Polisi Tangkap 8 Remaja yang Diduga Hendak Tawuran di Daerah Jelambar

Kompas.com - 22/02/2020, 21:04 WIB
8 remaja yang ditangkap oleh polisi karena diduga akan tawuran, kini mereka diamankan di Polsek Tanjung Duren, Jakarta Barat, Sabtu (22/2/2020) Dok. Humas Polres Jakarta Barat 8 remaja yang ditangkap oleh polisi karena diduga akan tawuran, kini mereka diamankan di Polsek Tanjung Duren, Jakarta Barat, Sabtu (22/2/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Delapan remaja diamankan oleh Tim Pemburu Preman (TPP) Polres Metro Jakarta Barat di Jalan Daan mogot, depan Monggo Mas Jakarta Barat, Sabtu (22/02/2002) dini hari.

TPP pimpinan Briptu Helmy mengamankan 8 remaja yang disinyalir terlibat dalam gangster yang kerap melakukan tawuran di sekitar Jelambar.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi mengatakan, penangkapan 8 remaja adalah operasi rutin anggota TPP

"Penangkapan yang dilakukan terhadap terduga gangster merupakan operasi rutin anggotanya untuk mencegah terjadinya tindakan kejahatan jalanan seperti C3 (curas, curat dan curanmor) serta antisipasi tawuran pada malam hari," kata Arsya, Sabtu (22/2/2020).

Baca juga: Dugaan Penyebab Remaja di Magetan Nekat Curi Motor Milik Ustaz

Terbukti, saat diamankan dan digeledah seluruh barang bawaan dan sepeda motornya, ditemukan empat senjata tajam jenis celurit dan satu besi runcing bergagang yang diduga akan digunakan saat tawuran.

"Saat dilakukan penggeledahan badan terhadap 8 pemuda tersebut ternyata ditemukan beberapa senjata tajam," ucap Arsya.

Kini 8 remaja itu dibawa ke Mapolsek Tanjung Duren Polres Metro Jakarta Barat guna dilakukan proses penyidikan.

”Pelaku berikut barang bukti kita amankan dan diserahkan ke Polsek Tanjung Duren guna pemeriksaan lebih lanjut,” ucap Arsya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Depok di Ambang Kewalahan Tangani Covid-19?

Depok di Ambang Kewalahan Tangani Covid-19?

Megapolitan
Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

Megapolitan
Begini Pembatasan Operasional Kendaraan Pribadi Selama PSBB di Jakarta

Begini Pembatasan Operasional Kendaraan Pribadi Selama PSBB di Jakarta

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

Megapolitan
PT KAI Akan Kembalikan Penuh Biaya Tiket Penumpang Kereta yang Kena Dampak PSBB Jakarta

PT KAI Akan Kembalikan Penuh Biaya Tiket Penumpang Kereta yang Kena Dampak PSBB Jakarta

Megapolitan
Selama PSBB, Penggunaan Kendaraan Pribadi Hanya untuk Beli Kebutuhan Pokok

Selama PSBB, Penggunaan Kendaraan Pribadi Hanya untuk Beli Kebutuhan Pokok

Megapolitan
BMKG: Siang Nanti Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan

BMKG: Siang Nanti Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan

Megapolitan
Selama PSBB, Hanya Ada 7 Keberangkatan Kereta Jarak Jauh dari Jakarta

Selama PSBB, Hanya Ada 7 Keberangkatan Kereta Jarak Jauh dari Jakarta

Megapolitan
Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

Megapolitan
Selain Jam Operasional, Jumlah Penumpang di KRL Juga Dibatasi Selama PSBB

Selain Jam Operasional, Jumlah Penumpang di KRL Juga Dibatasi Selama PSBB

Megapolitan
Selama PSBB Jakarta, Penumpang Mobil Pribadi Dibatasi Hanya 50 Persen

Selama PSBB Jakarta, Penumpang Mobil Pribadi Dibatasi Hanya 50 Persen

Megapolitan
Semua Fasilitas Umum Ditutup Selama PSBB di Jakarta, Tak Boleh Ada Kerumunan

Semua Fasilitas Umum Ditutup Selama PSBB di Jakarta, Tak Boleh Ada Kerumunan

Megapolitan
Selama PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Hanya Boleh Diisi Penumpang 50 Persen

Selama PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Hanya Boleh Diisi Penumpang 50 Persen

Megapolitan
Anies: PSBB Keputusan Besar, tetapi Bukan Keputusan yang Berat

Anies: PSBB Keputusan Besar, tetapi Bukan Keputusan yang Berat

Megapolitan
Selama PSBB, Anies Minta Kegiatan Ibadah dan Keagamaan Dilakukan di Rumah

Selama PSBB, Anies Minta Kegiatan Ibadah dan Keagamaan Dilakukan di Rumah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X