[POPULER JABODETABEK] Hubungan Intim Pasangan di Hotel Jadi Tontonan Warga | Lonjakan Covid-19 di Jakarta

Kompas.com - 27/07/2020, 05:13 WIB
Pasangan kekasih. Japan TimesPasangan kekasih.

JAKARTA, KOMPAS.com - Hubungan intim sepasang kekasih di sebuah hotel kawasan Kembangan Raya, Jakarta Barat menjadi tontonan banyak warga.

Tontonan yang tak disengaja ini terjadi karena sepasang kekasih itu lupa menutup tirai kamar hotel.

Ada warga yang memvideokan adegan itu untuk menjadi barang bukti saat melaporkan hal tersebut ke aparat berwajib.

Berita ini menjadi berita terpopuler di Megapolitan Kompas.com pada Minggu (26/7/2020).

Selain itu, ada pula isu soa lonjakan kasus Covid-19 di Jakarta hingga kepadatan car free day di Jakarta International Velodrome, Jakarta Timur.

Berikut empat berita terpopuler Megapolitan Kompas.com sepanjang kemarin:

1. Hubungan intim sepasang kekasih jadi tontonan warga

Kumis (54), seorang tukang parkir, melihat adegan hubungan intim pasang kekasih di sebuah hotel di Jalan Kembangan Raya, Kembangan Utara, Kembangan, Jakarta Barat pada akhir pekan ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Letak hotel itu persis di seberang jalan tempat Kumis berada. Jendela-jendela kamar di hotel itu terlihat tertutup tirai tipis.

Namun, jika ada tirai yang terbuka, seluruh isi kamar hotel terlihat jelas.

Menurut Kumis, awalnya seorang tukang sate yang menyadari adanya pemandangan yang tidak biasa itu.

"Ketika saya ikut lihat ternyata benar juga. Sangat jelas terlihat dari sini," ujar Kumis di sekitar lokasi Minggu (26/7/2020).

Kumis mengatakan, adegan hubungan intim pasangan itu yang membuat sejumlah warga heboh tersebut terjadi Jumat malam lalu dam berlanjut Sabtu siang kemarin.

Menurut Kumis, adegan yang berulang yang dilakupan di kamar yang tirainya terbuka itu kemudian menjadi "tontonan" warga.

Menurut dia, ada warga yang memvideokan adegan itu untuk menjadi barang bukti saat melaporkan hal tersebut ke aparat berwajib.

Masih menurut dia, dengan pakai kamera smartphone saja, adegan hubungan intim pasangan itu bisa terekam.

Karena warga risih dengan pemandangan tersebut, mereka akhirnya melaporkan hal itu ke aparat berwajib.

Baca selengkapnya di sini.

2. Kasus Covid-19 di Jakarta melonjak, ini persoalannya

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa tren kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta terus mengalami peningkatan selama dua pekan terakhir.

Kondisi ini terjadi seiring dengan meningkatnya aktivitas atau mobilitas masyarakat di wilayah Ibu Kota.

"Peningkatan penyebaran sejalan dengan peningkatan mobilitas dan peningkatan aktiviftas warga," kata Anies dalam video yang diunggah pada Akun YouTube Pemprov DKI Jakarta, Jumat (25/7/2020) lalu.

Baca juga: Melihat Grafik Covid-19 Jakarta yang Kian Menanjak, Tertinggi 441 Kasus Baru dalam Sehari

Menurut Anies, terdapat dua lokasi yang rawan terjadi penularan Covid-19 akhir-akhir ini, yakni area perkantoran dan komunitas warga.

Hal itu diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan Covid-19 yang dilakukan, di mana banyak ditemukan kasus baru Positif dari dua lokasi tersebut.
"Dari temuan kita dengan testing, aktivitas di perkantoran dan komunitas warga jadi salah satu tempat yang paling rawan penyebaran," ungkapnya.
Area perkantoran dan komunitas warga sangat rawan terjadi penularan karena menjadi tempat berkumpulnya masyarakat.

Selain itu, di lokasi tersebut masyarakat kerap lalai menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Baca selengkapnya di sini.

3. Warga padati Jakarta International Velodrome, bablas tanpa jarak

Ratusan warga padati Jakarta International Velodrome, Pulogadung, Jakarta Timur, Minggu (26/7/2020).

Imbas ditiadakannya kegiatan car free day ( CFD) di Jalan Pemuda, Pulogadung, Jakarta Timur, sejumlah masyarakat pun inisiatif berolahraga di Jakarta International Velodrome.

Akibatnya, antrean membludak serta mengular tak terelakkan di depan kawasan tersebut.

Pantauan TribunJakarta.com, panjangnya antrean justru tak diimbangi dengan penerapan jaga jarak.

Baca juga: Warga Terinfeksi Covid-19, CFD Jalan Pemuda Ditiadakan

Para warga justru terlihat berdesak-desak di dalam antrean yang mengular dan mengabaikan protokol kesehatan Covid-19 yang ditetapkan pemerintah.

Rafli, satu di antara warga mengaku telah mengantre sejak pukul 06.00 WIB. Namun, sejam berlalu ia belum kunjung masuk ke area Jakarta International Velodrome.

Tentunya, hal tersebut membuatnya tak nyaman.

"Kalau saya sudah tahu CFD tidak ada. Jadi mengalihkan olahraga ke Velodrome, karena fasilitas di sini lebih lengkap juga. Tadi di sini pukul 06.00 WIB. Tapi sudah sejam belum masuk juga," katanya di lokasi.

Baca juga: Ada Lokasi Baru CFD di 32 Titik, Anies Sebut Pengunjung Kawasan Bundaran HI Menurun

Mumun, warga lainnya mengatakan hal senada. Ia berharap agar di kemudian hari tak terjadi hal serupa.

