Urunan, Warga Kelurahan Gunung Bagikan Beras Pakai Tandon Mobile

Kompas.com - 13/05/2020, 17:38 WIB
Petugas PPSU Kelurahan Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan menyalurkan sumbangan beras lewat tandon beras mobile dalam rangka membantu warga terdampak COVID-19, Rabu (13/5/2020). ANTARA/HO-Kelurahan GunungPetugas PPSU Kelurahan Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan menyalurkan sumbangan beras lewat tandon beras mobile dalam rangka membantu warga terdampak COVID-19, Rabu (13/5/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Kelurahan Gunung, Jakarta Selatan membagikan beras kepada masyarakat yang membutuhkan selama wabah COVID-19 menggunakan tandon 'mobile".

Lurah Gunung Dimas Prayudi mengatakan, pengoperasian tandon "mobile" berisi beras telah dimulai dua pekan yang lalu.

Awalnya, beras sumbangan warga dikumpulkan terlebih dahulu.

"Jadi kita kumpulkan dulu beras-beras sumbangan dari warga, kita jemput ke rumah masing, lalu kita simpan dalam tandon, total terkumpul 170 kilogram beras," kata Dimas saat dihubungi di Jakarta, Rabu (13/5/2020), seperti dikutip Antara.

Baca juga: Sanksi Pelanggar PSBB di Jakbar: Menyapu, Mengecat Trotoar, hingga Bersihkan WC Umum

Pelaksanaan tahap pertama sumbangan beras 170 kilogram berasal dari warga RW 2 Kelurahan Gunung.

Warga menyumbang secara sukarela mulai dari 5 kilogram sampai 10 kilogran. Bahkan ada warga yang menyumbang 50 kg beras.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beras sumbangan warga lalu dimasukkan ke dalam tandon air berkapasitas 300 kilogram.

Setelah dirasa cukup, lalu tandon berisi beras diantar berkeliling menggunakan mobil bak terbuka untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Pengumpulan dan penyaluran beras dilakukan oleh petugas pekerja penanganan sarana dan prasarana umum (PPSU) kelurahan, menggunakan mobil mereka," katanya.

Baca juga: Penjelasan Wagub DKI soal Tumpang Tindih Penerima Bansos yang Sempat Dikeluhkan Menko PMK

Dari 170 kg beras yang terkumpul dibagikan menggunakan kantong plastik isi 5 kilogram. Terkumpul 32 kantong beras disalurkan ke wilayah Kerinci dan sekitar Berdikari.

Beras dibagikan dengan cara berkeliling menggunakan mobil bak terbuka yang mengangkut tandon berisi beras.

Warga yang membutuhkan dapat mengambil beras tanpa berkumpul.

"Kita lakukan 'mobile' supaya tidak ada warga yang berkumpul saat pembagian," kata Dimas.

Menurut Dimas, kegiatan tandon beras mobile tersebut merupakan inisiatif warga yang diakomodasi kelurahan dengan mengadopsi program Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) yang diluncurkan Pemprov DKI Jakarta pada 29 April 2020 lalu.

Bedanya, program ini tidak melibatkan perusahaan atau instansi, tapi swadaya masyarakat yang ingin berdonasi.

Wilayah Kelurahan Gunung, Kecamatan Kebayoran Baru terdiri atas 7 RW dengan 68 RT, terdapat 11.000 jiwa dengan 3.000 kepala keluarga.

Baca juga: Wagub DKI Sebut Penerima Bansos Tahap 2 Sebanyak 2,15 Juta KK

Menurut Dimas, dari 7 RW tersebut, sebanyak tiga RW, yakni 1, 8 dan 6 termasuk kategori rukun warga kurang mampu.

Sisanya 4 RW di wilayah tersebut tergolong masyarakat mampu.

"Kegiatan ini mirip-mirip KSBB lah, kita kumpulkan dari warga mampu lalu kita salurkan ke warga tidak mampu," kata Dimas.

Dimas mengatakan, kegiatan tersebut masih akan bergulir selama warga masih ada yang mau menyumbang.

Untuk penyaluran beras dari tandon mobile tahap II akan dilakukan pengumpulan beras sumbangan dari warga RW 3.

Dimas berharap, sumbangan beras ini sebagai pelengkap bagi warga yang membutuhkan bantuan selama pandemi COVID-19.

Dalam catatan Kelurahan Gunung terdapat 1.800 warga yang membutuhkan bantuan sosial.

