Kompas.com - 05/02/2020, 19:35 WIB
Lea (merah jambu), penyedia jasa sound system yang jadi korban dugaan penggelapan dana oleh Pandamanda, wedding organizer di Depok, Jawa Barat, Rabu (5/2/2020). KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANLea (merah jambu), penyedia jasa sound system yang jadi korban dugaan penggelapan dana oleh Pandamanda, wedding organizer di Depok, Jawa Barat, Rabu (5/2/2020).

DEPOK, KOMPAS.com - Beberapa orang mendadak muncul di Mapolres Metro Depok, Jawa Barat ketika polisi menggelar konferensi pers penangkapan AS, pemilik wedding organizer Pandamanda, Rabu (5/2/2020) sore.

Lea Ghozal, salah satu di antaranya mengaku, ia datang ke Mapolres Metro Depok hendak menemui AS yang diberitakan sudah ditangkap sejak Senin (3/2/2020).

Pasalnya, Lea adalah salah satu korban dugaan penipuan dana oleh Pandamanda.

"Saya datang mewakili grup vendor-vendor korban (Pandamanda)," ujar Lea kepada wartawan, Rabu sore.

Baca juga: Fakta Penipuan Wedding Organizer Pandamanda di Depok, Puluhan Pengantin Jadi Korban...

Lea yang merupakan penyedia (vendor) jasa sound system pernikahan bilang, ia tergabung bersama belasan vendor lain yang juga mengaku tak dibayar atau sering telat dibayar oleh Pandamanda.

Dalam grup tersebut, kata Lea, ada vendor MC hingga make up yang jadi korban Pandamanda.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka kerap ada di lokasi pesta pernikahan yang sama, pesta pernikahan yang digelar Pandamanda.

Baca juga: Pemilik Wedding Organizer Bodong Pandamanda Pakai Uang Kliennya untuk Cicil Rumah 2 Lantai

"Saya sendiri belum dibayarkan (untuk sewa sound system pernikahan) di Cikarang, Cengkareng, dan di Bella Vista (Bekasi). Paketannya Rp 2 jutaan. Jadi totalnya Pandamanda utang ke saya Rp 6,2 juta," jelas Lea.

"Itu harga paket untuk 2.000 watt. Kecil gedungnya," ia menambahkan.

Lea mengaku sudah memasuki tahun kedua bekerja sama dengan Pandamanda. Belakangan, telat bayar oleh AS semakin parah hingga gagal bayar sewa sound system di tiga helatan pernikahan terakhir.

Akibatnya, ia mesti menalangi gaji para penyanyi dan pemusik menggunakan dana hasil kerja sama dengan wedding organizer lain.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Pungli di Tanjung Priok, Penyelenggara Jasa Pelabuhan Diminta Perketat Pengawasan

Cegah Pungli di Tanjung Priok, Penyelenggara Jasa Pelabuhan Diminta Perketat Pengawasan

Megapolitan
Uji Coba Lintasan Road Bike di JLNT Tetap Berlanjut meski Rambu Pengecualian Dicopot

Uji Coba Lintasan Road Bike di JLNT Tetap Berlanjut meski Rambu Pengecualian Dicopot

Megapolitan
UPDATE 13 Juni: Bertambah 76, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang jadi 10.001

UPDATE 13 Juni: Bertambah 76, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang jadi 10.001

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak Lagi, 2.769 Orang Positif Hari Ini

Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak Lagi, 2.769 Orang Positif Hari Ini

Megapolitan
Anji Ditangkap Polisi Saat Sendirian di Rumah Kawasan Cibubur

Anji Ditangkap Polisi Saat Sendirian di Rumah Kawasan Cibubur

Megapolitan
Musisi Berinisial EAP alias AN Ditangkap, Polisi Temukan Barang Bukti Ganja

Musisi Berinisial EAP alias AN Ditangkap, Polisi Temukan Barang Bukti Ganja

Megapolitan
Anies Targetkan Jakarta Capai Imunitas Kolektif Saat Hari Kemerdekaan

Anies Targetkan Jakarta Capai Imunitas Kolektif Saat Hari Kemerdekaan

Megapolitan
Tenteng Celurit Sambil 'Live' Instagram, Dua Anggota Geng Motor Ditangkap

Tenteng Celurit Sambil "Live" Instagram, Dua Anggota Geng Motor Ditangkap

Megapolitan
Pemprov DKI Diusulkan Atur Lintasan Road Bike di JLNT Casablanca dalam Pergub

Pemprov DKI Diusulkan Atur Lintasan Road Bike di JLNT Casablanca dalam Pergub

Megapolitan
Musisi Berinisial AN Ditangkap Polisi Terkait Narkoba

Musisi Berinisial AN Ditangkap Polisi Terkait Narkoba

Megapolitan
Anies Baswedan: DKI Jakarta Paling Transparan soal Penanganan Kasus Covid-19

Anies Baswedan: DKI Jakarta Paling Transparan soal Penanganan Kasus Covid-19

Megapolitan
Petugas PJLP Pertamanan DKI Ditangkap Polisi karena Menjambret

Petugas PJLP Pertamanan DKI Ditangkap Polisi karena Menjambret

Megapolitan
Meningkat Setiap Pekan, Dishub DKI Sebut Ada 4.005 Pesepeda Melintas di JLNT Casablanca

Meningkat Setiap Pekan, Dishub DKI Sebut Ada 4.005 Pesepeda Melintas di JLNT Casablanca

Megapolitan
Janjian lewat Medsos, Dua Kelompok Pemuda Tawuran di Pulogadung, Satu Nyawa Melayang

Janjian lewat Medsos, Dua Kelompok Pemuda Tawuran di Pulogadung, Satu Nyawa Melayang

Megapolitan
Dishub DKI Sebut Uji Coba Lintasan Road Bike JLNT Casablanca Masih Berlanjut

Dishub DKI Sebut Uji Coba Lintasan Road Bike JLNT Casablanca Masih Berlanjut

Megapolitan

Video Rekomendasi

komentar di artikel lainnya
Close Ads X