Wali Kota Akan Paksa Pasien Positif Covid-19 di Depok Isolasi di Rumah Sakit

Kompas.com - 18/05/2020, 15:51 WIB
Wali Kota Depok, Mohammad Idris di Crisis Center Corona Balaikota Depok, Jawa Barat, Jumat (6/3/2020). KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANWali Kota Depok, Mohammad Idris di Crisis Center Corona Balaikota Depok, Jawa Barat, Jumat (6/3/2020).

DEPOK, KOMPAS.com - Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan, dirinya bakal memaksa pasien positif Covid-19 untuk dirawat di rumah sakit isolasi khusus.

Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan pasien positif Covid-19 di Depok menolak diisolasi dengan berbagai dalih.

Padahal, tidak semua warga sanggup melakukan isolasi mandiri karena sejumlah hal, misalnya keadaan rumah yang tak memungkinkan karena dihuni banyak orang.

Baca juga: Wali Kota Depok Akan Bubarkan Kerumunan Warga Saat Idul Fitri

"Masalahnya tadi, atas kesadaran sendiri, si pasien enggak mau (diisolasi di rumah sakit khusus) padahal kondisi rumahnya juga bermasalah. Itu cukup banyak yang dalam proses," jelas Idris kepada wartawan pada Senin (18/5/2020).

Ia melanjutkan, isolasi mandiri hanya diperbolehkan bagi orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) bergejala ringan.

Namun, bagi pasien positif Covid-19, isolasi mandiri hanya diperbolehkan untuk mereka yang menerima diskresi Gugus Tugas Covid-19 dan Kementerian Kesehatan RI.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Misalnya, waktu itu salah satu pasien (positif Covid-19) di Depok ada yang dokter. Kami melihat keluarganya sangat kondusif dan kami izinkan isolasi mandiri. Dan dua minggu kemudian sembuh," ujar Idris memberi contoh.

"Tapi kalau memang tidak atas izin, melainkan atas kemauan sendiri dan dia positif, kami akan paksa untuk pindahkan ke rumah sakit isolasi yang sudah kami siapkan," sambung dia.

Sebagai informasi, Kota Depok mendedikasikan 2 rumah sakit, yakni RS Hasanah Graha Afiah (HGA) dan RS Citra Medika sebagai lokasi isolasi pasien Covid-19.

Total, terdapat 95 tempat tidur di 2 rumah sakit itu, yang dikhususkan bagi warga yang tak sanggup melakukan isolasi mandiri.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

RS Hampir Penuh, Satgas Covid-19 Depok Sebut Kondisi Sudah Sangat Berat

RS Hampir Penuh, Satgas Covid-19 Depok Sebut Kondisi Sudah Sangat Berat

Megapolitan
Jakarta Buka Posko Siaga Covid-19 24 Jam, Tersebar di Semua Kelurahan

Jakarta Buka Posko Siaga Covid-19 24 Jam, Tersebar di Semua Kelurahan

Megapolitan
Imbau Dirikan Tenda Darurat Perawatan Pasien Covid-19, Anies: Rumah Sakit Sudah Penuh

Imbau Dirikan Tenda Darurat Perawatan Pasien Covid-19, Anies: Rumah Sakit Sudah Penuh

Megapolitan
Kasus Covid-19 Meledak, Jakarta Krisis Tenaga Kesehatan

Kasus Covid-19 Meledak, Jakarta Krisis Tenaga Kesehatan

Megapolitan
Liza Putri Noviana, Nakes Pertama di Wisma Atlet yang Gugur Terpapar Covid-19

Liza Putri Noviana, Nakes Pertama di Wisma Atlet yang Gugur Terpapar Covid-19

Megapolitan
Tangerang Zona Merah, Pemkot Imbau Shalat Jumat Diganti Zuhur

Tangerang Zona Merah, Pemkot Imbau Shalat Jumat Diganti Zuhur

Megapolitan
Ingat, Hari Ini Terakhir Lapor Diri PPDB Jakarta Jalur Zonasi SD dan Afirmasi SMP/SMA/SMK

Ingat, Hari Ini Terakhir Lapor Diri PPDB Jakarta Jalur Zonasi SD dan Afirmasi SMP/SMA/SMK

Megapolitan
Anies Sebut Sebagian Besar Pasien Covid-19 di Jakarta Bergejala Sedang

Anies Sebut Sebagian Besar Pasien Covid-19 di Jakarta Bergejala Sedang

Megapolitan
Anies: Menambah Tenaga Kesehatan Tak Bisa Secepat Penambahan Kasus Covid-19

Anies: Menambah Tenaga Kesehatan Tak Bisa Secepat Penambahan Kasus Covid-19

Megapolitan
Rekor Baru Covid-19 di Jakarta Capai 7.505, Semua Rumah Sakit Diminta Bangun Tenda Darurat

Rekor Baru Covid-19 di Jakarta Capai 7.505, Semua Rumah Sakit Diminta Bangun Tenda Darurat

Megapolitan
Jakarta Tidak Sedang Baik-baik Saja, Rekor 7.505 Kasus Baru hingga RS di Ambang Kolaps

Jakarta Tidak Sedang Baik-baik Saja, Rekor 7.505 Kasus Baru hingga RS di Ambang Kolaps

Megapolitan
Fakta Warga Tangerang Diduga Meninggal Usai Divaksin: Disuntik Saat Tensi Tinggi, Dinkes Lakukan Investigasi

Fakta Warga Tangerang Diduga Meninggal Usai Divaksin: Disuntik Saat Tensi Tinggi, Dinkes Lakukan Investigasi

Megapolitan
[BERITA FOTO] RS Covid-19 di Ambang Kolaps, Berjuang Bernapas dari Tenda Darurat

[BERITA FOTO] RS Covid-19 di Ambang Kolaps, Berjuang Bernapas dari Tenda Darurat

Megapolitan
UPDATE 24 Juni: Tambah 98 Kasus di Kota Tangerang, 550 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 24 Juni: Tambah 98 Kasus di Kota Tangerang, 550 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Saat Covid-19 Jadi Momok di Rumah Sendiri, Masihkah Kita Lengah dan Pongah?

Saat Covid-19 Jadi Momok di Rumah Sendiri, Masihkah Kita Lengah dan Pongah?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X