Kompas.com - 18/03/2020, 13:22 WIB
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (5/11/2019). KOMPAS.com / VITORIO MANTALEANWali Kota Bekasi Rahmat Effendi dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (5/11/2019).
Penulis Cynthia Lova
|


BEKASI, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bekasi berencana membatasi warganya beraktivitas di Jakarta.

Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 atau virus corona di Bekasi.

“Ya kami membatasi warga Bekasi yang punya intensitas tinggi di Jakarta dan berisiko tinggi (terpapar wabah corona),” ujar Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Bekasi, Rabu (18/3/2020).

Pepen, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa opsi pembatasan pergerakan warga Bekasi akan dilakukan jika jumlah kasus Covid-19 di Jakarta itu meningkat.

Namun, menurut hemat Pepen, kasus Covid-19 di Jakarta hingga kini belum ada peningkatan yang signifikan.

Baca juga: Hingga 17 Maret, 31 Orang Berstatus ODP dan 15 PDP di Kota Bekasi

“Dalam interpretasinya saya melarang untuk melakukan akivitas ke Jakarta itu saat populerasi jumlah (kasus Covid-19) yang ada di Jakarta itu meningkat, tapi dua hari ini saya lihat masih tetap stuck. Ini jadi titik dominasi,” ujar Pepen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pepen mengatakan, pilihan pembatasan dilakukan mengingat 60 persen warga Bekasi yang bekerja dan beraktivitas kebanyakan di Jakarta.

“Perlu saya sampaikan karena ada 60 persen warga Bekasi yang beraktivitas di Jakarta maka interaksi harus dijaga. Jadi kalau pembatasan mencegah agar tidak mendapatkan (Covid-19) dari titik di mana mereka tidak menyebarkan atau tidak mendapatkan (Covid-19),” ucap dia.

Meski demikian, Pepen mengatakan, keputusan itu tidak akan langsung diambilnya. Sebab sampai saat ini pihak Pemkot masih memantau penyebaran covid-19 di daerah-daerah perbatasan dengan Bekasi.

Baca juga: Surati Bupati Bekasi, Pepen Minta Warga Kabupaten Tak Berobat di Wilayahnya untuk Cegah Corona

Ia juga berharap kasus covid-19 tersebut berangsur-angsur menurun.

“Langkah preventif itu (pembatasan) saya lakukan jika kasus di Jakarta meningkat.

Langkah- langkah lainnya kita menunggu dengan berjaga, kita berharap itu tidak terjadi,” tutur dia.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puluhan Saksi Diperiksa dalam Kasus Penimbunan Obat Covid-19 PT ASA, dari Dirut hingga Apoteker

Puluhan Saksi Diperiksa dalam Kasus Penimbunan Obat Covid-19 PT ASA, dari Dirut hingga Apoteker

Megapolitan
Belum Lengkap, Berkas Perkara Kasus Narkoba Eks Karutan Depok Dikembalikan Jaksa ke Penyidik

Belum Lengkap, Berkas Perkara Kasus Narkoba Eks Karutan Depok Dikembalikan Jaksa ke Penyidik

Megapolitan
Keterisian ICU di Jakarta Masih Tinggi, Tersisa 172 Tempat Tidur

Keterisian ICU di Jakarta Masih Tinggi, Tersisa 172 Tempat Tidur

Megapolitan
Mensos Risma Terima Aduan Pungli Bansos, Tim PKH Kota Tangerang Selidiki

Mensos Risma Terima Aduan Pungli Bansos, Tim PKH Kota Tangerang Selidiki

Megapolitan
Tarif Hotel Tempat Isoman Anggota DPR Bisa Capai Rp 39 Juta, Ini Rinciannya

Tarif Hotel Tempat Isoman Anggota DPR Bisa Capai Rp 39 Juta, Ini Rinciannya

Megapolitan
Pasien Covid-19 di RSUD Cengkareng Telah Berkurang Sejak Satu Minggu Terakhir

Pasien Covid-19 di RSUD Cengkareng Telah Berkurang Sejak Satu Minggu Terakhir

Megapolitan
Banyak Warga Ber-KTP Jakarta Pusat Belum Dapat Vaksinasi Covid-19

Banyak Warga Ber-KTP Jakarta Pusat Belum Dapat Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Pasien Covid-19 yang Isoman Bisa Jajan Bakso, Manajemen Hotel Akui Lalai

Pasien Covid-19 yang Isoman Bisa Jajan Bakso, Manajemen Hotel Akui Lalai

Megapolitan
53 Pasien OTG Masih Dirawat di Graha Wisata TMII, 15 di Antaranya Akan Pulang Hari Ini

53 Pasien OTG Masih Dirawat di Graha Wisata TMII, 15 di Antaranya Akan Pulang Hari Ini

Megapolitan
Tertangkap Basah Curi Motor di Kebon Jeruk, Pencuri Ini Dipukuli hingga Babak Belur

Tertangkap Basah Curi Motor di Kebon Jeruk, Pencuri Ini Dipukuli hingga Babak Belur

Megapolitan
Datangi Pasar Modern BSD, Kapolri Wanti-wanti Pengelola Awasi Alur Keluar Masuk Pengunjung

Datangi Pasar Modern BSD, Kapolri Wanti-wanti Pengelola Awasi Alur Keluar Masuk Pengunjung

Megapolitan
Sekwan Akui Foto Viral 'Vaksinasi Dosis Ketiga' untuk Influencer Diambil di Gedung DPRD DKI

Sekwan Akui Foto Viral "Vaksinasi Dosis Ketiga" untuk Influencer Diambil di Gedung DPRD DKI

Megapolitan
Pejelasan Polisi soal Tak Terlihat Petugas Periksa STRP di Pos Penyekatan Underpass Basura

Pejelasan Polisi soal Tak Terlihat Petugas Periksa STRP di Pos Penyekatan Underpass Basura

Megapolitan
RPTRA di Jakarta Dibuka untuk Kegiatan Vaksinasi Selama PPKM Level 4

RPTRA di Jakarta Dibuka untuk Kegiatan Vaksinasi Selama PPKM Level 4

Megapolitan
Satpol PP Sidak 156 Perkantoran di Jakbar, Izin Usaha 11 Kantor Dicabut Sementara

Satpol PP Sidak 156 Perkantoran di Jakbar, Izin Usaha 11 Kantor Dicabut Sementara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X