Kompas.com - 09/07/2020, 21:45 WIB
Info jadwal Lapor Diri daring Jalur Zonasi Bina RW pada PPDB Jakarta. Tangkapan layar akun Instagram PPDB DKI JakartaInfo jadwal Lapor Diri daring Jalur Zonasi Bina RW pada PPDB Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Pendidikan DKI Jakarta meminta kepada siswa yang tidak diterima di sekolah negeri saat tahun Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021 untuk mendaftar ke sekolah swasta.

Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat mengatakan, pihaknya berharap agar calon siswa tidak ada yang putus sekolah meski tak diterima di sekolah negeri.

"Hal yang diutamakan adalah kita pastikan anak-anak ini diterima, anak-anak ini bersekolah. Hal yang lebih besar adalah tak ingin pastikan bahwa seluruh warga Jakarta ini dapat bersekolah," kata Syaefuloh saat dihubungi Kompas.com, Kamis (9/7/2020).

Baca juga: Tak Lolos PPDB Jakarta, Pelajar Peraih Ratusan Penghargaan Akhirnya Putus Sekolah

Mengenai siswa berprestasi yang tidak diterima di sekolah negeri, Syaefuloh mengaku berkoordinasi dengan sekolah-sekolah swasta untuk menerima siswa tersebut.

"Kami di sini sudah komunikasi dengan teman-teman swasta untuk dapat menerima siswa-siswa yang belum diterima di negeri. Saya pikir masyarakat bisa menghubungi swasta dan swasta pun bangku kosong masih cukup tersedia itu dan kami terus akan mendorong peran swasta komunikasi terus untuk menerima adik-adik semua," tuturnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk stigma bahwa sekolah swasta dianggap mahal, Syaefuloh memastikan bagi siswa yang memiliki ekonomi kurang mampu bisa mengajukan Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus.

Baca juga: Kisah Anak Tukang AC Berprestasi tapi Gagal PPDB Tangerang, Dipaksa Cari Sekolah Swasta

Menurut dia, nantinya KJP Plus bisa menutupi biaya seragam, transportasi, hingga SPP bulanan.

"Keluarga yang kena dampak covid yang menjadi tidak mampu tetapi yang bersangkutan belum memiliki KJP tentu program ini akan berjalan terus. Nanti kalau memang ada masyarakat yang kemudian masuk ke dalam kategori tidak mampu maka nanti mereka berhak memperoleh KJP," tambah Syaefuloh.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengungkapkan hanya 32,93 persen siswa SMP yang bisa diterima di SMA dan SMK Negeri pada tahun ajaran 2020/2021.

Baca juga: Kala Siswi Berprestasi Peraih 700 Piala Gagal PPDB Jakarta karena Usia dan Berharap Bangku Kosong...

Hal ini berdasarkan daya tampung SMA Negeri di Jakarta pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021 sebanyak 28.428.

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Napi Korban Kebakaran Lapas Tangerang Masih Dirawat di RS

Seorang Napi Korban Kebakaran Lapas Tangerang Masih Dirawat di RS

Megapolitan
Fraksi PSI Minta Anies Serius Jalani Putusan Hakim di Kasus Polusi Udara

Fraksi PSI Minta Anies Serius Jalani Putusan Hakim di Kasus Polusi Udara

Megapolitan
Polres Metro Bekasi Gelar Operasi Patuh Jaya Selama Dua Pekan

Polres Metro Bekasi Gelar Operasi Patuh Jaya Selama Dua Pekan

Megapolitan
Soal Belajar Tatap Muka Tingkat SD di Tangerang, Ini Penjelasan Wali Kota

Soal Belajar Tatap Muka Tingkat SD di Tangerang, Ini Penjelasan Wali Kota

Megapolitan
Jenazah Wanita 87 Tahun Ditemukan di Johar Baru, Rumahnya Terkunci

Jenazah Wanita 87 Tahun Ditemukan di Johar Baru, Rumahnya Terkunci

Megapolitan
Rumah di Sawangan Depok Dibobol Maling, Korban Derita Kerugian Rp 350 Juta

Rumah di Sawangan Depok Dibobol Maling, Korban Derita Kerugian Rp 350 Juta

Megapolitan
Roy Suryo Laporkan Politisi FH Terkait Pencemaran Nama Baik dan Fitnah

Roy Suryo Laporkan Politisi FH Terkait Pencemaran Nama Baik dan Fitnah

Megapolitan
Polres Tangsel Masih Buru Dua Komplotan Begal yang Beraksi di Bintaro

Polres Tangsel Masih Buru Dua Komplotan Begal yang Beraksi di Bintaro

Megapolitan
Dulu Digembar-gemborkan, Pembangunan Tugu Sepeda Anies Baswedan Kini Mangkrak…

Dulu Digembar-gemborkan, Pembangunan Tugu Sepeda Anies Baswedan Kini Mangkrak…

Megapolitan
Belum Ada Rencana Kelanjutan Bansos Tunai di Jakarta

Belum Ada Rencana Kelanjutan Bansos Tunai di Jakarta

Megapolitan
Tugu Sepatu di Jalan Sudirman Dibongkar Usai Jadi Sasaran Vandalisme

Tugu Sepatu di Jalan Sudirman Dibongkar Usai Jadi Sasaran Vandalisme

Megapolitan
Terdakwa Kasus Hoaks Babi Ngepet di Depok Mengaku Tak Tahu soal Tarif Retribusi

Terdakwa Kasus Hoaks Babi Ngepet di Depok Mengaku Tak Tahu soal Tarif Retribusi

Megapolitan
Gubernur Anies dan Ketua DPRD Prasetio Dipanggil KPK sebagai Saksi Kasus Korupsi Pengadaan Tanah di Munjul

Gubernur Anies dan Ketua DPRD Prasetio Dipanggil KPK sebagai Saksi Kasus Korupsi Pengadaan Tanah di Munjul

Megapolitan
Korban Pelecehan Seksual di Kantor KPI Dipertimbangkan ke Rumah Aman

Korban Pelecehan Seksual di Kantor KPI Dipertimbangkan ke Rumah Aman

Megapolitan
Kebakaran Terjadi di Rusun Bandar Kemayoran

Kebakaran Terjadi di Rusun Bandar Kemayoran

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.