Nekat Buka Saat PSBB, Dua Ramayana di Jakarta Barat Didenda Rp 5 Juta

Kompas.com - 22/05/2020, 15:32 WIB
Satpol PP Jakbar menindak Ramayana yang nekat buka saat PSBB berlangsung. Instagram @info.jakartabaratSatpol PP Jakbar menindak Ramayana yang nekat buka saat PSBB berlangsung.

JAKARTA, KOMPAS.com - Jelang Hari Raya Idul Fitri, masyarakat di berbagai daerah tampak menyerbu toko pakaian atau departement strore.

Dua Ramayana di Jakarta Barat, misalnya, masih nekat beroperasi atau buka di tengah pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19 di Ibu Kota.

Berkait hal tersebut, jajaran Satpol PP langsung melakukan tindakan menutup sementara Ramayana Cengkareng dan Grogol Petamburan.

"Ditutup sementara. Ada dua, yang Ramayana di Cengkareng sama di Grogol Petamburan," ucap Kasatpol PP Jakbar Tamo Sijabat kepada Kompas.com, Jumat (22/5/2020).

Baca juga: Pemprov DKI: Diskotek Golden Crown Ditutup karena Manajemen Lalai Awasi Tamu

Selain menutup sementara dua departement store tersebut, Satpol PP juga mengenakan denda kepada pihak pengelola Ramayana sesuai dengan Pergub Nomor 41 Tahun 2020 tentang Pengenaan Sanksi Terhadap Pelanggaran Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta.

Masing-masing departement store harus membayar denda sebesar Rp 5.000.000.

"Ramayana tersebut sudah kami tutup kemarin dan dikenakan denda Rp 5.000.000 dan sudah bayar hari ini. Sebelumnya Ramayana di Mal Cengkareng juga kami tutup dan sudah bayar denda Rp 5.000.000 hari Rabu (20/5/2020) kemarin," ucap Tamo.

Baca juga: Pemkot Tangerang Tutup Operasional Mal CBD Ciledug Setelah Viral Antrean Pengunjung

Selanjutnya, jika pihak pengelola masih nekat membuka toko, pihak Satpol PP tak segan untuk mengusulkan pencabutan izin usaha.

"Ya saya juga tidak berani komen ya alasan mereka buka. Tinggal pilih dua, saya usulkan dicabut atau Anda bayar, selesai PSBB bisa buka. Nah artinya mau bayar," ucap Tamo.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Polemik THR TGUPP, Sekda DKI: Bukan THR, tetapi Uang Apresiasi

Soal Polemik THR TGUPP, Sekda DKI: Bukan THR, tetapi Uang Apresiasi

Megapolitan
4 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Cisalak Ditutup Sementara

4 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Cisalak Ditutup Sementara

Megapolitan
Sekda DKI Sebut Hak Keuangan TGUPP Juga Dipangkas 25 Persen Seperti PNS

Sekda DKI Sebut Hak Keuangan TGUPP Juga Dipangkas 25 Persen Seperti PNS

Megapolitan
Pandemi Covid-19, Gaji Pasukan Oranye hingga Pasukan Biru Tak Dipotong

Pandemi Covid-19, Gaji Pasukan Oranye hingga Pasukan Biru Tak Dipotong

Megapolitan
Bekasi Jelang New Normal, Positif Covid-19 Ada 298 Kasus

Bekasi Jelang New Normal, Positif Covid-19 Ada 298 Kasus

Megapolitan
Dibuka Lagi, Pelayanan SIM di Daan Mogot Dipadati Ratusan Warga

Dibuka Lagi, Pelayanan SIM di Daan Mogot Dipadati Ratusan Warga

Megapolitan
UPDATE 30 Mei: Bertambah 100 Kasus, Total 7.153 Pasien Covid-19 di DKI Jakarta

UPDATE 30 Mei: Bertambah 100 Kasus, Total 7.153 Pasien Covid-19 di DKI Jakarta

Megapolitan
PSBB Berakhir pada 4 Juni, Kabupaten Bekasi Terapkan Adaptasi Kebiasaan Baru

PSBB Berakhir pada 4 Juni, Kabupaten Bekasi Terapkan Adaptasi Kebiasaan Baru

Megapolitan
Pemprov DKI: Banyak Permohonan SIKM untuk ART yang Ditolak

Pemprov DKI: Banyak Permohonan SIKM untuk ART yang Ditolak

Megapolitan
Soal New Normal di Mal, Pengelola Siap Ikuti Aturan Pemerintah

Soal New Normal di Mal, Pengelola Siap Ikuti Aturan Pemerintah

Megapolitan
Kronologi 14 Warga Tambora Jadi ODP Covid-19 hingga Dukungan dari Tetangga

Kronologi 14 Warga Tambora Jadi ODP Covid-19 hingga Dukungan dari Tetangga

Megapolitan
Pengajuan SIKM Membeludak, Pemprov DKI: Banyak Warga yang Kurang Bijak

Pengajuan SIKM Membeludak, Pemprov DKI: Banyak Warga yang Kurang Bijak

Megapolitan
Satpol PP DKI: Kami Tindak 97,8 Persen Laporan Pelanggaran PSBB

Satpol PP DKI: Kami Tindak 97,8 Persen Laporan Pelanggaran PSBB

Megapolitan
Dua Pemuda Berboncengan Motor Tewas Setelah Menabrak Mobil

Dua Pemuda Berboncengan Motor Tewas Setelah Menabrak Mobil

Megapolitan
7 Pemudik Lolos Tanpa SIKM, Dishub Perketat Check Point di Jakarta Selatan

7 Pemudik Lolos Tanpa SIKM, Dishub Perketat Check Point di Jakarta Selatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X