Kompas.com - 16/06/2020, 11:22 WIB
Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi saat melakukan peninjauan Pasar Kopro di Tomang, Jakarta Barat, Kamis (4/6/2020) Dok. Humas Polres Jakarta Barat Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi saat melakukan peninjauan Pasar Kopro di Tomang, Jakarta Barat, Kamis (4/6/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Fraksi Partai Solidaritas (PSI) DPRD DKI Jakarta mengapresiasi kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menerapkan sistem ganjil genap di pasar tradisional.

Kebijakan ini mulai dijalankan pada Senin (15/6/2020) kemarin di pasar tradisional yang berada di bawah pengelolaan Perumda Pasar Jaya.

"Mengapresiasi langkah Pemprov DKI yang memberlakukan sistem ganjil genap pedagang yang berjualan di pasar," ucap Anggota DPRD DKI Fraksi PSI Eneng Malianasari dalam keterangannya, Selasa (16/6/2020).

Baca juga: Pasar Tanah Abang Terapkan Ganjil Genap hingga Wajibkan Penggunaan Pelindung Wajah

Meski demikian, Eneng meminta Perumda Pasar Jaya untuk menambah waktu operasional pasar.

Hal ini agar masyarakat mempunyai waktu lebih panjang untuk membeli bahan makanan di pasar.

Menurut dia, bila operasional pasar masih seperti semula dikhawatirkan akan menyebabkan penumpukan dan kepadatang pengunjung. Maka akan berpotensi adanya penumpukan warga di pasar.

"Asumsinya pembeli relatif tetap, tapi operasional dan jumlah pedagang dibatasi, ya warga bisa menumpuk. Jika tidak ada pembatasan pembeli masuk ke dalam pasar, harusnya jam operasional justru diperpanjang," kata dia.

Baca juga: Sistem Ganjil Genap di Pasar Diterapkan Hari Ini, Asosiasi Klaim Pedagang Tak Keberatan

Anggota Komisi B ini juga meminta PD Pasar Jaya untuk lebih memasifkan Layanan Belanja Online di pasar tradisional melalui situs belanja online http://belanja.pasarjaya.co.id/.

Adapun layanan ini sempat diperkenalkan, tetapi tidak lanjut dikembangkan, padahal layanan jarak jauh ini bisa solusi terbaik pada masa wabah corona ini.

"Pedagang harus terus didorong untuk bisa beradaptasi dengan layanan belanja jarak jauh baik secara online maupun melalui layanan pesan antar. Ini bisa mendorong pembelian sekaligus mengurangi risiko penularan dari interaksi tatap muka 10-20 persen," tutupnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Minimarket di Pancoran Dibobol Komplotan Maling, Pelaku Libatkan Orang Dalam

Minimarket di Pancoran Dibobol Komplotan Maling, Pelaku Libatkan Orang Dalam

Megapolitan
Update 7 Mei: Total Kasus Covid-19 di Tangerang Selatan Capai 11.005

Update 7 Mei: Total Kasus Covid-19 di Tangerang Selatan Capai 11.005

Megapolitan
Tepergok Belanja Pakai Uang Palsu, Pembeli di Pasar Agung Depok Ditangkap

Tepergok Belanja Pakai Uang Palsu, Pembeli di Pasar Agung Depok Ditangkap

Megapolitan
Jadwal Lengkap PPDB Online DKI Jakarta SD, SMP dan SMA Tahun Ajaran Baru 2021

Jadwal Lengkap PPDB Online DKI Jakarta SD, SMP dan SMA Tahun Ajaran Baru 2021

Megapolitan
Warga Kota Tangerang Diimbau Shalat Idul Fitri di Rumah Bersama Keluarga Masing-masing

Warga Kota Tangerang Diimbau Shalat Idul Fitri di Rumah Bersama Keluarga Masing-masing

Megapolitan
Sulit Bedakan Pemudik Lokal dan Pekerja, Dishub DKI Minta Kesadaran Masyarakat

Sulit Bedakan Pemudik Lokal dan Pekerja, Dishub DKI Minta Kesadaran Masyarakat

Megapolitan
Patuhi Aturan, Kios Blok B Pasar Tanah Abang Tutup Pukul 16.00 WIB

Patuhi Aturan, Kios Blok B Pasar Tanah Abang Tutup Pukul 16.00 WIB

Megapolitan
Pemprov DKI: Perjalanan Mudik Dilarang di Kawasan Aglomerasi, Bekerja Boleh

Pemprov DKI: Perjalanan Mudik Dilarang di Kawasan Aglomerasi, Bekerja Boleh

Megapolitan
Polisi Tangkap 3 dari 19 Pelaku Penyerangan Kafe di Tanjung Priok yang Tewaskan Satu Orang

Polisi Tangkap 3 dari 19 Pelaku Penyerangan Kafe di Tanjung Priok yang Tewaskan Satu Orang

Megapolitan
Pemkot Bogor Pertimbangkan Tutup Tempat Wisata Saat Libur Lebaran

Pemkot Bogor Pertimbangkan Tutup Tempat Wisata Saat Libur Lebaran

Megapolitan
Tangsel Perketat Prokes di Lingkungan Rumah Penyintas Covid-19 dari Virus Corona Varian B.1.617

Tangsel Perketat Prokes di Lingkungan Rumah Penyintas Covid-19 dari Virus Corona Varian B.1.617

Megapolitan
Lakukan Pelacakan, Pemkot Tangsel Pastikan Belum Temukan Kasus Baru B.1.617

Lakukan Pelacakan, Pemkot Tangsel Pastikan Belum Temukan Kasus Baru B.1.617

Megapolitan
Mobil Ambulans Berisi 7 Pemudik Terjaring di Gerbang Tol Cikarang

Mobil Ambulans Berisi 7 Pemudik Terjaring di Gerbang Tol Cikarang

Megapolitan
Pemprov DKI: Tak Boleh Ada Kerumunan di Tempat Wisata Saat Lebaran

Pemprov DKI: Tak Boleh Ada Kerumunan di Tempat Wisata Saat Lebaran

Megapolitan
Pemudik Terobos Beton Pembatas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jasamarga Pasang Beton Sepanjang 5 Meter

Pemudik Terobos Beton Pembatas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jasamarga Pasang Beton Sepanjang 5 Meter

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X