Kompas.com - 22/04/2020, 20:12 WIB

DEPOK, KOMPAS.com - Pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan terkait diminta serius memikirkan strategi agar mampu mengadakan screening massal Covid-19 selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Depok.

Sebagai informasi, PSBB sudah berlaku selama sepekan di Depok, sejak Rabu (15/4/2020). PSBB jadi keputusan Presiden RI Joko Widodo yang tidak memilih "lockdown".

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Depok, Alif Noeriyanto menjelaskan, pemerintah harusnya fokus melakukan intervensi medis melalui screening massal Covid-19 jika enggan melakukan lockdown.

Baca juga: Ada 50 Kasus Positif Covid-19 Selama Sepekan, IDI Depok: PSBB Harus Dievaluasi

Selama sepekan PSBB berlaku, intervensi medis yang krusial, berupa screening massal, belum terlihat tanda-tandanya.

"Ketika tidak mau lockdown, seperti Jepang, Korea, yang awalnya tidak mau lockdown, mereka melakukan screening massal hingga akhirnya kasusnya menurun," ungkap Alif kepada Kompas.com, Rabu (22/4/2020).

"Screening massal terhadap penduduk memanfaatkan Kampung Siaga Covid-19, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan pihak terkait untuk melakukannya door to door, belum dilakukan oleh teman-teman di pemerintahan," ia menjelaskan.

Screening massal yang dilakukan saat ini tak andal karena menggunakan metode rapid test (uji cepat) yang tingkat akurasinya hanya 30 persen dan sudah tak direkomendasikan oleh WHO.

Baca juga: Sepekan PSBB di Depok, 17 Perusahaan Multinasional Beroperasi dengan Rekomendasi Kemenperin

Idealnya, screening massal dilakukan menggunakan metode tes PCR (polymerase chain reaction) yang hasilnya valid.

Namun, kata Alif, metode ini terjegal regulasi dan birokrasi pengadaan mesinnya yang rumit serta mahal.

"Anggaplah sekarang kita sudah punya baju tempur, tapi senjata tempur dan granatnya belum ada. Senjatanya harusnya kita lengkapi tes PCR," kata dia.

Baca juga: 11 Dokter Terinfeksi Covid-19 di Kota Bekasi

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polda Metro Jaya Kerahkan Pasukan Basmalah ke Tengah Aksi Demo di Gedung DPR

Polda Metro Jaya Kerahkan Pasukan Basmalah ke Tengah Aksi Demo di Gedung DPR

Megapolitan
Demo di DPR, Buruh Sebut BLT BBM Hanya Pemanis, Bukan Solusi

Demo di DPR, Buruh Sebut BLT BBM Hanya Pemanis, Bukan Solusi

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Sebut Kalijodo Kembali Jadi Tempat Prostitusi dan Hiburan Malam

Ketua DPRD DKI Sebut Kalijodo Kembali Jadi Tempat Prostitusi dan Hiburan Malam

Megapolitan
Sudin KPKP Jakarta Pusat Temukan Ikan Asin Berformalin dan Daging Busuk di Sejumlah Pasar Tradisional Pasar

Sudin KPKP Jakarta Pusat Temukan Ikan Asin Berformalin dan Daging Busuk di Sejumlah Pasar Tradisional Pasar

Megapolitan
Ratusan Warga Korban Kebakaran di Menteng Butuh Bantuan Obat-obatan dan Kebutuhan Balita

Ratusan Warga Korban Kebakaran di Menteng Butuh Bantuan Obat-obatan dan Kebutuhan Balita

Megapolitan
Kisah Warga Menteng Berjibaku Padamkan Api Sebelum Damkar Datang, Tangan dan Kaki Alami Luka Bakar

Kisah Warga Menteng Berjibaku Padamkan Api Sebelum Damkar Datang, Tangan dan Kaki Alami Luka Bakar

Megapolitan
Harga BBM Naik, Masih Banyak yang Isi Bensin di SPBU Pertamina karena Alasan Ini...

Harga BBM Naik, Masih Banyak yang Isi Bensin di SPBU Pertamina karena Alasan Ini...

Megapolitan
Jual Ponsel dengan 'Sistem Cash on Delivery', Warga Cengkareng Justru Dibacok Calon Pembeli

Jual Ponsel dengan "Sistem Cash on Delivery", Warga Cengkareng Justru Dibacok Calon Pembeli

Megapolitan
Massa Buruh dan Petani Gelar Demo di DPR, Ini Tuntutan yang Disuarakan

Massa Buruh dan Petani Gelar Demo di DPR, Ini Tuntutan yang Disuarakan

Megapolitan
Usulkan Pulau G Jadi Ruang Terbuka Hijau, Pakar: Untuk Perbaikan Kualitas Lingkungan Pesisir Utara Jakarta

Usulkan Pulau G Jadi Ruang Terbuka Hijau, Pakar: Untuk Perbaikan Kualitas Lingkungan Pesisir Utara Jakarta

Megapolitan
Anies Sebut Sempat Ada Kesenjangan Sosial di CFD, Mengaku Kini Sudah Teratasi

Anies Sebut Sempat Ada Kesenjangan Sosial di CFD, Mengaku Kini Sudah Teratasi

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Kota Tangerang: Bertambah 27 Kasus Baru, Pasien Dirawat Kini 815

UPDATE Covid-19 di Kota Tangerang: Bertambah 27 Kasus Baru, Pasien Dirawat Kini 815

Megapolitan
Penampakan Puing-puing Trotoar di Jalan Margonda Raya di Depok yang Berserakan...

Penampakan Puing-puing Trotoar di Jalan Margonda Raya di Depok yang Berserakan...

Megapolitan
Pulau G Bakal Diarahkan Jadi Permukiman, Pakar: Sebaiknya Dibatalkan Karena Bermasalah Sejak Awal

Pulau G Bakal Diarahkan Jadi Permukiman, Pakar: Sebaiknya Dibatalkan Karena Bermasalah Sejak Awal

Megapolitan
Granat Asap dan Ratusan Amunisi Lain yang Ditemukan di Pondok Gede Diamankan Tim Gegana

Granat Asap dan Ratusan Amunisi Lain yang Ditemukan di Pondok Gede Diamankan Tim Gegana

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.