Polisi Tangkap 3 Perampok Toko Ekspedisi di Cipayung

Kompas.com - 17/02/2020, 23:23 WIB
Toko jasa pengiriman barang di Jalan Raya Setu, Cipayung, Jakarta Timur, yang dirampok komplotan bersenjata api, Jumat (14/2/2020). KOMPAS.COM/DEAN PAHREVIToko jasa pengiriman barang di Jalan Raya Setu, Cipayung, Jakarta Timur, yang dirampok komplotan bersenjata api, Jumat (14/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Komplotan perampok yang beraksi di kios ekspedisi barang di Kelurahan Setu, Jumat (14/2/2020), ditangkap jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Kanit Reskrim Polsek Cipayung AKP Esti Budi Setyanta mengatakan, tiga pelaku ditangkap tak lama usai mereka beraksi pukul 02.30 WIB.

"Katanya malam itu sudah ditangkap Polda (Metro Jaya) dan yang menangani Polda langsung," kata Budi di Cipayung, Jakarta Timur, Senin (17/2/2020), seperti dikutip Tribun Jakarta.

Namun, dia tak membeberkan identitas dan bagaimana kronologi penangkapan pelaku yang beraksi menggunakan pistol dan celurit.

Budi hanya menyebut berkas yang dilaporkan ke Unit Reskrim Polsek Cipayung sudah dilimpah ke Polda Metro Jaya.

"Berkas sudah dilimpah ke Ditreskrimum Polda Metro Jaya, kasusnya sekarang ditangani Polda," ujarnya.

Baca juga: Kronologi Perampokan Toko Jasa Pengiriman Barang di Cipayung, Pelaku Bersenjata Api dan Bawa Celurit

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus enggan membeberkan kronologi penangkapan tiga pelaku.

Yusri hanya menyebut bakal menggelar jumpa pers terkait penangkapan pelaku yang aksinya tersorot CCTV.

"Besok lah kita rilis," tutur Yusri.

Sebelumnya, aksi perampokan itu terekam kamera CCTV dan viral di media sosial Instagram.

Angki Angriawan (26), salah satu karyawan toko sekaligus korban mengatakan bahwa perampokan terjadi pada pukul 02.30 WIB.

Baca juga: Oknum Polisi Ditangkap, Disangka Hendak Curi Baterai BTS di Halim

Saat itu dia beserta keempat teman lainnya sedang bersantai di dalam toko usai bekerja.

"Tiba-tiba mereka (pelaku) langsung masuk, yang satu nodong saya pakai pistol. Minta handphone dan suruh kami jangan teriak, jangan berisik," kata Angki di lokasi, Jumat.

Angki menjelaskan bahwa pelaku berjumlah tiga orang menggunakan satu sepeda motor.

"Satu orang tunggu di luar, dua orang masuk ke dalam bawa pistol dan celurit, mereka langsung ambil handphone kita," ujar Angki. 

Selain itu, pelaku juga merampas tas milik salah satu karyawan dan menemukan kunci motor. Pelaku pun juga merampas satu sepeda motor milik korban.

"Kita langsung disuruh masuk ke ruang pelayanan, pintu ditutup. Merek langsung pergi. Kisaran 15 menit lah mereka dari datang sampai pergi," ujar Angki.

Adapun pelaku merampas empat unit handphone dan satu buah sepeda motor milik korban.

"Mereka langsung kabur ke arah Cilangkap, kami sempat kejar pakai mobil operasional tapi tidak dapat. Kami juga sudah lapor ke polsek," ujar Angki.

 

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul "Polisi Bekuk 3 Garong Bersenjata Api dan Celurit yang Satroni Kios Ekspedisi di Cipayung."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER JABODETABEK] Pencuri Motor Diseret dan Diamuk Massa | Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Wajib Bawa Tes PCR

[POPULER JABODETABEK] Pencuri Motor Diseret dan Diamuk Massa | Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Wajib Bawa Tes PCR

Megapolitan
Dua Buaya Peliharaan di Kemayoran Diamankan, Pemiliknya Menangis Saat Evakuasi

Dua Buaya Peliharaan di Kemayoran Diamankan, Pemiliknya Menangis Saat Evakuasi

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Baru 51,3 Persen dari Target

Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Baru 51,3 Persen dari Target

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Dibuka, Pengelola Terapkan Screening Berlapis Lewat Aplikasi PeduliLindungi

Taman Margasatwa Ragunan Dibuka, Pengelola Terapkan Screening Berlapis Lewat Aplikasi PeduliLindungi

Megapolitan
Hendak Selundupkan Sabu di Pesawat, Seorang Pria di Kota Tangerang Ditangkap Polisi

Hendak Selundupkan Sabu di Pesawat, Seorang Pria di Kota Tangerang Ditangkap Polisi

Megapolitan
Ajak Kerja Sama Antardaerah, Anies: Indonesia Terlalu Besar untuk Bekerja Sendiri-sendiri

Ajak Kerja Sama Antardaerah, Anies: Indonesia Terlalu Besar untuk Bekerja Sendiri-sendiri

Megapolitan
UPDATE 21 Oktober: Bertambah 7 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel

UPDATE 21 Oktober: Bertambah 7 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
TransJakarta Buka Kembali Empat Rute Layanan

TransJakarta Buka Kembali Empat Rute Layanan

Megapolitan
Sebelum Ditangkap, Tiga Pengedar di Bekasi Sudah Jual 60 Kilogram Ganja

Sebelum Ditangkap, Tiga Pengedar di Bekasi Sudah Jual 60 Kilogram Ganja

Megapolitan
Pemprov DKI Kirim Surat ke Kedubes RI di Turki Terkait Rencana Penamaan Jalan Ataturk

Pemprov DKI Kirim Surat ke Kedubes RI di Turki Terkait Rencana Penamaan Jalan Ataturk

Megapolitan
Memasuki Musim Hujan, PUPR Kota Tangerang Normalisasi Drainase hingga Sungai

Memasuki Musim Hujan, PUPR Kota Tangerang Normalisasi Drainase hingga Sungai

Megapolitan
Antisipasi Banjir di Kemang, Kelurahan Bangka Pastikan Pompa Air Berfungsi Baik

Antisipasi Banjir di Kemang, Kelurahan Bangka Pastikan Pompa Air Berfungsi Baik

Megapolitan
Pemprov DKI: Kita Akan Hidup Berdampingan dengan Covid-19, Bukan Berdamai

Pemprov DKI: Kita Akan Hidup Berdampingan dengan Covid-19, Bukan Berdamai

Megapolitan
Banting Mahasiswa hingga Kejang, Brigadir NP Dimutasi jadi Bintara Tanpa Jabatan

Banting Mahasiswa hingga Kejang, Brigadir NP Dimutasi jadi Bintara Tanpa Jabatan

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka, Hanya 15.000 Orang yang Bisa Masuk

Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka, Hanya 15.000 Orang yang Bisa Masuk

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.