Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 04/06/2020, 09:38 WIB
Penulis Nursita Sari
|

Pada fase PSBB proporsional, Pemkot Depok juga akan kembali membuka rumah-rumah ibadah untuk kegiatan keagamaan berjemaah. Rumah ibadah yang akan dibuka berlokasi di RW non-zona merah.

Baca juga: Depok Bersiap Buka Tempat Ibadah di Luar Zona Merah, Jemaah Dilarang Lintas Wilayah

Aktivitas jemaah di rumah ibadah harus mematuhi protokol kesehatan. Anak di bawah 12 tahun dan lansia dianjurkan tetap beribadah di rumah.

New normal di Bekasi, belajar di sekolah hingga mal dibuka

Kota Bekasi akan menerapkan new normal setelah masa PSBB berakhir.

Saat new normal diterapkan, secara bertahap, sektor pendidikan akan kembali melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah dengan merapkan protokol pencegahan Covid-19.

Menurut rencana, kegiatan belajar mengajar tahun ajaran 2020/2021 akan dimulai pada pekan kedua bulan Juli.

Baca juga: Skenario Belajar di Sekolah Saat New Normal di Bekasi, Bawa Bekal Sendiri hingga Screening Kesehatan

Dinas Pendidikan Kota Bekasi pun telah menyusun protokol kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Protokol itu antara lain satu meja/bangku hanya boleh diduduki satu siswa, pembagian waktu masuk sekolah, waktu belajar di sekolah dikurangi, serta ada hand sanitizer dan tempat cuci tangan.

Kemudian, semua siswa memakai masker, sekolah menyediakan termometer untuk mengecek suhu tubuh, siswa dianjurkan membawa bekal dari rumah, wajib menjaga jarak minimal 1 meter, hingga screening kesehatan.

Selain sektor pendidikan, mal, pasar tradisional, hingga toko swalayan pun akan beroperasi kembali pada fase normal baru.

Baca juga: Protokol New Normal di Mal, Swalayan, Pasar, hingga PKL di Bekasi

Wali Kota Bekasi mengeluarkan Keputusan Wali Kota Nomor 511.2/Kep.332-Disdagperin/V/2020 tentang petunjuk teknis pencegahan dan pengendalian Covid-19 pada pusat perbelanjaan, toko swalayan, dan pasar tradisional.

Beberapa hal yang harus dilakukan pelaku usaha, yakni membersihkan dan mendisinfeksi area kerja dan area publik secara berkala, menyediakan fasilitas cuci tangan, mengecek suhu tubuh karyawan dan pengunjung, mewajibkan penggunaan masker, serta menerapkan protokol jaga jarak dengan memberi tanda khusus.

Baca juga: Sebelum Beroperasi, Pelaku Usaha Hiburan atau Wisata di Bekasi Harus Gelar Rapid Test Karyawan

Tempat-tempat hiburan dan tempat wisata juga akan beroperasi kembali. Semua karyawan di sana harus menjalani rapid test Covid-19 sebelum mulai bekerja saat new normal.

Meskipun Kota Bekasi segera memasuki fase new normal, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menegaskan, PSBB masih akan berjalan dengan beberapa penyesuaian.

Sebab, aturan pembatasan dan protokol pencegahan Covid-19 ada dalam aturan PSBB.

"PSBB disesuaikan dalam tahapan adaptasi, adaptasi apa makanya new normal. Klaster baru kasus baru yang timbul ini bukan jadi ancaman, tapi ini harus dikerjakan bersama agar tetap ekonomi berjalan. Ini kan beriringan sambil kita menyelesaikan ini (Covid-19)," kata pria yang akrab disapa Pepen itu, Selasa.

Baca juga: Walkot: Meski New Normal Diterapkan, PSBB di Kota Bekasi Tetap Berjalan

Pemkot Bekasi akan tetap menguatkan PSBB hingga tingkat RW. Tujuannya agar zona-zona merah yang ada di wilayah tersebut tetap dijaga sehingga tidak menyebar ke wilayah lainnya.

Dengan demikian, zona hijau di Kota Bekasi tetap terjaga. Saat ini, ada 49 kelurahan dalam zona hijau dari 56 kelurahan di Kota Bekasi.

"Masih itu (masih berjalan PSBB tingkat RW). Jangankan ada virus, enggak ada juga RW tetap siaga," tutur dia.

