Ditegur karena Langgar PSBB Bogor, Pria Ini Mengamuk ke Petugas

Kompas.com - 03/05/2020, 20:41 WIB
Seorang pria mengamuk karena ditegur petugas saat melanggar aturan PSBB di Bogor, Jawa Barat, Minggu (3/5/2020). Pria itu ditegur lantaran duduk bersampingan dengan istrinya di dalam mobil yang menurut aturan, baris terdepan seharusnya hanya diisi oleh sopir. TwitterSeorang pria mengamuk karena ditegur petugas saat melanggar aturan PSBB di Bogor, Jawa Barat, Minggu (3/5/2020). Pria itu ditegur lantaran duduk bersampingan dengan istrinya di dalam mobil yang menurut aturan, baris terdepan seharusnya hanya diisi oleh sopir.

BOGOR, KOMPAS.com - Sebuah video yang menampilkan seorang warga di Kota Bogor, Jawa Barat, memarahi petugas gabungan yang menegakkan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) beredar luas di media sosial.

Dalam video itu, terlihat seorang pria tak terima ditegur petugas saat diperiksa di wilayah Empang, Kota Bogor, Minggu (3/5/2020).

Pria yang belum diketahui identitasnya itu menolak ketika petugas gabungan meminta agar seorang perempuan yang jadi penumpang dalam mobil yang dikemudikannya pindah ke kursi belakang. Pria itu mengaku bahwa penumpang itu adalah istrinya.

Baca juga: Langgar PSBB, Puluhan Warga Kota Bogor Dihukum Push Up Lalu Diberi Masker

Dalam aturan PSBB, hanya pengemudi yang boleh duduk di kursi depan. Penumpang lain harus berada di kursi belakang. Kapasitas angkut mobil pribadi juga maksimal 50 persen.

Saat diminta agar penumpang perempuan itu pindah ke kursi belakang, pria tersebut memarahi dan membentak petugas. Peristiwa itu menjadi tontonan warga yang melintas.

"Saya tidak mau memindahkan istri saya. Saya di rumah tidur berdua tidak apa-apa, masa di mobil harus di belakang," kata pria itu.

Pria tersebut bahkan meminta kepada para petugas yang memeriksanya sana untuk menyampaikan kepada Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto bahwa ia tidak mau mengikuti aturan itu.

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor Dody Wahyudin membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan, pria itu merupakan warga Ciapus, Kabupaten Bogor.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kodam Jaya Pastikan Kawal Proses Hukum Kasus Pengadangan Babinsa oleh Debt Collector

Kodam Jaya Pastikan Kawal Proses Hukum Kasus Pengadangan Babinsa oleh Debt Collector

Megapolitan
Jelang Lebaran, Ini Siasat Pemkot Jakpus Hadapi Lonjakan Pengunjung di Pasar Tanah Abang

Jelang Lebaran, Ini Siasat Pemkot Jakpus Hadapi Lonjakan Pengunjung di Pasar Tanah Abang

Megapolitan
Mudik Lebaran Dilarang, Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Turun Drastis hingga 90 Persen

Mudik Lebaran Dilarang, Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Turun Drastis hingga 90 Persen

Megapolitan
Polisi Buru Satu Buronan Terkait Kepemilikan Senjata Api di Kampung Ambon

Polisi Buru Satu Buronan Terkait Kepemilikan Senjata Api di Kampung Ambon

Megapolitan
Penggerebekan Kampung Ambon, Polisi Telusuri Kepemilikan Senpi hingga Peran Para Tersangka

Penggerebekan Kampung Ambon, Polisi Telusuri Kepemilikan Senpi hingga Peran Para Tersangka

Megapolitan
DKI Jakarta Masuk Zona Oranye, Warga Berpotensi Tak Bisa Shalat Id di Masjid dan Lapangan

DKI Jakarta Masuk Zona Oranye, Warga Berpotensi Tak Bisa Shalat Id di Masjid dan Lapangan

Megapolitan
400 Rumah di Kapuk Muara Terbakar, Warga Diungsikan ke Lapangan Bola

400 Rumah di Kapuk Muara Terbakar, Warga Diungsikan ke Lapangan Bola

Megapolitan
Bertahan dari Kebijakan Larangan Mudik, Maskapai Penerbangan Banting Setir Jadi Angkutan Kargo

Bertahan dari Kebijakan Larangan Mudik, Maskapai Penerbangan Banting Setir Jadi Angkutan Kargo

Megapolitan
Tiga Hari Larangan Mudik, 245.496 Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek

Tiga Hari Larangan Mudik, 245.496 Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek

Megapolitan
Kerumunan saat Malam Takbiran Dilarang, jika Melanggar Ada Sanksinya

Kerumunan saat Malam Takbiran Dilarang, jika Melanggar Ada Sanksinya

Megapolitan
Sejak Larangan Mudik, Hanya Satu Penerbangan Niaga dari Bandara Halim Perdanakusuma

Sejak Larangan Mudik, Hanya Satu Penerbangan Niaga dari Bandara Halim Perdanakusuma

Megapolitan
Pemprov DKI: Warga Jabodetabek Tak Perlu SIKM Keluar Masuk Jakarta

Pemprov DKI: Warga Jabodetabek Tak Perlu SIKM Keluar Masuk Jakarta

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Kebingungan Warga dan Pemda soal Larangan Mudik Lokal Jabodetabek

[POPULER JABODETABEK] Kebingungan Warga dan Pemda soal Larangan Mudik Lokal Jabodetabek

Megapolitan
Kebakaran di Kapuk Muara Diduga Akibat Korsleting Listrik, 65 Rumah Terbakar

Kebakaran di Kapuk Muara Diduga Akibat Korsleting Listrik, 65 Rumah Terbakar

Megapolitan
Kodam Jaya Kecam Upaya Perampasan Mobil yang Dibawa Anggota Babinsa Ketika Antar Orang Sakit

Kodam Jaya Kecam Upaya Perampasan Mobil yang Dibawa Anggota Babinsa Ketika Antar Orang Sakit

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X