Pemkot Depok Buat Crisis Center dan Rencanakan Status KLB untuk Corona

Kompas.com - 04/03/2020, 06:20 WIB
Petugas Puskesmas mempraktikan penggunaan masker kepada sejumlah siswa saat sosialisasi di Sekolah Tunas Global, Depok, Jawa Barat, Selasa (3/3/2020). Kegiatan tersebut sebagai upaya antisipasi Virus Corona pada usia dini dengan mengukur suhu tubuh saat memasuki sekolah dan mensosialisasi penggunaan masker yang benar saat sakit. ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHAPetugas Puskesmas mempraktikan penggunaan masker kepada sejumlah siswa saat sosialisasi di Sekolah Tunas Global, Depok, Jawa Barat, Selasa (3/3/2020). Kegiatan tersebut sebagai upaya antisipasi Virus Corona pada usia dini dengan mengukur suhu tubuh saat memasuki sekolah dan mensosialisasi penggunaan masker yang benar saat sakit.

DEPOK, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Depok menempuh sejumlah langkah baru guna merespons temuan kasus positif virus corona yang dialami dua warganya, Senin (2/3/2020) lalu.

Langkah ini dianggap penting untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran virus corona di Depok.

Pasalnya, terbaru, seorang warga yang tinggal di Depok dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso karena tergolong suspect Covid-19, Selasa (3/3/2020) siang.

Ia diperbolehkan pulang meski hasil uji laboratoriumnya belum keluar. Sehingga, ia belum bisa dinyatakan negatif maupun positif virus corona.

Berikut beberapa langkah terkini Pemkot Depok merespons isu virus corona:

1. Rencanakan status KLB

Sekretaris Daerah Kota Depok Hardiono mengungkapkan, Pemkot Depok akan segera menerbitkan status kejadian luar biasa (KLB) corona.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Secepatnya, dalam proses," ujar Hardiono kepada wartawan di kantornya, Selasa sore.

Baca juga: Pemkot Depok Siapkan Status KLB Corona agar Dana Khusus Bisa Cair

Status KLB dianggap dapat memudahkan gerak Pemkot Depok dalam upaya mitigasi dan penanganan virus corona ke depan, utamanya menyangkut pemakaian anggaran.

"Status KLB ini harus dibuatkan SK (surat keputusan) oleh wali kota. Dengan demikian, akan dipergunakan dana khusus untuk itu. Kalau tidak ada penetapan SK, maka kami sulit untuk mengeluarkan dana," jelas Hardiono.

2. Bentuk crisis center

Pemkot Depok pun telah membentuk crisis center sebagai pusat informasi dan pelayanan masyarakat.

"Pemerintah sudah membentuk crisis senter di ruangan Bougenville Pemkot Depok lantai 1," jelas Hardiono.

Baca juga: 5 Fakta Kondisi Jabar Usai Dua Warga Positif Corona, Banyak Orang Periksakan Diri, Bentuk Crisis Center, Ruang Isolasi Ditambah

"Diharapkan di situ bisa menjawab hal-hal yang kaitannya dengan virus korona tadi, apakah informasi informasi mengenai perkembangan, penanganan, dan sebagainya," ia menambahkan.

Crisis center diisi oleh berbagai pemangku kepentingan terkait penanggulangan virus corona di Depok, mulai dari dokter spesialis, petugas dinas kesehatan, dan beberapa unsur pemerintah daerah serta RSUD Kota Depok.

"Apa saja bisa di-update di situ, bisa ditanyakan. Misalnya ingin menanyakan ke pejabat-pejabatnya, ya bisa langsung kepada yang dituju," kata Hardiono.

Warga Depok juga bisa menghubungi hotline 112 untuk melaporkan sesuatu terkait virus corona di Depok.

3. RSUD Kota Depok jadi rumah sakit satelit

RSUD Kota Depok ditetapkan sebagai rumah sakit sentinel atau satelit dalam penanggulangan virus corona.

Dengan status ini, RSUD Depok diminta siap menerima pasien dalam pengawasan (PDP) atau suspect virus corona seantero Depok.

"Kami mendapatkan perintah dari Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Daerah kami, bahwa RSUD Depok harus siap menerima PDP," jelas Direktur RSUD Depok Devi Maryori kepada wartawan, Selasa malam.

Baca juga: RSUD Kota Depok Dijadikan sebagai Rumah Sakit Satelit Sebelum Pasien Corona Dirujuk

RSUD Depok bertugas memfasilitasi PDP seantero Depok. Pengawasan dilakukan selama 14 hari setelah kontak terakhir pasien tersebut dengan sesuatu yang dicurigai membawa virus corona, seperti bepergian ke wilayah terinfeksi virus corona atau berinteraksi dengan pasien positif virus corona.

