Pilkada Depok di Tengah Pandemi Covid-19, Bawaslu Akan Awasi Politisasi Bansos

Kompas.com - 27/07/2020, 16:07 WIB
Dianggap Kampanye Terselubung, Foto Wali Kota dan Wakilnya Beredar di Kemasan Bansos yang diberikan Pemkot Batam. KOMPAS.COM/HADI MAULANADianggap Kampanye Terselubung, Foto Wali Kota dan Wakilnya Beredar di Kemasan Bansos yang diberikan Pemkot Batam.

DEPOK, KOMPAS.com - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok, Luli Barlini mengungkapkan pihaknya bakal berupaya mengawasi politisasi bantuan sosial (bansos) jelang Pilkada Depok 2020.

Ia menambahkan, selain dalam hal distribusi bansos, kebijakan-kebijakan terkait penanganan Covid-19 juga akan menjadi perhatian.

"Yang harus kami awasi selain tahapan pilkada, ada isu strategisnya mengenai politisasi bansos dan kebijakan, karena ada kebijakan dana Covid-19 dan seterusnya," ujar Lili kepada wartawan pada Senin (27/7/2020).

Baca juga: Bawaslu: 15 TPS di Depok Rawan Penularan Covid-19

"Itu semua akan jadi ranah pengawasan kami. Rawan terjadi pelanggaran," tambahnya.

Kerawanan pelanggaran kampanye dalam hal politisasi penanganan pandemi Covid-19 di Depok cukup masuk akal, sebab dua kandidat yang akan bertarung di pilkada sama-sama petahana yang saat ini masih menjabat.

Mohammad Idris yang saat ini menjabat wali kota hampir pasti akan maju lagi menuju periode kedua kekuasaannya, diusung oleh PKS serta didukung partai-partai seperti Demokrat, PAN, dan PPP.

Sementara itu, wakil Idris saat ini di pemerintahan yakni Pradi Supriatna akan maju dengan usungan partainya, Gerindra, didampingi Afifah Aliyah, kader PDI-P sebagai calon wakilnya.

"Setelah ada penetapan pendaftaran calon yang disampaikan KPU pada September nanti, itu baru akan kami awasi lagi lebih masif," kata Luli.

Baca juga: Update Covid-19 di Depok 26 Juli: Kasus Mencapai 1.118

"Termasuk politisasi bansos, misalnya ambil contoh, bansos dari pemerintah pusat tetapi diberi label gambar (wajah kandidat) yang bersangkutan," ia menambahkan.

Di luar itu, Luli juga menjamin pihaknya akan menggencarkan pengawasan pelanggaran kampanye di dunia maya.

Pasalnya, sehubungan dengan pandemi Covid-19, pihak yang bertarung di Pilkada Depok 2020 hanya boleh berkampanye secara daring.

"Kami akan buat cyber patrol, jadi nanti bisa (mengawasi) secara online," tukas Luli singkat.

Pemungutan suara dalam Pilkada Depok 2020 akan digelar serentak pada 9 Desember 2020 mendatang. Depok merupakan salah satu dari 270 daerah lain di Indonesia yang menggelar serentak pilkada pada waktu yang sama.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tambah 2 Kali Lipat, Pemkot Jakarta Pusat Siapkan 34 Penampungan Pengungsi Banjir

Tambah 2 Kali Lipat, Pemkot Jakarta Pusat Siapkan 34 Penampungan Pengungsi Banjir

Megapolitan
Sempat Bertemu Arief Budiman, Seluruh Pegawai KPU Depok Negatif Covid-19

Sempat Bertemu Arief Budiman, Seluruh Pegawai KPU Depok Negatif Covid-19

Megapolitan
Digelar Terbatas, Pengundian Nomor Urut Kandidat Pilkada Depok Hanya Boleh Dihadiri Tamu Undangan

Digelar Terbatas, Pengundian Nomor Urut Kandidat Pilkada Depok Hanya Boleh Dihadiri Tamu Undangan

Megapolitan
Empat Rumah Terbakar di Cipete Utara, Api Diduga Berasal dari Korsleting Listrik

Empat Rumah Terbakar di Cipete Utara, Api Diduga Berasal dari Korsleting Listrik

Megapolitan
Tersisa 155 Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 di RS Kota Bekasi

Tersisa 155 Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 di RS Kota Bekasi

Megapolitan
Kebakaran di Cipete Utara, 17 Mobil Pemadam Dikerahkan

Kebakaran di Cipete Utara, 17 Mobil Pemadam Dikerahkan

Megapolitan
Terobos Pos Pengawasan di Cakung, Pengendara Mobil Tabrak Petugas Satpol PP

Terobos Pos Pengawasan di Cakung, Pengendara Mobil Tabrak Petugas Satpol PP

Megapolitan
Ingin Beli Suzuki Shogun, Pria Ini Ternyata Temukan Motornya yang Dicuri

Ingin Beli Suzuki Shogun, Pria Ini Ternyata Temukan Motornya yang Dicuri

Megapolitan
Beroperasi Sejak 2017, 32.760 Janin Digugurkan di Klinik Aborsi Ilegal Jakarta Pusat

Beroperasi Sejak 2017, 32.760 Janin Digugurkan di Klinik Aborsi Ilegal Jakarta Pusat

Megapolitan
Jika Kampanye Sebelum 26 September, Paslon Pilkada Tangsel Bisa Dipidana

Jika Kampanye Sebelum 26 September, Paslon Pilkada Tangsel Bisa Dipidana

Megapolitan
UPDATE 23 September: Pasien Covid-19 di Jakarta Bertambah 1.187 Orang

UPDATE 23 September: Pasien Covid-19 di Jakarta Bertambah 1.187 Orang

Megapolitan
Kinik Aborsi Ilegal di Jakarta Pusat Promosikan Jasa lewat Web dan Medsos

Kinik Aborsi Ilegal di Jakarta Pusat Promosikan Jasa lewat Web dan Medsos

Megapolitan
Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19, Hotel Bintang Dua di Bekasi Ini Tidak Akan Terima Tamu

Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19, Hotel Bintang Dua di Bekasi Ini Tidak Akan Terima Tamu

Megapolitan
Bandar Narkoba Kabur dari Tahanan, 4 Petugas Lapas Kelas I Tangerang Diperiksa

Bandar Narkoba Kabur dari Tahanan, 4 Petugas Lapas Kelas I Tangerang Diperiksa

Megapolitan
Menolak Ditindak karena Tak Pakai Masker, Pria Ini Malah Minta Ditembak Polisi

Menolak Ditindak karena Tak Pakai Masker, Pria Ini Malah Minta Ditembak Polisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X