Ragam Pernyataan Anies soal Banjir Jakarta: Fokus Kerja Setelah Terendam hingga Keliling Bawa Toa

Kompas.com - 27/02/2020, 08:35 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Pintu Air Manggarai, Jakarta Pusat, Selasa (25/2/2020) KOMPAS.COM/RYANA ARYADITAGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Pintu Air Manggarai, Jakarta Pusat, Selasa (25/2/2020)
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Banjir sudah berulang kali melanda sejumlah wilayah Jakarta sejak awal 2020.

Banjir pertama kali terjadi pada 1 Januari 2020, akibat hujan lebat yang mengguyur Jakarta sejak malam pergantian tahun. Banjir diperparah dengan adanya aliran air dari hulu di Bogor.

Ada 390 RW di Jakarta yang terendam banjir saat itu.

Setelah rentetan banjir, Ibu Kota kembali terendam banjir pada Selasa (25/2/2020). Saat itu, hujan deras sejak Senin malam hingga Selasa pagi.

Tercatat ada 294 RW yang terendam banjir.

Baca juga: Gubernur Anies: Lebih dari 200 RW Terdampak Banjir

Di tengah rentetan banjir, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan kebijakannya terkait pencegahan banjir selalu menjadi sorotan.

Namun, Anies lebih sering irit bicara saat berulang kali ditanya soal pencegahan banjir. Ketika banjir terjadi, dia selalu beralasan masih fokus pada penanggulangan bencana.

Berikut catatan Kompas.com mengenai ragam pernyataan Anies soal banjir Jakarta.

1. Fokus penanggulangan, tak jelaskan langkah pencegahan

Gubernur Anies tidak menjelaskan langkah untuk mencegah banjir terjadi saat ditanya antisipasi banjir berulang saat curah hujan tinggi.

Baca juga: Ditanya soal Antisipasi Banjir, Anies Jawab Masih Fokus Evakuasi Warga

Anies hanya menjawab bahwa Pemprov DKI Jakarta saat ini masih fokus mengevakuasi warga yang menjadi korban banjir.

"Kami saat ini konsentrasi pada evakuasi penyelamatan warga, dan ini yang kami pastikan berjalan dengan baik," ujar Anies seusai meninjau banjir di Duri Kosambi, Jakarta Barat, Kamis (2/1/2020).

Anies kembali melontarkan pernyataan serupa usai rapat koordinasi penanggulangan banjir di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Selasa (7/1/2020).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu berujar, pemerintah masih fokus menanggulangi banjir yang terjadi.

"Pada fase ini, seperti tadi disepakati, kami membicarakan mengenai penanganan akibat banjir, kemudian juga memastikan rehabilitasi berjalan tuntas," kata Anies.

Program pencegahan banjir, kata dia, baru akan dibicarakan setelah penanggulangan banjir rampung.

Baca juga: Anies: Pencegahan Banjir Akan Dibicarakan Komprehensif karena Terjadi dari Lebak sampai Bekasi

Program pencegahan banjir akan dibicarakan secara komprehensif, tak hanya oleh Pemprov DKI Jakarta.

Sebab, banjir pada awal 2020 tidak hanya menerjang wilayah Jakarta, tetapi juga terjadi di Lebak, Provinsi Banten, sampai ke Bekasi di Provinsi Jawa Barat.

Pada Selasa lalu, Anies ditanya soal banjir yang sudah berkali-kali terjadi sejak tahun baru 2020. Namun, Anies kembali enggan berkomentar banyak.

Lagi-lagi, Anies beralasan, konsentrasi Pemprov DKI masih menangani korban banjir.

"Sekarang konsentrasi pada penanganan, cuaca seperti ini masih akan terjadi beberapa waktu ke depan," ucap Anies saat memantau Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan, Selasa lalu.

Baca juga: Ditanya soal Banjir Berkali-kali Terjadi di Jakarta, Ini Jawaban Anies

Pada hari yang sama, Anies pun enggan membeberkan solusi mencegah banjir yang terus terjadi di Ibu Kota.

Saat wartawan menanyakan solusi banjir, Anies hanya menjawab bahwa saat ini Pemprov DKI fokus pada evakuasi warga.

Padahal, berdasarkan perkiraan dari Badan Meteorologi, Kimatologi, dan Geofisika (BMKG), Jakarta akan terus diguyur hujan hingga Maret.

Berkait prakiraan tersebut, Anies hanya meminta masyarakat waspada, tanpa membeberkan solusinya.

"Volumenya akan besar sekali. Jadi kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk waspada saja. Kemudian bila membutuhkan bantuan dan evakuasi respons ke kami, kontak kami ke 112," ucap Anies.

