

Megapolitan
Selama PSBB, Anies Minta Kegiatan Ibadah dan Keagamaan Dilakukan di Rumah

Selama PSBB, Anies Minta Kegiatan Ibadah dan Keagamaan Dilakukan di Rumah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X