Kompas.com - 17/04/2020, 07:47 WIB
Petugas gabungan Polri dan Dishub memberi masker dan melakukan pemantauan suhu tubuh pengendara truk yang melintas masuk kota Bekasi di pintu tol Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (15/4/2020). Pemberlakuan PSBB di Jawa Barat yang berlaku hari ini masih ada pengendara yang masih belum tertib dalam menjalankan arahan pengendalian COVID-19. ANTARA FOTO/PARAMAYUDAPetugas gabungan Polri dan Dishub memberi masker dan melakukan pemantauan suhu tubuh pengendara truk yang melintas masuk kota Bekasi di pintu tol Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (15/4/2020). Pemberlakuan PSBB di Jawa Barat yang berlaku hari ini masih ada pengendara yang masih belum tertib dalam menjalankan arahan pengendalian COVID-19.
Penulis Cynthia Lova
|


BEKASI, KOMPAS.com - Pada hari kedua penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bekasi, terdapat 119 pelanggar yang terjaring di 32 titik pemantauan.

Adapun pemantauan itu berada di perbatasan Kota Bekasi dengan Kabupaten Bekasi, Bogor, dan Depok.

“Ada 119 orang yang melanggar hari ini,” ujar Kasatlantas Metro Bekasi Kota, AKBP Ojo Ruslani saat dikonfirmasi, Kamis (17/4/2020).

Para pelanggar aturan PSBB telah diminta mengisi blanko atau surat pelanggaran PSBB.

Dari 119 pengendara yang dilanggar, kata Ojo, kebanyakan pelanggaran itu berasal dari masyarakat yang masih berboncengan.

Baca juga: Pemkab Bekasi Punya Alat PCR, Klaim Bisa Dapatkan Hasil Swab dalam Tiga Jam

Sementara hanya beberapa masyarakat yang ketahuan tidak mengenakan masker dan naik kendaraan roda empat melebihi muatan. Namun, tak dijelaskan jumlah detailnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Dominan pelanggar karena tidak pakai masker,” kata dia.

Jumlah pelanggaran ini pun berkurang dari hari pertama PSBB yaitu 165 kasus.

“Jumlah pelanggar berkurang dengan kemarin. Kemarin itu ada 52 orang yang melanggar karena berboncengan,” ucap Ojo.

Baca juga: Hari Kedua PSBB di Kota Bekasi, Pergerakan Warga Berkurang 30 Persen

Ia meminta masyarakat memiliki kesadaran untuk menaati aturan penerapan PSBB.

Sehingga dengan masyarakat menerapkan aturan PSBB tersebut, diharapkan dapat memutus rantai kasus Covid-19 di Kota Bekasi.

“Ya saya imbau masyarakat untuk lebih taat, diharapkan dengan masyarakat taat pemutusan rantai kasus Covid-19 pun berkurang,” tutur dia.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Sebut Kapasitas RS yang Terlampaui Berkontribusi terhadap Kasus Pasien Covid-19 Meninggal Saat Isoman

Anies Sebut Kapasitas RS yang Terlampaui Berkontribusi terhadap Kasus Pasien Covid-19 Meninggal Saat Isoman

Megapolitan
Tren Positivity Rate Turun, Anies: Jangan Cepat Menyimpulkan Covid-19 Segera Berakhir

Tren Positivity Rate Turun, Anies: Jangan Cepat Menyimpulkan Covid-19 Segera Berakhir

Megapolitan
Jakarta PPKM Level 4, Wagub Minta Perusahaan Beri Keringanan kepada Karyawan Hamil

Jakarta PPKM Level 4, Wagub Minta Perusahaan Beri Keringanan kepada Karyawan Hamil

Megapolitan
JRMK: Isi Draf Revisi Perda Covid-19 Akan Bikin Warga Miskin Kota Tambah Sengara

JRMK: Isi Draf Revisi Perda Covid-19 Akan Bikin Warga Miskin Kota Tambah Sengara

Megapolitan
Anies Targetkan DKI Jakarta Vaksinasi 100.000 Warga dalam Sehari

Anies Targetkan DKI Jakarta Vaksinasi 100.000 Warga dalam Sehari

Megapolitan
Ombudsman Soroti Longgarnya Pengawasan Petugas Saat PPKM Level 4 di Tangsel

Ombudsman Soroti Longgarnya Pengawasan Petugas Saat PPKM Level 4 di Tangsel

Megapolitan
Satgas Covid-19 di RT/RW di Jakarta Diminta Lebih Aktif Pantau Pasien yang Jalani Isolasi Mandiri

Satgas Covid-19 di RT/RW di Jakarta Diminta Lebih Aktif Pantau Pasien yang Jalani Isolasi Mandiri

Megapolitan
LBH Jakarta Nilai Draf Revisi Perda Covid-19 DKI Jakarta Bias Kelas

LBH Jakarta Nilai Draf Revisi Perda Covid-19 DKI Jakarta Bias Kelas

Megapolitan
Krematorium di TPU Tegal Alur Beroprasi, Kapasitas 5 Jenazah per Hari

Krematorium di TPU Tegal Alur Beroprasi, Kapasitas 5 Jenazah per Hari

Megapolitan
Anies Ajak Warga yang Sudah Divaksin Covid-19 Ikut Sosialisasikan Vaksinasi

Anies Ajak Warga yang Sudah Divaksin Covid-19 Ikut Sosialisasikan Vaksinasi

Megapolitan
Buaya Sepanjang 1,7 Meter Ditemukan di Selokan di Tambora

Buaya Sepanjang 1,7 Meter Ditemukan di Selokan di Tambora

Megapolitan
Polisi: Pelaku Pembacokan Tukang Sayur di Serpong Utara 5 Orang

Polisi: Pelaku Pembacokan Tukang Sayur di Serpong Utara 5 Orang

Megapolitan
Geng Motor Bacok Tukang Sayur di Serpong Utara, Rampas Ponsel dan Uang

Geng Motor Bacok Tukang Sayur di Serpong Utara, Rampas Ponsel dan Uang

Megapolitan
Boarding Pass KA Jarak Jauh Kini Terintegrasi Aplikasi Peduli Lindungi

Boarding Pass KA Jarak Jauh Kini Terintegrasi Aplikasi Peduli Lindungi

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Tangsel Meningkat pada Pekan Terakhir PPKM Level 4, Seperti Apa Penularannya?

Kasus Covid-19 di Tangsel Meningkat pada Pekan Terakhir PPKM Level 4, Seperti Apa Penularannya?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X