Anies kembali mengulang pernyataan yang sama pada Rabu (26/2/2020) kemarin. Anies menyebut masih fokus bekerja terkait penanganan bencana.

"Karena itu saya sampaikan kepada semua, izinkan saya bekerja bersama rakyat dulu sekarang ini bersama warga," kata Anies di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, kemarin.

Baca juga: Ditanya Solusi Banjir, Anies: Waspada Saja

Anies menyatakan, sejak Selasa malam hingga Rabu pagi, ia masih berada di lapangan bersama warga yang terkena banjir.

Dia mengaku tak sekadar mengecek lapangan saat banjir, melainkan juga memastikan kebutuhan logistik masyarakat terpenuhi, mengecek pos-pos kesehatan, dan memantau kemungkinan hambatan pada saluran air yang menyebabkan banjir.

Kepada wartawan, Anies berkata, pembahasan mengenai banjir dan lainnya akan dibahas setelah penanganan bencana selesai.

"Pembahasan mengenai banjir dan lain-lain kami lakukan setelah warga bisa kembali lagi ke rumahnya masing-masing," ujar Anies.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Demo Tolak UU Cipta Kerja, Ini Rute Pengalihan Arus Lalu Lintas di Jakarta

Antisipasi Demo Tolak UU Cipta Kerja, Ini Rute Pengalihan Arus Lalu Lintas di Jakarta

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Ikut Keputusan Pemerintah Pusat Tak Naikkan UMP 2021

Pemprov DKI Akan Ikut Keputusan Pemerintah Pusat Tak Naikkan UMP 2021

Megapolitan
Mesin Pompa Dikerahkan Atasi Genangan Air di Jalan Raya Jambore

Mesin Pompa Dikerahkan Atasi Genangan Air di Jalan Raya Jambore

Megapolitan
Kasus Baru Covid-19 di Depok Bertambah 84 Orang Kemarin

Kasus Baru Covid-19 di Depok Bertambah 84 Orang Kemarin

Megapolitan
Warga Bekasi Diminta Periksa Covid-19 Saat Kembali dari Liburan

Warga Bekasi Diminta Periksa Covid-19 Saat Kembali dari Liburan

Megapolitan
Prakiraan BMKG: Jakarta Cerah Berawan, Bodetabek Hujan Sore Nanti

Prakiraan BMKG: Jakarta Cerah Berawan, Bodetabek Hujan Sore Nanti

Megapolitan
Di Tengah Hujan Lebat, Sekelompok Pemuda Tawuran di Koja

Di Tengah Hujan Lebat, Sekelompok Pemuda Tawuran di Koja

Megapolitan
Kapolda: Kelompok Anarko Tak Lagi Pakai Identitas Simbol A dan Pakaian Serba Hitam

Kapolda: Kelompok Anarko Tak Lagi Pakai Identitas Simbol A dan Pakaian Serba Hitam

Megapolitan
Minggu Kedua PSBB Transisi, Satpol PP Jakpus Jaring 2.423 Pelanggar Masker

Minggu Kedua PSBB Transisi, Satpol PP Jakpus Jaring 2.423 Pelanggar Masker

Megapolitan
Libur Panjang, Tol Tangerang-Merak Batasi Kapasitas Rest Area Maksimal 50 Persen

Libur Panjang, Tol Tangerang-Merak Batasi Kapasitas Rest Area Maksimal 50 Persen

Megapolitan
Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Berencana PSK di Bekasi

Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Berencana PSK di Bekasi

Megapolitan
UPDATE 27 Oktober: 25 Kasus Baru, Pasien Covid-19 di Kota Tangerang Menjadi 2.095

UPDATE 27 Oktober: 25 Kasus Baru, Pasien Covid-19 di Kota Tangerang Menjadi 2.095

Megapolitan
Antisipasi Begal Pesepeda, Polres Jakpus Perketat Patroli

Antisipasi Begal Pesepeda, Polres Jakpus Perketat Patroli

Megapolitan
Hari Sumpah Pemuda, BEM SI Sebut 1.000 Mahasiswa Bakal Demo Tolak UU Cipta Kerja di Jakarta

Hari Sumpah Pemuda, BEM SI Sebut 1.000 Mahasiswa Bakal Demo Tolak UU Cipta Kerja di Jakarta

Megapolitan
Komplotan Pencuri di Jaksel Jual Motor Curian di Bogor hingga Rp 1,7 Juta

Komplotan Pencuri di Jaksel Jual Motor Curian di Bogor hingga Rp 1,7 Juta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X