Pasien itu harus segera dirujuk ke rumah sakit rujukan apabila kondisinya memburuk atau rumah sakit rujukan itu menginstruksikan demikian.

Ia akan diperiksa sampel tubuhnya untuk diteliti kemungkinan infeksi virus corona di rumah sakit rujukan tersebut.

"Lalu tergantung rumah sakit rujukan. Kalau keadaannya membaik, sementara hasil cek (virus corona) laboratorium belum keluar, bisa balik lagi ke sini (RSUD Depok)," kata Devi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KRL Anjlok di Ciputat, Penumpang Sebut Keberangkatan Kereta dari Stasiun Tanah Abang Telat 1 Jam

KRL Anjlok di Ciputat, Penumpang Sebut Keberangkatan Kereta dari Stasiun Tanah Abang Telat 1 Jam

Megapolitan
Anies Instruksikan Anak Buah Evaluasi Pembangunan Sumur Resapan

Anies Instruksikan Anak Buah Evaluasi Pembangunan Sumur Resapan

Megapolitan
DPRD DKI Ancam Coret Anggaran Proyek Sumur Resapan 2 Tahun Berturut-turut

DPRD DKI Ancam Coret Anggaran Proyek Sumur Resapan 2 Tahun Berturut-turut

Megapolitan
Sumur Resapan Ambles, Diaspal, lalu Dilubangi, Komisi D DPRD DKI Curiga Perencanaannya Salah

Sumur Resapan Ambles, Diaspal, lalu Dilubangi, Komisi D DPRD DKI Curiga Perencanaannya Salah

Megapolitan
KRL Anjlok Dievakuasi, Pengendara Sudah Dapat Lewati Pelintasan Sebidang di Ciputat

KRL Anjlok Dievakuasi, Pengendara Sudah Dapat Lewati Pelintasan Sebidang di Ciputat

Megapolitan
Kadishub Depok Akui Banyak Pengemudi Mobil Belum Tahu Penerapan Ganjil Genap di Margonda

Kadishub Depok Akui Banyak Pengemudi Mobil Belum Tahu Penerapan Ganjil Genap di Margonda

Megapolitan
4 dari 10 Gerbong KRL yang Anjlok di Pelintasan Ciputat Ditarik Kereta Penolong

4 dari 10 Gerbong KRL yang Anjlok di Pelintasan Ciputat Ditarik Kereta Penolong

Megapolitan
Ada 29 Sumur Resapan Ditutup Aspal di Lebak Bulus, Semuanya Akan Dilubangi

Ada 29 Sumur Resapan Ditutup Aspal di Lebak Bulus, Semuanya Akan Dilubangi

Megapolitan
KRL Anjlok di Pelintasan Ciputat, KAI: Itu Kereta Cadangan, Tak Layani Penumpang

KRL Anjlok di Pelintasan Ciputat, KAI: Itu Kereta Cadangan, Tak Layani Penumpang

Megapolitan
Tinjau Proyek Sumur Resapan di Lebak Bulus yang Diaspal, Sekda DKI Tak Beri Keterangan Apa Pun ke Wartawan

Tinjau Proyek Sumur Resapan di Lebak Bulus yang Diaspal, Sekda DKI Tak Beri Keterangan Apa Pun ke Wartawan

Megapolitan
KRL Anjlok di Pelintasan Ciputat, Jadwal Perjalanan Kereta Rute Serpong-Tanah Abang Terlambat

KRL Anjlok di Pelintasan Ciputat, Jadwal Perjalanan Kereta Rute Serpong-Tanah Abang Terlambat

Megapolitan
Bima Arya: Presiden Jokowi Minta Kepala Daerah Hidupkan Kembali Warisan Pusaka dan Budaya

Bima Arya: Presiden Jokowi Minta Kepala Daerah Hidupkan Kembali Warisan Pusaka dan Budaya

Megapolitan
Dishub Depok Klaim Arus Lalu Lintas di Hari Kedua Ganjil Genap Lebih Lancar meski Masih Macet

Dishub Depok Klaim Arus Lalu Lintas di Hari Kedua Ganjil Genap Lebih Lancar meski Masih Macet

Megapolitan
KRL Anjlok di Pelintasan Ciputat, Tak Ada Penumpang di Dalam Kereta

KRL Anjlok di Pelintasan Ciputat, Tak Ada Penumpang di Dalam Kereta

Megapolitan
Seluruh Kegiatan Menwa UPN Veteran Jakarta Dihentikan Buntut Mahasiswi Meninggal Saat Pembaretan

Seluruh Kegiatan Menwa UPN Veteran Jakarta Dihentikan Buntut Mahasiswi Meninggal Saat Pembaretan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.