Kompas.com - 18/03/2020, 11:56 WIB
Ilustrasi belanja online ShutterstockIlustrasi belanja online
Penulis Cynthia Lova
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) memastikan seluruh ritelnya siap membatasi penjualan sejumlah bahan pokok.

Hal itu sejalan dengan arahan Satuan Tugas Pangan (Satgas Pangan) Polri yang meminta pembelian sejumlah bahan kebutuhan pokok untuk kepentingan pribadi dibatasi.

Permintaan itu tertuang dalam surat bernomor B/1872/III/Res.2.1/2020/Bareskrim tertanggal 16 Maret 2020. Pembatasan dilakukan demi menjaga stok bahan pangan di tengah wabah virus corona.

Bahan pangan yang dibatasi yaitu beras maksimal 10 kilogram, gula maksimal 2 kilogram, minyak goreng maksimal 4 liter, dan mi instan maksimal dua dus.

“Itu (adanya arahan Satgas Pangan Polri) sebagai acuan kami agar karyawan yang menjual produk bahan pokok itu ke konsumen, kami berhak tegur,” ucap Dewan Penasihat Hippindo, Tutum Rahanta saat dihubungi, Rabu (18/3/2020).

Baca juga: Pemerintah Batasi Pembelian Bahan Pangan, Ini Komentar Peritel

Tutum mengaku, sejak Presiden Jokowi mengumumkan adanya pasien positif Covid-19 di Indonesia, pihak Hippindo telah mengimbau karyawan untuk membatasi masyarakat melakuan pembelian bahan pokok.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, beberapa karyawan masih belum mengetahuinya, lantaran belum adanya pembatasan resmi dari pemerintah.

“Sejak awal tanggal 2 Februari kami udah keluarkan imbauan untuk tidak beli berlebihan, tapi itu tidak bisa dilarang karena tidak ada aturannya dari negarakan. Akhirnya kita sibuk dengan pembeli, jadi ini (surat edaran dari Satgas Pangan) acuan dasar kita untuk bisa menegor (pembeli yang berlebihan) gitu,” kata dia.

Baca juga: Pengusaha Ritel: Pembatasan Pembelian Bahan Pokok untuk Cegah Spekulan

Dengan adanya pembatasan pembelian bahan pokok diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang melakukan panic buying atau belanja berlebihan. Sehingga, stok bahan pokok di semua ritel tetap aman dan adil bagi pembeli lainnya.

“Sudah siap seluruh ritel untuk membatasi supaya adil dan tidak ada yang rebutan beli bahan pokok,” ucap Tutum.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Terdakwa Unlawful Killing Laskar FPI Tak Ajukan Keberatan Dakwaan

Dua Terdakwa Unlawful Killing Laskar FPI Tak Ajukan Keberatan Dakwaan

Megapolitan
Polisi Bongkar Peredaran Narkoba Jaringan Jakarta-Aceh, 1,370 Ton Ganja Disita

Polisi Bongkar Peredaran Narkoba Jaringan Jakarta-Aceh, 1,370 Ton Ganja Disita

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 di Jakarta Barat Capai 77 Persen

Vaksinasi Covid-19 di Jakarta Barat Capai 77 Persen

Megapolitan
Buntut Kaburnya Rachel Vennya dari Wisma Atlet, Polisi Buat Satgas Berantas Mafia Karantina

Buntut Kaburnya Rachel Vennya dari Wisma Atlet, Polisi Buat Satgas Berantas Mafia Karantina

Megapolitan
10 Catatan Merah Rapor 4 Tahun Anies, LBH Jakarta: Jakarta Tidak Maju Bersama

10 Catatan Merah Rapor 4 Tahun Anies, LBH Jakarta: Jakarta Tidak Maju Bersama

Megapolitan
Dinkes Kota Tangerang Masih Temukan Warga yang Tolak Vaksinasi Covid-19

Dinkes Kota Tangerang Masih Temukan Warga yang Tolak Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Ke-2 di Kota Tangerang Baru 58,5 Persen

Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Ke-2 di Kota Tangerang Baru 58,5 Persen

Megapolitan
Orangtua Belum Divaksinasi, Murid SD di Kota Tangerang Tak Bisa Ikut Sekolah Tatap Muka

Orangtua Belum Divaksinasi, Murid SD di Kota Tangerang Tak Bisa Ikut Sekolah Tatap Muka

Megapolitan
Dilaporkan ke Polisi atas Kasus Pencemaran Nama Baik, Mantan Kepala BPOM Minta Maaf

Dilaporkan ke Polisi atas Kasus Pencemaran Nama Baik, Mantan Kepala BPOM Minta Maaf

Megapolitan
Aturan Ganjil Genap Jakarta Terbaru Mulai Hari Ini

Aturan Ganjil Genap Jakarta Terbaru Mulai Hari Ini

Megapolitan
Briptu Fikri Didakwa Lakukan Penganiayaan 4 Laskar FPI hingga Tewas

Briptu Fikri Didakwa Lakukan Penganiayaan 4 Laskar FPI hingga Tewas

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 di Jakarta Barat: PMKS Dijemput, Divaksin, Diantar, dan Diberi Sembako

Vaksinasi Covid-19 di Jakarta Barat: PMKS Dijemput, Divaksin, Diantar, dan Diberi Sembako

Megapolitan
Rachel Vennya Kabur dari Wisma Atlet, Kapolda Metro Jaya: Usut Tuntas Mafia Karantina

Rachel Vennya Kabur dari Wisma Atlet, Kapolda Metro Jaya: Usut Tuntas Mafia Karantina

Megapolitan
Kabur dari Wisma Atlet, Apakah Rachel Vennya Akan Diangkat Jadi Duta Karantina?

Kabur dari Wisma Atlet, Apakah Rachel Vennya Akan Diangkat Jadi Duta Karantina?

Megapolitan
Formula E Segera Digelar, Wagub DKI: Tidak Perlu Ada Interpelasi

Formula E Segera Digelar, Wagub DKI: Tidak Perlu Ada Interpelasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.