"Di sini sudah dari pukul 06.00 WIB dan sampai sekarang belum masuk juga. Tentunya kondisi ini enggak nyaman ya. Padahal, kemarin pas Sabtu enggak begini antreannya. Harapan saya enggak antre seperti ini lagi," ucap Mumun.

Kendati begitu, petugas tetap bersiaga dan mengimbau untuk berjaga jarak. Sayangnya, jumlah mereka tak sebanding dengan warga yang datang.

Baca selengkapnya di sini.

4. Akhir kasus tewasnya Yodi Prabowo, polisi simpulkan bunuh diri

Setelah lebih dari dua pekan melakukan penyelidikan, polisi akhirnya mengungkap penyebab tewasnya editor Metro TV Yodi Prabowo.

Sejumlah fakta yang ditemukan polisi mengarahkan pada kesimpulan bahwa Yodi tewas akibat bunuh diri.

Kesimpulan itu didapatkan setelah polisi melakukan investigasi dengan mengumpulkan bukti-bukti yang ada disertai olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Dari beberapa faktor penjelasan TKP dan keterangan ahli, olah TKP, bukti pendukung, dari keterangan lain, maka penyidik berkesimpulan yang bersangkutan diduga kuat melakukan bunuh diri,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (25/7/2020)

Tubagus mengungkapkan bahwa Yodi bunuh diri lantaran mengalami depresi, usai melakukan pemeriksaan ke dokter kulit dan kelamin di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Berdasarkan hasil penyelidikan, Yodi diketahui sempat menjalani tes dan konsultasi di Poli Penyakit Kulit dan Kelamin RSCM, kemudian disarankan dokter untuk menjalani tes HIV.

"Tim menemukan adanya catatan transaksi keuangan di RSCM Kencana. Di sana yang bersangkutan melakukan tes dan konsul di RSCM," ujar Tubagus.
Kemungkinan depresi didapatkan polisi dari pemeriksaan dan keterangan saksi ahli psikologi forensik.

Baca selengkapnya di sini.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sulit Dapat Akses, WNA Pertanyakan Kesetaraan Memperoleh Vaksin di Jakarta

Sulit Dapat Akses, WNA Pertanyakan Kesetaraan Memperoleh Vaksin di Jakarta

Megapolitan
Daftar Lokasi Vaksinasi Covid-19 untuk Anak 12-17 Tahun di Depok Periode Juli

Daftar Lokasi Vaksinasi Covid-19 untuk Anak 12-17 Tahun di Depok Periode Juli

Megapolitan
Warga Kesulitan Cari Oksigen, Yayasan RHC Suplai 100 Tabung Gratis

Warga Kesulitan Cari Oksigen, Yayasan RHC Suplai 100 Tabung Gratis

Megapolitan
Heboh Pesawat Terbang Rendah Bolak-balik di Langit Tangerang, Ini Penjelasan Airnav

Heboh Pesawat Terbang Rendah Bolak-balik di Langit Tangerang, Ini Penjelasan Airnav

Megapolitan
Curhat WNA Kesulitan Dapatkan Vaksin Covid-19 di Jakarta

Curhat WNA Kesulitan Dapatkan Vaksin Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Kasus Korupsi Dana BOS SMKN 53 Jakarta, Pihak Swasta Bantu Buat SPJ Fiktif

Kasus Korupsi Dana BOS SMKN 53 Jakarta, Pihak Swasta Bantu Buat SPJ Fiktif

Megapolitan
Perlihatkan Pistol Saat Sedang Cekcok, Seorang Pria Dilaporkan ke Polisi

Perlihatkan Pistol Saat Sedang Cekcok, Seorang Pria Dilaporkan ke Polisi

Megapolitan
Lokasi dan Kuota Vaksinasi Covid-19 di Wilayah DKI Jakarta 19-30 Juli 2021

Lokasi dan Kuota Vaksinasi Covid-19 di Wilayah DKI Jakarta 19-30 Juli 2021

Megapolitan
Berikut Daftar Lokasi Vaksinasi Covid-19 untuk KTP Non-DKI Jakarta Periode Juli 2021

Berikut Daftar Lokasi Vaksinasi Covid-19 untuk KTP Non-DKI Jakarta Periode Juli 2021

Megapolitan
11.532 Anak Usia 0-18 Tahun di Jakarta Berstatus Pasien Aktif Covid-19

11.532 Anak Usia 0-18 Tahun di Jakarta Berstatus Pasien Aktif Covid-19

Megapolitan
UPDATE 23 Juli: Tambah 636 Kasus di Kota Tangerang, 6.543 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 23 Juli: Tambah 636 Kasus di Kota Tangerang, 6.543 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Selama PPKM Darurat, Ada 327 Nakes Terpapar Covid-19 di Kota Tangerang

Selama PPKM Darurat, Ada 327 Nakes Terpapar Covid-19 di Kota Tangerang

Megapolitan
UPDATE 23 Juli: Bertambah 622 Kasus Covid-19 di Tangsel, Tertinggi Selama Pandemi

UPDATE 23 Juli: Bertambah 622 Kasus Covid-19 di Tangsel, Tertinggi Selama Pandemi

Megapolitan
Krematorium TPU Tegal Alur Dibuka Besok, Kapasitas 6 Jenazah Pasien Covid-19 dalam Sehari

Krematorium TPU Tegal Alur Dibuka Besok, Kapasitas 6 Jenazah Pasien Covid-19 dalam Sehari

Megapolitan
Ada 107 Warga Jakpus Meninggal di Rumah, Jenazahnya Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Ada 107 Warga Jakpus Meninggal di Rumah, Jenazahnya Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X