1.600 Warga Pondok Aren yang Belum Dapat Bantuan Terima Sembako dari Kemensos

Kompas.com - 06/06/2020, 17:27 WIB
Sebanyak 1.600 warga Kelurahan Pondok Aren, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, menerima bantuan dari Kementerian Sosial. Bantuan tersebut diberikan kepada warga di Kelurahan Pondok Aren, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Sabtu (6/6/2020). dokumentasi Humas KemensosSebanyak 1.600 warga Kelurahan Pondok Aren, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, menerima bantuan dari Kementerian Sosial. Bantuan tersebut diberikan kepada warga di Kelurahan Pondok Aren, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Sabtu (6/6/2020).

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com- Sebanyak 1.600 warga Kelurahan Pondok Aren, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, menerima bantuan dari Kementerian Sosial.

Bantuan tersebut diberikan kepada warga di Kelurahan Pondok Aren, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Sabtu (6/6/2020).

Direktur Jenderal (Dirjen) Pemberdayaan Sosial Kemensos, Edi Suharto mengatakan, bantuan sembako diberikan bagi mereka yang tercatat tidak menerima bantuan dari pemerintah.

Baca juga: Operasional Transportasi Umum Dibatasi Saat PSBB Transisi di Jakarta, Ini Jadwalnya

"Sebanyak 1.600 paket bantuan. Bantuan ini diberikan satu kali bagi warga terdampak Covid-19 yang belum pernah mendapatkan bantuan, baik dari pemerintah pusat maupun daerah," kata Edi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu.

Edi menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan merupakan program dari Kemensos yang berasal dari dana hibah dalam negeri.

Program yang disebut Kemensos hadir untuk melengkapi bantuan seperti PKH, BPNT dan bantuan lain yang belum diterima warga Kelurahan Pondok Aren.

"Jika bantuan Presiden pasti lebih besar, kalau kita tentu saja di bawah bantuan Presiden. Untuk isi ada beras, sarden, minyak goreng 2 liter dan seterusnya," ucapnya.

Lurah Pondok Aren, Romi Amirudin mengatakan, sejumlah paket bantuan yang diterima warganya tersebut memang diajukan sebelumnya ke Kemensos.

"Ini adalah sisiran kita bagi warga yang belum menerima seperti Banpres (bantuan Presiden) dan PKH (program keluarga harapan). Kalau terima bantuan itu, tidak terima lagi," kata Romi.

Romi mengaku, untuk menyalurkan bantuan kepada warga selama ini hanya mengandalkan donatur diluar dari pemerintah.

"Jadi kita di sini juga memanfaatkan para donatur dari warga yang mampu di wilayah kami," tutupnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Edarkan Narkoba, 24 Orang Ditangkap Polisi di Bogor

Edarkan Narkoba, 24 Orang Ditangkap Polisi di Bogor

Megapolitan
Petugas Kebersihan Stasiun Temukan Uang Rp 500 Juta di Plastik, Dikembalikan ke Pemiliknya

Petugas Kebersihan Stasiun Temukan Uang Rp 500 Juta di Plastik, Dikembalikan ke Pemiliknya

Megapolitan
Diizinkan Angkut Penumpang, Grab di Bekasi Pasang Partisi Plastik di Setiap Armada

Diizinkan Angkut Penumpang, Grab di Bekasi Pasang Partisi Plastik di Setiap Armada

Megapolitan
MRT Jakarta Bantah Tanah Galian Proyeknya untuk Reklamasi Ancol

MRT Jakarta Bantah Tanah Galian Proyeknya untuk Reklamasi Ancol

Megapolitan
Pemkot Tangsel Belum Izinkan Bioskop Beroperasi Kembali 29 Juli 2020

Pemkot Tangsel Belum Izinkan Bioskop Beroperasi Kembali 29 Juli 2020

Megapolitan
Polisi Dalami Upaya Penculikan Anak di Depok, Modusnya Bekap Pakai Tisu

Polisi Dalami Upaya Penculikan Anak di Depok, Modusnya Bekap Pakai Tisu

Megapolitan
Tes Urine dan Rambut Negatif Narkoba, Ridho Ilahi Tetap Diproses Hukum Terkait Kepemilikan Sabu

Tes Urine dan Rambut Negatif Narkoba, Ridho Ilahi Tetap Diproses Hukum Terkait Kepemilikan Sabu

Megapolitan
Klarifikasi Pemprov DKI: Perluasan Ancol Dilakukan di Pulau L

Klarifikasi Pemprov DKI: Perluasan Ancol Dilakukan di Pulau L

Megapolitan
UPDATE 9 Juli: Bertambah 10 Kasus, Total 298 Kasus Positif di Kabupaten Bekasi

UPDATE 9 Juli: Bertambah 10 Kasus, Total 298 Kasus Positif di Kabupaten Bekasi

Megapolitan
Curi 46 Motor, Dua Residivis Ditangkap Lagi di Depok

Curi 46 Motor, Dua Residivis Ditangkap Lagi di Depok

Megapolitan
Penerbangan Meningkat, Lion Air Pekerjakan Kembali 2.600 Karyawan

Penerbangan Meningkat, Lion Air Pekerjakan Kembali 2.600 Karyawan

Megapolitan
UPDATE 8 Juli: Tambah 10 Kasus Covid-19 di Kota Bekasi, 16 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 8 Juli: Tambah 10 Kasus Covid-19 di Kota Bekasi, 16 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Gempa Lebak Tempo Hari dan Pelajaran buat Jakarta

Gempa Lebak Tempo Hari dan Pelajaran buat Jakarta

Megapolitan
Ojek Online Resmi Diizinkan Angkut Penumpang di Bekasi, Ini Protokol yang Wajib Dipatuhi

Ojek Online Resmi Diizinkan Angkut Penumpang di Bekasi, Ini Protokol yang Wajib Dipatuhi

Megapolitan
Bertambah 344 Kasus Covid-19 di Jakarta, Lonjakan Tertinggi Sejak Kasus Perdana

Bertambah 344 Kasus Covid-19 di Jakarta, Lonjakan Tertinggi Sejak Kasus Perdana

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X