Baca juga: Ini Aktivitas yang Diperbolehkan Saat New Normal di Bekasi Diterapkan

Sumber: Kompas.com (Penulis: Ryana Aryadita Umasugi, Ramdhan Triyadi Bempah, Vitorio Mantalean, Cynthia Lova), Antara

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tipu Selebgram dan Ratusan Orang untuk Pergi Umrah, Wanita di Bogor Diamankan Polisi

Tipu Selebgram dan Ratusan Orang untuk Pergi Umrah, Wanita di Bogor Diamankan Polisi

Megapolitan
Mengenal FPPR, Dana yang Digelontorkan untuk Bantu Pembeli Rumah DP Rp 0

Mengenal FPPR, Dana yang Digelontorkan untuk Bantu Pembeli Rumah DP Rp 0

Megapolitan
Saat Hasya Tergeletak 45 Menit Tanpa Mendapat Bantuan Usai Dilindas Mobil Pensiunan Polisi…

Saat Hasya Tergeletak 45 Menit Tanpa Mendapat Bantuan Usai Dilindas Mobil Pensiunan Polisi…

Megapolitan
Honda Civic Hilang Kendali lalu Tabrak Gerobak Dagangan Makanan, 5 Orang Jadi Korban

Honda Civic Hilang Kendali lalu Tabrak Gerobak Dagangan Makanan, 5 Orang Jadi Korban

Megapolitan
Pemprov DKI Klaim Peminat Rumah DP Rp 0 Masih Tinggi, tetapi Banyak yang Terhambat

Pemprov DKI Klaim Peminat Rumah DP Rp 0 Masih Tinggi, tetapi Banyak yang Terhambat

Megapolitan
BERITA FOTO: Teddy Minahasa Didakwa Jual Beli Narkoba dengan Anak Buah

BERITA FOTO: Teddy Minahasa Didakwa Jual Beli Narkoba dengan Anak Buah

Megapolitan
Kantor Percetakan di Ciracas Ludes Terbakar, Diduga akibat Korsleting pada Mesin

Kantor Percetakan di Ciracas Ludes Terbakar, Diduga akibat Korsleting pada Mesin

Megapolitan
Pengendara Motor Tewas di Cimanggis Depok, Awalnya Dikejar Empat Orang Usai Cekcok di Kafe

Pengendara Motor Tewas di Cimanggis Depok, Awalnya Dikejar Empat Orang Usai Cekcok di Kafe

Megapolitan
Pemprov DKI Bakal Pindahkan 120 Km Kabel yang Membentang di Langit Jakarta ke Dalam Tanah

Pemprov DKI Bakal Pindahkan 120 Km Kabel yang Membentang di Langit Jakarta ke Dalam Tanah

Megapolitan
Harta Kekayaan Kompol D Mencapai Rp 1,5 Miliar, Ada Tanah dan Bangunan hingga Mobil Mercy

Harta Kekayaan Kompol D Mencapai Rp 1,5 Miliar, Ada Tanah dan Bangunan hingga Mobil Mercy

Megapolitan
BMKG Minta Warga Pesisir Utara Jakarta Waspadai Rob 2-6 Februari 2023

BMKG Minta Warga Pesisir Utara Jakarta Waspadai Rob 2-6 Februari 2023

Megapolitan
Lokasi Vaksin Booster di Bekasi Bulan Februari 2023

Lokasi Vaksin Booster di Bekasi Bulan Februari 2023

Megapolitan
Mas Kawin dan Uang Rp 1 Juta Milik Bos Cilor Dicuri, Pelakunya Karyawan Sendiri

Mas Kawin dan Uang Rp 1 Juta Milik Bos Cilor Dicuri, Pelakunya Karyawan Sendiri

Megapolitan
Korban KSP Indosurya Unjuk Rasa, Minta Henry Surya Ditahan Lagi dan Kembalikan Aset

Korban KSP Indosurya Unjuk Rasa, Minta Henry Surya Ditahan Lagi dan Kembalikan Aset

Megapolitan
Polda Metro Jaya Selidiki Dugaan Pemerasan Anggota Provost oleh Oknum Penyidik

Polda Metro Jaya Selidiki Dugaan Pemerasan Anggota Provost oleh Oknum Penyidik

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.