Kompas.com - 31/03/2020, 20:28 WIB
Bus Transpatriot Bekasi hasil hibah dari Kementerian Perhubungan RI dioperasikan pada Kamis (22/8/2019) di pool bus Vida Bantargebang, Bekasi. KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANBus Transpatriot Bekasi hasil hibah dari Kementerian Perhubungan RI dioperasikan pada Kamis (22/8/2019) di pool bus Vida Bantargebang, Bekasi.
Penulis Cynthia Lova
|


BEKASI, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bekasi telah menetapkan pembatasan transportasi umum yang masuk ke wilayahnya.

Hal itu dilakukan mengingat kota Bekasi telah berstatus darurat bencana Covid-19.

Wakil Wali Tri Adhianto mengatakan, Pemkot Bekasi untuk saat ini minta masyarakat menggunakan kendaraan pribadi jika hendak berpergian.

Baca juga: Pemkot Surati PT KCI dan Organda, Minta Kurangi Operasional Transportasi Umum di Bekasi

“Jadi kalau orang mau melakukan perjalanan terpaksa mereka menggunakan kendaraan pribadi, sehingga mereka tidak berinterkasi dengan orang lain, itu sih konsepnya,” ujar Tri di Bekasi, Selasa (31/3/2020).

Tri mengatakan, mulai Selasa hari ini Damri di Terminal Kota Bekasi tidak lagi beroperasional.

“Hari ini setiap perjalanan kita batasi, Damri mulai sudah tidak beroperasi, kita batasi adalah pergerakan orang,” ujar Tri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, ia juga minta ke PT KCI untuk mengurangi 50 persen operasional kereta ke Bekasi.

Meski Bus AKAP saat ini masih beroperasi, volume operasional bus tersebut telah dikurangi.

Baca juga: Kekhawatiran DKI jika Bus AKAP Tetap Beroperasi Angkut Warga ke Luar Jakarta

“AKAP kan Pak Dirjen sudah menetapkan mereka pengurangan pasti di Kota Bekasi,” kata dia.

Tri mengatakan, pihak Pemkot pun akan menertibkan calo-calo yang ada di Terminal Bekasi. Sehingga tidak ada lagi yang menawarkan tiket-tiket ke luar kota.

“Yang perlu kita lakukan juga adalah menertibkan para pengurus calo yang ada di terminal, jadi mereka seharusnya sudah tidak ada lagi yang beroperasi atau nongkrong di terminal. Itu yang masih saya lihat sekarang orang yang nongkrong karena itu tadi pengurus-pengurus PO, kalau penumpang sudah menurun,” tutur dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Izinkan Anak di Bawah Usia 12 Tahun Masuk Tempat Wisata Didampingi Orangtua

Anies Izinkan Anak di Bawah Usia 12 Tahun Masuk Tempat Wisata Didampingi Orangtua

Megapolitan
Vaksin Pfizer dan Moderna di Depok Hampir Kedaluwarsa, Pemkot Jemput Bola Vaksinasi

Vaksin Pfizer dan Moderna di Depok Hampir Kedaluwarsa, Pemkot Jemput Bola Vaksinasi

Megapolitan
Polisi Sebut Volume Kendaraan di Jakarta Meningkat hingga 40 Persen

Polisi Sebut Volume Kendaraan di Jakarta Meningkat hingga 40 Persen

Megapolitan
Kota Bogor PPKM Level 2, Ini Sektor yang Dapat Kelonggaran

Kota Bogor PPKM Level 2, Ini Sektor yang Dapat Kelonggaran

Megapolitan
6.796 Nakes di Tangsel Belum Dapat Jatah Vaksin Booster

6.796 Nakes di Tangsel Belum Dapat Jatah Vaksin Booster

Megapolitan
Pengakuan Debt Collector Pinjol Edit Foto Nasabah Jadi Pornografi Saat Tagih Utang

Pengakuan Debt Collector Pinjol Edit Foto Nasabah Jadi Pornografi Saat Tagih Utang

Megapolitan
Alasan Polisi Jerat 6 Pegawai Pinjol Ilegal di Cengkareng Pakai UU ITE dan Pornografi

Alasan Polisi Jerat 6 Pegawai Pinjol Ilegal di Cengkareng Pakai UU ITE dan Pornografi

Megapolitan
20 Kios Pasar Kayu Jati Rawamangun Terbakar

20 Kios Pasar Kayu Jati Rawamangun Terbakar

Megapolitan
Anies Sebut Tengah Cari Skema Dana Sarana dan Prasarana LRT Fase 2A

Anies Sebut Tengah Cari Skema Dana Sarana dan Prasarana LRT Fase 2A

Megapolitan
UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 39 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 39 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Hujan Lebat di Bogor, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga

Hujan Lebat di Bogor, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga

Megapolitan
Gagalkan Sejumlah Tawuran, Polisi: Kami Patroli Benar-benar Sampai Pagi

Gagalkan Sejumlah Tawuran, Polisi: Kami Patroli Benar-benar Sampai Pagi

Megapolitan
PPKM Kota Bogor Turun ke Level 2, Bima Arya Bersyukur

PPKM Kota Bogor Turun ke Level 2, Bima Arya Bersyukur

Megapolitan
UPDATE 19 Oktober: Tambah 9 Kasus Covid-19 di Tangsel, 105 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 19 Oktober: Tambah 9 Kasus Covid-19 di Tangsel, 105 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Dishub Kota Tangerang: Jumlah Penumpang Angkot Tak Sampai 50 Persen

Dishub Kota Tangerang: Jumlah Penumpang Angkot Tak Sampai 50 Persen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.