Cegah Virus Corona, Pemkot Bekasi Larang PKL Jualan di Kawasan Pasar

Kompas.com - 23/03/2020, 09:25 WIB
Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi di Pemkot Bekasi, Rabu (26/2/2020). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVAWali Kota Bekasi, Rahmat Effendi di Pemkot Bekasi, Rabu (26/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bekasi melarang pedagang kaki lima (PKL) berjualan di dalam atau di area pasar mulai Senin (23/3/2020) ini.

Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran covid-19 yang disebabkan virus corona tipe 2 (SARS-CoV-2) di kawasan pasar.

“PKL baik yang ada di dalam atau di area pasar (jalan, trotoar, area parkir) mulai tanggal 23 Maret pukul 06.00 WIB tidak diperbolehkan melakukan aktivitas jual beli seperti biasa sampai waktu yang tidak bisa ditentukan,” kata Wali Kota Bekasi, Rachmat Effendy atau Pepen melalui surat edarannya, Minggu kemarin.

Baca juga: Pekerja TPU Bekasi Dibekali Alat Pelindung Diri untuk Antisipasi Penyebaran Corona

Larangan itu menindaklanjuti Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona, Surat Gubernur Jawa Barat, dan Surat Edaran Wali Kota Bekasi tentang peningkatan kewaspadaan terhadap virus corona.

Dalam surat imbauan itu, Pepen mengatakan, jika masih ada yang melakukan aktivitas maka akan ditindak tegas.

“Lapaknya akan dibersihkan oleh Satpol PP dan diangkut menggunakan truk Dinas Lingkungan Hidup,” ucap Pepen.

Pepen menambahkan, pedagang pasar tetap diperbolehkan untuk berjualan. Seluruh pasar milik pemerintah maupun swasta di Bekasi masih dibuka seperti biasa.

Pemkot Bekasi meminta pengelola pasar untuk melakukan beberapa cara antisipasi penyebaran covid-19, misalnya dengan rutin menyemprotkan disinfektan di kawasan pasar.

“Penyemprotan disinfektan ini bisa koordinasi dengan RW setempat,” ucap Pepen.

Pepen juga meminta seluruh pedagang menggunakan alat pelindung diri (APD).

“Aturan ini harap dipatuhi dan dilakukan. Dengan ini diharapkan penyebaran angka covid-19 tidak meningkat,” ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM di Bekasi, 120 Orang Ditegur karena Tak Pakai Masker, Tempat Hiburan Ditutup Sementara

PPKM di Bekasi, 120 Orang Ditegur karena Tak Pakai Masker, Tempat Hiburan Ditutup Sementara

Megapolitan
UPDATE 18 Januari: Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Hampir Tembus 5000 Orang

UPDATE 18 Januari: Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Hampir Tembus 5000 Orang

Megapolitan
Update Identifikasi Korban Sriwijaya Air, Tim DVI Terima 438 Sampel DNA dan 308 Kantong Jenazah

Update Identifikasi Korban Sriwijaya Air, Tim DVI Terima 438 Sampel DNA dan 308 Kantong Jenazah

Megapolitan
Penghuni Indekos di Cipete Utara Ditemukan Meninggal

Penghuni Indekos di Cipete Utara Ditemukan Meninggal

Megapolitan
Sepekan PSBB, Lalu Lintas Pesepeda di Jakarta Meningkat, Kendaraan Bermotor Menurun

Sepekan PSBB, Lalu Lintas Pesepeda di Jakarta Meningkat, Kendaraan Bermotor Menurun

Megapolitan
Kerumunan di Camden Bar Menteng, Polisi Periksa 9 Saksi dan Segera Tentukan Tersangka

Kerumunan di Camden Bar Menteng, Polisi Periksa 9 Saksi dan Segera Tentukan Tersangka

Megapolitan
Tim SAR Persempit Wilayah Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 di Bawah Laut

Tim SAR Persempit Wilayah Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 di Bawah Laut

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Pemprov DKI Diminta Waspadai Kerumunan Saat Pembagian BST

Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Pemprov DKI Diminta Waspadai Kerumunan Saat Pembagian BST

Megapolitan
Geng 'Gemtas' dan 'Tuyul' Saling Lempar Batu di Manggarai, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Geng "Gemtas" dan "Tuyul" Saling Lempar Batu di Manggarai, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Megapolitan
Daftar 29 Korban Sriwijaya Air SJ 182 yang Sudah Diidentifikasi, Salah Satunya Bayi Berusia 11 Bulan

Daftar 29 Korban Sriwijaya Air SJ 182 yang Sudah Diidentifikasi, Salah Satunya Bayi Berusia 11 Bulan

Megapolitan
Daftar Temuan Penting Selama 10 Hari Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182

Daftar Temuan Penting Selama 10 Hari Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182

Megapolitan
Hari-10, Kelanjutan Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Ditentukan Senin Ini

Hari-10, Kelanjutan Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Ditentukan Senin Ini

Megapolitan
Tambah 48 Kasus Covid-19 di Tangsel, 562 Pasien Masih Dirawat

Tambah 48 Kasus Covid-19 di Tangsel, 562 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Warga Depok Meninggal Dunia Setelah Ditolak 10 RS Covid-19 | Angka Kematian Akibat Covid-19 di Jakarta Melonjak

[POPULER JABODETABEK] Warga Depok Meninggal Dunia Setelah Ditolak 10 RS Covid-19 | Angka Kematian Akibat Covid-19 di Jakarta Melonjak

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Senin: Mayoritas Jabodetabek Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG Senin: Mayoritas Jabodetabek Hujan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X