Warga tersebut telah mendapat bantuan sosial dari Pemprov DKI Jakarta sebanyak 988 orang dan bansos dari pemerintah pusat sebanyak 700 orang.

Sisa warga yang belum menerima bansos tahap pertama diusulkan kembali untuk menerima bansos tahap II.

"Harapan kita, dengan bantuan beras ini masyarakat terbantu sembari menunggu bantuan sosial dari pemerintah pusat dan provinsi," kata Dimas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota DPRD Sentil Dirut Transjakarta: Tukang Ikan Bicara Transportasi

Anggota DPRD Sentil Dirut Transjakarta: Tukang Ikan Bicara Transportasi

Megapolitan
Anak Perempuan Ribut dengan Ibunya, Barang-barang Dilempar dari Apartemen Thamrin Residence

Anak Perempuan Ribut dengan Ibunya, Barang-barang Dilempar dari Apartemen Thamrin Residence

Megapolitan
Kondisi Lulung Mulai Membaik, Alat Bantu Medis Akan Dilepas

Kondisi Lulung Mulai Membaik, Alat Bantu Medis Akan Dilepas

Megapolitan
Divonis Lebih Berat dari Tuntutan, Adam Ibrahim Pelaku Hoaks Babi Ngepet: Saya Ikhlas...

Divonis Lebih Berat dari Tuntutan, Adam Ibrahim Pelaku Hoaks Babi Ngepet: Saya Ikhlas...

Megapolitan
Polisi Tangkap 5 Pemuda yang Bawa Sajam, Diduga Hendak Tawuran di Jaksel

Polisi Tangkap 5 Pemuda yang Bawa Sajam, Diduga Hendak Tawuran di Jaksel

Megapolitan
Ikuti Rombongan Kendaraan TNI, Pemotor Masuk Tol JORR di Kawasan Jatiwarna Bekasi

Ikuti Rombongan Kendaraan TNI, Pemotor Masuk Tol JORR di Kawasan Jatiwarna Bekasi

Megapolitan
Jangan Cuma Salahkan Operator, Pengamat Transportasi Sebut Transjakarta Perlu Audit Menyeluruh

Jangan Cuma Salahkan Operator, Pengamat Transportasi Sebut Transjakarta Perlu Audit Menyeluruh

Megapolitan
Hanya Diberi Uang Kerahiman, Pedagang Korban Kebakaran Pasar Kalideres: Rp 2,5 Juta untuk Beli Apa?

Hanya Diberi Uang Kerahiman, Pedagang Korban Kebakaran Pasar Kalideres: Rp 2,5 Juta untuk Beli Apa?

Megapolitan
Terdakwa Kasus Hoaks Babi Ngepet di Depok Divonis 4 Tahun Penjara

Terdakwa Kasus Hoaks Babi Ngepet di Depok Divonis 4 Tahun Penjara

Megapolitan
Kepada Dirut Transjakarta dan Pejabat DKI, Anggota DPRD: Bagaimana jika Korban Kecelakaan Adalah Istri Bapak?

Kepada Dirut Transjakarta dan Pejabat DKI, Anggota DPRD: Bagaimana jika Korban Kecelakaan Adalah Istri Bapak?

Megapolitan
Sopir Transjakarta Lupa Tarik Rem Tangan Saat Hendak ke Toilet, Polisi: Bus Berjalan Sendiri lalu Tabrak Tembok

Sopir Transjakarta Lupa Tarik Rem Tangan Saat Hendak ke Toilet, Polisi: Bus Berjalan Sendiri lalu Tabrak Tembok

Megapolitan
Wali Kota Pepen Pastikan Omicron Belum Masuk Bekasi

Wali Kota Pepen Pastikan Omicron Belum Masuk Bekasi

Megapolitan
Pedagang Korban Kebakaran Pasar Kalideres Demo ke Pemprov dan DPRD DKI, Minta Ganti Rugi

Pedagang Korban Kebakaran Pasar Kalideres Demo ke Pemprov dan DPRD DKI, Minta Ganti Rugi

Megapolitan
Bus Transjakarta Tabrak Tembok karena Sopir Lupa Tarik Rem Tangan

Bus Transjakarta Tabrak Tembok karena Sopir Lupa Tarik Rem Tangan

Megapolitan
Sopir Transjakarta Disebut Tak Perhatikan Keselamatan Pengguna Jalan Lain, “Mau Main Nabrak Aja”

Sopir Transjakarta Disebut Tak Perhatikan Keselamatan Pengguna Jalan Lain, “Mau Main Nabrak Aja”

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.