Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dalam Sehari, Polda Metro Tindak Hampir 7.500 Pengendara yang Melanggar

Kompas.com - 03/08/2020, 12:05 WIB
Muhammad Isa Bustomi,
Sandro Gatra

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya masih menggelar Operasi Patuh Jaya 2020 serentak guna menindak pengendara yang melanggar lalu lintas.

Pada Minggu (2/8/2020) atau hari ke 11, polisi menindak 7.460 pelanggar yang umumnya merupakan pengendara sepeda motor.

"Pelanggaran didominasi oleh pengemudi sepeda motor," ujar Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar dalam keterangannya, Senin (3/8/2020).

Baca juga: 3 Hari Sosialisasi, Tidak Ada Penilangan Pelanggar Ganjil Genap Jakarta hingga Rabu

Fahri menjelaskan, dari 7.460 pengendara yang ditindak, sebanyak 2.477 pengendara diberikan sanksi tilang dan 4.983 teguran.

Kebanyakan pelanggaran mereka adalah melawan arus.

"Pelanggaran tertinggi adalah melawan arus dengan jumlah 703 pelanggaran," ucapnya.

Sebelumnya, Ditlantas Polda Metro Jaya mulai menggelar Operasi Patuh Jaya 2020 hingga 14 hari terhitung Kamis (23/7/2020) hingga 5 Agustus 2020.

Baca juga: Positif Covid-19, Pemilik Restoran di Bogor Meninggal, 7 Anggota Keluarganya Ikut Terpapar

Sebanyak 1.807 personel gabungan bersama anggota TNI, petugas Dinas Perhubungan dan Satpol PP dikerahkan setiap harinya.

Pada setiap titiknya akan ada 15 personel gabungan agar tetap dapat menjaga jarak.

Setidaknya ada lima jenis pelanggaran yang akan ditertibkan di antaranya tindakan melawan arus, tidak menggunakan helm SNI, mengabaikan marka jalan, melintas bahu jalan tol, dan menggunakan rotator dan sirine tidak sesuai ketentuan.

Selain itu, petugas menindak pengendara yang tidak mematuhi protokol kesehatan di tengah penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.

Petugas akan memberikan teguran lisan dan tertulis kepada pengendara yang kedapatan tidak menggunakan masker.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kala Hotman Paris Ungkap Peran 2 DPO yang Disebut Fiktif dan Dihapus dari Kasus 'Vina Cirebon'

Kala Hotman Paris Ungkap Peran 2 DPO yang Disebut Fiktif dan Dihapus dari Kasus "Vina Cirebon"

Megapolitan
Disdik DKI Jakarta: KJP Plus Cair Hari Ini

Disdik DKI Jakarta: KJP Plus Cair Hari Ini

Megapolitan
Kasus Sekuriti PI Pukul Anjing Berakhir Damai, Nasarius Batal Dipecat

Kasus Sekuriti PI Pukul Anjing Berakhir Damai, Nasarius Batal Dipecat

Megapolitan
Manuver PKB pada Pilkada Jakarta: 2017 Dukung Ahok, Kini Dukung Anies

Manuver PKB pada Pilkada Jakarta: 2017 Dukung Ahok, Kini Dukung Anies

Megapolitan
DPO Kasus Pembunuhan Sekuriti di Lippo Cikarang Sembunyi di Kelapa Gading Selama 1 Tahun

DPO Kasus Pembunuhan Sekuriti di Lippo Cikarang Sembunyi di Kelapa Gading Selama 1 Tahun

Megapolitan
Penganiaya 4 Warga Koja Ternyata DPO Kasus Pembunuhan Sekuriti di Lippo Cikarang

Penganiaya 4 Warga Koja Ternyata DPO Kasus Pembunuhan Sekuriti di Lippo Cikarang

Megapolitan
Melawan Saat Ditangkap, Penganiaya 4 Warga di Koja Ditembak Polisi

Melawan Saat Ditangkap, Penganiaya 4 Warga di Koja Ditembak Polisi

Megapolitan
Pria Penganiaya 4 Warga di Koja Sering Mengamuk Setiap Kali Tersinggung

Pria Penganiaya 4 Warga di Koja Sering Mengamuk Setiap Kali Tersinggung

Megapolitan
Survei Indikator: Tingginya Elektabilitas Dedie Rachim di Pilkada Bogor Dipengaruhi Sosok Bima Arya

Survei Indikator: Tingginya Elektabilitas Dedie Rachim di Pilkada Bogor Dipengaruhi Sosok Bima Arya

Megapolitan
Heru Budi Sebut Tema PRJ 2024 Menekankan Jakarta sebagai Katalisator Ekonomi

Heru Budi Sebut Tema PRJ 2024 Menekankan Jakarta sebagai Katalisator Ekonomi

Megapolitan
Sederet Kejanggalan Penyidikan Kasus 'Vina Cirebon', Salah Satunya Hanya Berfokus pada Pegi

Sederet Kejanggalan Penyidikan Kasus "Vina Cirebon", Salah Satunya Hanya Berfokus pada Pegi

Megapolitan
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, 13 Juni 2024 dan Besok: Tengah Malam Nanti Berawan

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, 13 Juni 2024 dan Besok: Tengah Malam Nanti Berawan

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Hotman Paris Sebut Kasus 'Vina Cirebon' Tak Akan Dapat Keadilan Hukum meski Pegi Bersalah | Firli Bahuri Tak Kunjung Ditahan

[POPULER JABODETABEK] Hotman Paris Sebut Kasus "Vina Cirebon" Tak Akan Dapat Keadilan Hukum meski Pegi Bersalah | Firli Bahuri Tak Kunjung Ditahan

Megapolitan
Meski Lebih Keras, Perlakuan ke Anjing K9 Bisa Disamakan dengan Anjing Rumahan

Meski Lebih Keras, Perlakuan ke Anjing K9 Bisa Disamakan dengan Anjing Rumahan

Megapolitan
Pedagang Kerak Telor Kompak Bungkam Saat Ditanya Harga Sewa Lapak di PRJ

Pedagang Kerak Telor Kompak Bungkam Saat Ditanya Harga Sewa Lapak di PRJ

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com