Namanya Masuk dalam Daftar Penerima Bansos, Anggota DPRD DKI: Main Comot Saja Itu

Kompas.com - 22/04/2020, 20:01 WIB
Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Johnny Simanjuntak Dokumentasi IstimewaSekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Johnny Simanjuntak

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Johnny Simanjuntak mengungkapkan, masuknya nama dia dalam daftar penerima bantuan sosial (bansos) merupakan bukti bahwa data yang dimiliki Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak betul-betul valid atau main asal comot.

Data tersebut bahkan tak melibatkan pengurus RT dan RW yang seharusnya lebih tahu kondisi masyarakat.

Padahal, bansos tersebut diperuntukkan bagi warga miskin dan warga rentan miskin yang terdampak Covid-19.

Baca juga: Data Kacau, Anggota DPRD DKI Jakarta Justru Masuk Daftar Penerima Bansos

"Di sini lah kelihatan sekali bahwa tidak melibatkan RT dan RW. Main comot saja itu kelihatan. Karena RT dan RW saya kan kenal sama saya," ucap Johnny saat dihubungi, Rabu (22/4/2020).

Johnny sendiri terdata sebagai penerima bansos di Kelurahan Lagoa, Koja, Jakarta Utara.

Politisi PDI-Perjuangan ini pun mengaku sudah menolak bansos tersebut dan disampaikan langsung kepada pengurus RT.

"Saya sudah tolak. Jangan saya dong. Bahkan saya bilang kasih masukkan ke pihak berkompeten supaya data yang masuk kita kita yang enggak layak ini jangan menerima juga, kuncinya itu," kata dia.

Diketahui, dalam Keputusan Gubernur Nomor 386 Tahun 2020 Tentang Penerima Bantuan Sosial Bagi Penduduk yang Rentan Terdampak Covid-19 Dalam Pemenuhan Kebutuhan Pokok Selama Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar di DKI Jakarta pendistribusian bansos akan diberikan kepada 1.194.633 kepala keluarga.

Jumlah ini berbeda dengan yang pernah disebutkan Anies sebelumnya yakni sebanyak 1,25 juta KK yang bakal menerima bansos.

Paket bantuan yang diberikan berisi bahan pangan pokok yaitu beras lima kilogram satu karung, sarden dua kaleng kecil, minyak goreng 0,9 liter satu pouch, biskuit dua bungkus, serta masker kain dua pcs, sabun mandi dua batang, dan tidak ada pemberian berupa uang tunai.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kembali Langgar PPKM, Tiga Restoran di Bekasi Timur Disegel

Kembali Langgar PPKM, Tiga Restoran di Bekasi Timur Disegel

Megapolitan
Tim DVI Pakai Data CCTV di Bandara untuk Identifikasi Korban Sriwijaya Air

Tim DVI Pakai Data CCTV di Bandara untuk Identifikasi Korban Sriwijaya Air

Megapolitan
PPKM di Bekasi, 120 Orang Ditegur karena Tak Pakai Masker, Tempat Hiburan Ditutup Sementara

PPKM di Bekasi, 120 Orang Ditegur karena Tak Pakai Masker, Tempat Hiburan Ditutup Sementara

Megapolitan
UPDATE 18 Januari: Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Hampir Tembus 5000 Orang

UPDATE 18 Januari: Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Hampir Tembus 5000 Orang

Megapolitan
Update Identifikasi Korban Sriwijaya Air, Tim DVI Terima 438 Sampel DNA dan 308 Kantong Jenazah

Update Identifikasi Korban Sriwijaya Air, Tim DVI Terima 438 Sampel DNA dan 308 Kantong Jenazah

Megapolitan
Penghuni Indekos di Cipete Utara Ditemukan Meninggal

Penghuni Indekos di Cipete Utara Ditemukan Meninggal

Megapolitan
Sepekan PSBB, Lalu Lintas Pesepeda di Jakarta Meningkat, Kendaraan Bermotor Menurun

Sepekan PSBB, Lalu Lintas Pesepeda di Jakarta Meningkat, Kendaraan Bermotor Menurun

Megapolitan
Kerumunan di Camden Bar Menteng, Polisi Periksa 9 Saksi dan Segera Tentukan Tersangka

Kerumunan di Camden Bar Menteng, Polisi Periksa 9 Saksi dan Segera Tentukan Tersangka

Megapolitan
Tim SAR Persempit Wilayah Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 di Bawah Laut

Tim SAR Persempit Wilayah Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 di Bawah Laut

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Pemprov DKI Diminta Waspadai Kerumunan Saat Pembagian BST

Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Pemprov DKI Diminta Waspadai Kerumunan Saat Pembagian BST

Megapolitan
Geng 'Gemtas' dan 'Tuyul' Saling Lempar Batu di Manggarai, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Geng "Gemtas" dan "Tuyul" Saling Lempar Batu di Manggarai, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Megapolitan
Daftar 29 Korban Sriwijaya Air SJ 182 yang Sudah Diidentifikasi, Salah Satunya Bayi Berusia 11 Bulan

Daftar 29 Korban Sriwijaya Air SJ 182 yang Sudah Diidentifikasi, Salah Satunya Bayi Berusia 11 Bulan

Megapolitan
Daftar Temuan Penting Selama 10 Hari Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182

Daftar Temuan Penting Selama 10 Hari Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182

Megapolitan
Hari-10, Kelanjutan Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Ditentukan Senin Ini

Hari-10, Kelanjutan Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Ditentukan Senin Ini

Megapolitan
Tambah 48 Kasus Covid-19 di Tangsel, 562 Pasien Masih Dirawat

Tambah 48 Kasus Covid-19 di Tangsel, 562 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X