Hari Peduli Sampah, Anies Minta Masyarakat Ubah Pola Pikir Tentang Sampah

Kompas.com - 21/02/2020, 10:31 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menghadiri Hari Peringatan Peduli Sampah Nasional di Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat, Jumat (21/2/2020) KOMPAS.COM/RYANA ARYADITA UMASUGIGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menghadiri Hari Peringatan Peduli Sampah Nasional di Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat, Jumat (21/2/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta masyarakat mengubah pola pikir tentang sampah.

Hal ini disampaikan Anies saat menghadiri peringatan hari peduli sampah nasional (HPSN), di Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat, Jumat (21/2/2020).

Menurut Anies, masyarakat kerap berpikir bahwa sampah tidak penting. Padahal justru sebaliknya.

Baca juga: Petugas UPK Badan Air Temukan Jenazah Saat Bersihkan Sampah di Waduk Pluit

"Sampah itu kita tempatkan seperti pemahaman kita tentang sampah, sampah itu tidak penting. Yang harus kita bangun di Jakarta adalah perubahan mindset. Dalam kegiatan kita ada yang diambil ada yang sisa namanya residu, residu bisa diolah," ucap Anies dalam sambutannya.

Anies mengungkapkan, di DKI Jakarta dalam satu hari masyarakat memproduksi 7.600 ton sampah.

Sampah tersebut rata-rata langsung dibuang masyarakat ke tempat sampah dan diangkut oleh petugas dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta

Padahal sebagian sampah bisa diolah oleh masyarakat baik di rumah maupun di lingkungan tempat tinggal.

"Kita di Jakarta lumayan aktif memproduksi residu per hari diangkut LH 7600 ton sisa. Sebagian sisa sebenarnya bisa digunakan kembali tapi kita mindsetnya yang sisa tidak bisa digunakan maka kita buang," jelasnya.

Baca juga: Jakpro Tentukan Tipping Fee Sampah di ITF Sunter, Rp 583 Ribu Per Ton

Ia pun meminta agar masyarakat mau mulai mengolah sampah yang masih bisa diolah.

"Maunya kita ambil pisang tapi kulitnya orang lain yang urus. Sekarang kita ubah kulitnya kita urus sama-sama. Kita yang gunakan produk kita yang urus sisanya," tutup Anies.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Kerumunan di Petamburan, Polda Metro Periksa Rizieq Shihab 1 Desember

Kasus Kerumunan di Petamburan, Polda Metro Periksa Rizieq Shihab 1 Desember

Megapolitan
UPDATE 29 November: Kasus Aktif di DKI Jadi 9.947 Orang

UPDATE 29 November: Kasus Aktif di DKI Jadi 9.947 Orang

Megapolitan
Mulai Hari Ini, PT KAI Daop 1 Buka Pemesanan Tiket Jarak Jauh untuk 43 KA

Mulai Hari Ini, PT KAI Daop 1 Buka Pemesanan Tiket Jarak Jauh untuk 43 KA

Megapolitan
Polda Metro Layangkan Surat Pemanggilan Rizieq Shihab Terkait Kerumunan di Petamburan

Polda Metro Layangkan Surat Pemanggilan Rizieq Shihab Terkait Kerumunan di Petamburan

Megapolitan
Menyoal Rizieq Shihab yang Tinggalkan RS Diam-diam dari Segi Aturannya

Menyoal Rizieq Shihab yang Tinggalkan RS Diam-diam dari Segi Aturannya

Megapolitan
Positif Covid-19, Wagub DKI Tertular dari Staf Pribadinya

Positif Covid-19, Wagub DKI Tertular dari Staf Pribadinya

Megapolitan
Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

Megapolitan
Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

Megapolitan
UPDATE 29 November: Tambah 49 Kasus Baru, Covid-19 di Kabupaten Bekasi Jadi 6.807

UPDATE 29 November: Tambah 49 Kasus Baru, Covid-19 di Kabupaten Bekasi Jadi 6.807

Megapolitan
Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi: Sudah Sakit 4 Hari Sebelumnya

Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi: Sudah Sakit 4 Hari Sebelumnya

Megapolitan
Balita Meninggal saat Dibawa Mengemis, Polisi Sebut Tak Temukan Tanda-tanda Kekerasan

Balita Meninggal saat Dibawa Mengemis, Polisi Sebut Tak Temukan Tanda-tanda Kekerasan

Megapolitan
Bantah Rizieq Shihab Kabur dari RS, FPI: Bodoh Akut yang Bicara!

Bantah Rizieq Shihab Kabur dari RS, FPI: Bodoh Akut yang Bicara!

Megapolitan
Polemik Pasca Rizieq Shihab di Tanah Air: 7 Pejabat Dicopot, Klaster Covid-19, hingga Tindak Pidana

Polemik Pasca Rizieq Shihab di Tanah Air: 7 Pejabat Dicopot, Klaster Covid-19, hingga Tindak Pidana

Megapolitan
FPI Benarkan Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi Bogor dan Tak Lagi Dirawat

FPI Benarkan Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi Bogor dan Tak Lagi Dirawat

Megapolitan
Janji Anies dan Kritik soal Syarat NIK dan KK pada Smart E-budgeting

Janji Anies dan Kritik soal Syarat NIK dan KK pada Smart E-budgeting

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X