Kompas.com - 23/07/2020, 13:39 WIB
Korban (berpeci putih) memberi keterangan berkait aksi pencuri yang mengambil cek senilai Rp 43,9 miliar dan uang Rp 550 juta dengan cara memecahkan kaca mobil Toyota Fortuner warna putih berpelat A 1629 KQ di Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2020). KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWANKorban (berpeci putih) memberi keterangan berkait aksi pencuri yang mengambil cek senilai Rp 43,9 miliar dan uang Rp 550 juta dengan cara memecahkan kaca mobil Toyota Fortuner warna putih berpelat A 1629 KQ di Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Budi Sartono mengatakan, korban pencurian dengan modus pecah kaca mobil telah menghubungi pihak bank untuk memblokir cek senilai miliaran rupiah yang hilang dicuri.

“Berdasarkan keterangan sementara korban, cek sudah diblokir ke bank, tapi nanti akan dicek kembali, setelah di-BAP,” ujar Budi dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (23/7/2029).

Polisi masih memastikan jumlah kerugian yang timbul atas pencurian yang terjadi di Jalan Kemang Selatan Raya, Pasar Minggu, Jakarta, kemarin malam.

“Masih akan kita pastikan setelah korban diminta keterangan karena korban setelah buat LP (laporan) karena kelelahan. Untuk buat BAP ditunda,” ujarnya.

Baca juga: Cek Senilai Rp 43,9 Miliar dan Uang Rp 550 Juta Dicuri dari Sebuah Mobil di Kemang

Menurut Budi, pihak Polres Jakarta Selatan akan meminta keterangan kembali korban pencurian terkait total kerugian cek yang hilang.

Sebelumnya, korban pencurian dengan modus memecahkan kaca mobil, Ejen Januar menyebutkan ada uang tunai Rp 550 juta dan cek total Rp 41 milyar 936 juta dicuri dari dalam mobil.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat itu, mobil terparkir di depan Toko Aman Oriental Carpets di Jalan Kemang Selatan, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta.

Berdasarkan rekaman video rekaman CCTV, dua pencuri mengambil uang dengan cara memecahkan kaca mobil Fortuner berwarna putih dengan plat A 1629 KQ di bagian kanan kaca sisi supir.

“Nah saya makan sate di seberang 10 meter buat buka puasa. Selesai makan, ada laporan warga kalau kaca mobil ada yang pecahin,” kata Ejen saat dihubungi Kompas.com.

Baca juga: Bawa Kabur Cek Rp 43,9 Miliar, Perampok Pecah Kaca Mobil di Kemang Berjumlah 2 Orang

Ejen mengatakan, uang tunai sebesar Rp 550 juta adalah milik rekannya seorang habib. Uang tersebut direncanakan untuk membangun pesantren.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Main di Tepi Kali Angke Tangsel, Bocah 9 Tahun Terpeleset lalu Hanyut

Main di Tepi Kali Angke Tangsel, Bocah 9 Tahun Terpeleset lalu Hanyut

Megapolitan
Polisi: Ganjil Genap di Tempat Wisata untuk Motor Bersifat Situasional, Diterapkan jika Pengunjung Melonjak

Polisi: Ganjil Genap di Tempat Wisata untuk Motor Bersifat Situasional, Diterapkan jika Pengunjung Melonjak

Megapolitan
UPDATE 23 Oktober: Ada 116 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 2 Pasien Meninggal

UPDATE 23 Oktober: Ada 116 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 2 Pasien Meninggal

Megapolitan
Ancol Sediakan Kantong Parkir untuk Pengunjung dengan Pelat Kendaraan Tak Sesuai Ganjil Genap

Ancol Sediakan Kantong Parkir untuk Pengunjung dengan Pelat Kendaraan Tak Sesuai Ganjil Genap

Megapolitan
Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Ancol, Jumlah Pengunjung Meningkat

Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Ancol, Jumlah Pengunjung Meningkat

Megapolitan
Tak Sejalan dengan Dishub DKI, Polisi Tetapkan Motor Kena Aturan Ganjil Genap di Tempat Wisata

Tak Sejalan dengan Dishub DKI, Polisi Tetapkan Motor Kena Aturan Ganjil Genap di Tempat Wisata

Megapolitan
Boleh Masuk Ancol, Anak-anak Asyik Bermain Pasir dan Berlarian di Kawasan Pantai

Boleh Masuk Ancol, Anak-anak Asyik Bermain Pasir dan Berlarian di Kawasan Pantai

Megapolitan
Pemkot Belum Setor Naskah Akademik, Perda Kota Religius Depok Terancam Ditunda Pembahasannya

Pemkot Belum Setor Naskah Akademik, Perda Kota Religius Depok Terancam Ditunda Pembahasannya

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka, Pengunjung Capai 4.901 Orang

Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka, Pengunjung Capai 4.901 Orang

Megapolitan
Tak Sesuai Aturan Dishub, Motor Juga Kena Ganjil Genap di Kawasan Ancol

Tak Sesuai Aturan Dishub, Motor Juga Kena Ganjil Genap di Kawasan Ancol

Megapolitan
Satpol PP Gerebek Rumah Kos dan Hotel di Tangerang, 4 Perempuan dan 4 Pasangan Bukan Suami Terjaring Razia

Satpol PP Gerebek Rumah Kos dan Hotel di Tangerang, 4 Perempuan dan 4 Pasangan Bukan Suami Terjaring Razia

Megapolitan
Naskah Akademik Tak Kunjung Disetor ke DPRD, Pemkot Depok Sembunyi-sembunyi soal Perda Kota Religius?

Naskah Akademik Tak Kunjung Disetor ke DPRD, Pemkot Depok Sembunyi-sembunyi soal Perda Kota Religius?

Megapolitan
Keceriaan dan Senyum Lebar Pedagang Kelinci Sambut Wisata Ragunan Dibuka Lagi...

Keceriaan dan Senyum Lebar Pedagang Kelinci Sambut Wisata Ragunan Dibuka Lagi...

Megapolitan
Hari Pertama Dibuka, Ragunan Dikunjungi Ribuan Warga, Banyak Orangtua Bawa Anaknya Berwisata

Hari Pertama Dibuka, Ragunan Dikunjungi Ribuan Warga, Banyak Orangtua Bawa Anaknya Berwisata

Megapolitan
Mayat Tanpa Identitas Terbungkus Kain Ditemukan di Bantaran KBT Cilincing

Mayat Tanpa Identitas Terbungkus Kain Ditemukan di Bantaran KBT Cilincing

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.