Kompas.com - 10/04/2020, 08:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta juga diikuti dengan beragam sanksi yang akan akan dikenakan bagi masyarakat yang tidak patuh menjalani PSBB.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, sanksi tersebut sudah diatur dalam Undang-Undang yang ditetapkan mengenai karantina kesehatan.

"(Sanksi) sesuai dengan Pasal 93 Juncto Pasal 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 terkait karantina kesehatan," tutur dia dalam konferensi pers yang disiarkan Pemprov DKI Jakarta melalui YouTube, Kamis (9/4/2020).

Baca juga: Langgar PSBB di Jakarta, Warga Bisa Kena Denda hingga Sanksi Pidana

Dalam Pasal 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan dijelaskan:

Ayat (1) Setiap orang wajib mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan.

Ayat (2) Setiap orang berkewajiban ikut serta dalam penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan.

Di dalam Pasal 93, masih dalam Undang-Undang yang sama dijelaskan sanksi sebagai berikut:

Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalma Pasal 9 Ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraaan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pdana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 100.000.000 (seratus juta rupiah).

Baca juga: Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

Anies juga mengatakan, sanksi pelanggaran juga diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan pada Nomor 9 Tahun 2020.

"Dalam Pasal 27 pelanggaran PSBB dikenakan sanksi sesuai peraturan perundangan sesuai pidana, mulai pidana ringan, dan jika berulang bisa lebih berat," kata Anies.

PSBB tutur dia, akan berlangsung mulai hari ini, Jumat (10/4/2020) dan berakhir pada 23 April 2020 mendatang.

Dalam kurun waktu dua minggu tersebut, seluruh warga di wilayah DKI Jakarta hanya diperbolehkan keluar rumah apabila dalam keadaan darurat seperti memenuhi kebutuhan pokok atau bekerja di sektor tertentu yang mendapat pengecualian.

Warga juga diwajibkan menggunakan masker apabila keluar rumah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Tutup Gerbang Tol Jatikarya Bekasi, Jalan Sempat Macet

Warga Tutup Gerbang Tol Jatikarya Bekasi, Jalan Sempat Macet

Megapolitan
7 Ruas Jalan dan 5 RT di Jakarta Selatan Terendam Banjir

7 Ruas Jalan dan 5 RT di Jakarta Selatan Terendam Banjir

Megapolitan
Jalan TB Simatupang Jaksel Macet Imbas Banjir, Puluhan Mobil Terjebak

Jalan TB Simatupang Jaksel Macet Imbas Banjir, Puluhan Mobil Terjebak

Megapolitan
Cerita Anies Jadi 'Penangkal Petir' Saat Operator Angkot Marah-marah Bahas JakLingko

Cerita Anies Jadi "Penangkal Petir" Saat Operator Angkot Marah-marah Bahas JakLingko

Megapolitan
Direktur Indomaret Tertabrak Truk Saat Sedang Ambil Barang yang Terjatuh

Direktur Indomaret Tertabrak Truk Saat Sedang Ambil Barang yang Terjatuh

Megapolitan
Bangunan di Madrasah Tsanawiyah 19 Pondok Labu Roboh, 2 Orang Tewas

Bangunan di Madrasah Tsanawiyah 19 Pondok Labu Roboh, 2 Orang Tewas

Megapolitan
Jelang Lengser, Anies Salurkan Dana Hibah untuk Parpol Senilai Rp 27,25 Miliar

Jelang Lengser, Anies Salurkan Dana Hibah untuk Parpol Senilai Rp 27,25 Miliar

Megapolitan
Murid TK di Cengkareng Belajar Tertib Lalu Lintas, Diajak Berkenalan dengan Rambu

Murid TK di Cengkareng Belajar Tertib Lalu Lintas, Diajak Berkenalan dengan Rambu

Megapolitan
Direktur TI Indomaret Tewas Saat Bersepeda di BSD, Manajemen: Duka yang Mendalam

Direktur TI Indomaret Tewas Saat Bersepeda di BSD, Manajemen: Duka yang Mendalam

Megapolitan
Mensos Risma: ODGJ Jangan Dipasung, Itu Memperburuk Kondisinya!

Mensos Risma: ODGJ Jangan Dipasung, Itu Memperburuk Kondisinya!

Megapolitan
Direktur Indomaret Tewas Tertabrak Truk Saat Bersepeda Bersama Istrinya di BSD

Direktur Indomaret Tewas Tertabrak Truk Saat Bersepeda Bersama Istrinya di BSD

Megapolitan
Halte Transjakarta Dianggap Halangi Pandangan ke Patung Selamat Datang, Warga Singgung Patung Pancoran

Halte Transjakarta Dianggap Halangi Pandangan ke Patung Selamat Datang, Warga Singgung Patung Pancoran

Megapolitan
Psikis Terganggu akibat Diserang Warganet, Rizky Billar Panggil Ustaz

Psikis Terganggu akibat Diserang Warganet, Rizky Billar Panggil Ustaz

Megapolitan
Pesepeda yang Tewas Tertabrak Truk di Pagedangan adalah Direktur Indomaret

Pesepeda yang Tewas Tertabrak Truk di Pagedangan adalah Direktur Indomaret

Megapolitan
Sepak Terjang M Taufik Bersama Gerindra: Blak-blakan Dukung Anies, Sempat Akan Dipecat hingga Undur Diri dari Partai

Sepak Terjang M Taufik Bersama Gerindra: Blak-blakan Dukung Anies, Sempat Akan Dipecat hingga Undur Diri dari Partai

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.