Ledakan Covid-19 Kota Bogor, PNS Hingga Puluhan Pegawai Puskesmas Positif Corona

Kompas.com - 12/08/2020, 09:30 WIB
Ilustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus corona ShutterstockIlustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus corona

BOGOR, KOMPAS.com - Angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Bogor, Jawa Barat, terus mengalami peningkatan di masa pra-adaptasi kebiasaan baru.

Setidaknya, sejak empat hari ke belakang, jumlah pasien positif di Kota Bogor bertambah 46 kasus baru.

Data Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor mencatat, hingga Selasa (11/8/2020), jumlah pasien terkonfirmasi positif menembus angka 372 kasus.

Terbaru, penambahan kasus positif itu berasal dari lingkungan pemerintahan yang memapari dua pegawai negeri sipil (PNS) yang menjabat sebagai lurah dan sekretaris lurah serta puluhan tenaga medis dan non-medis yang bekerja di delapan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas).

Baca juga: Pemkot Bogor Tutup 4 Puskesmas Usai 27 Pegawai Dinyatakan Positif Covid-19

Wakil Wali Kota Bogor sekaligus Ketua GTPP Covid-19 Kota Bogor, Dedie Rachim mengatakan, berdasarkan hasil penelusuran atau swab test yang dilaksanakan dalam rangka fact finding atau pencarian aktif, ditemukan ada banyak kasus terkonfirmasi positif dalam beberapa hari terakhir.

Melihat kondisi itu, Dedie menekankan kepada semua pihak untuk lebih berhati-hati dalam menjalankan kegiatan atau aktivitas di luar.

Ia menyampaikan, berdasarkan kategori penularan Covid-19 di Kota Bogor, imported case atau kasus penularan dari luar daerah menduduki posisi pertama dengan jumlah persentase sebesar 33 persen.

Baca juga: Seorang Lurah dan Sekretaris di Tanah Sereal, Bogor Positif Covid-19

Selanjutnya, peringkat kedua penularan dalam rumah tangga atau keluarga sebesar 23 persen, dan terakhir fasilitas kesehatan dengan 14 persen.

"Semua pihak harus betul-betul menjalankan protokol kesehatan lebih disiplin lagi. Saat ini Kota Bogor berada di kategori risiko sedang (zona oranye), jangan sampai berubah menjadi daerah dengan kategori tinggi (zona merah)," ungkap Dedie, Selasa (11/8/2020).

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, sambung Dedie, secara tegas berupaya semaksimal mungkin menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

Salah satunya dengan mengeluarkan Perwali Nomor 64 Tahun 2020 tentang Pengenaan Sanksi Administratif terhadap Pelanggaran Tertib Kesehatan.

Ke depan, penerapan implementasi akan dilakukan secara lebih ketat dengan melibatkan kepolisian dan TNI sebagai tindak lanjut Inpres Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukumnya dan Pergub Nomor 60 Tahun 2020 tentang pengenaan sanksi bagi pelanggaran protokol kesehatan.

"Sudah ada 53 kasus pelanggaran yang terjadi di lapangan dan kita berikan sanksi," kata Dedie.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno menyampaikan, penambahan kasus terkonfirmasi positif terbaru di Kota Bogor pada beberapa hari terakhir disebabkan kegiatan active case finding swab massive.

Dengan kata lain, jumlah kasus tinggi karena jumlah swab test yang dilaksanakan juga banyak.

Baca juga: Kasus Covid-19 di RS Azra, Pemkot Bogor Enggan Berdebat soal Hasil Pemeriksaan

Retno menyebut, ada beberapa strategi yang diterapkan Kota Bogor dalam penanggulangan Covid-19, yaitu peran deteksi aktif (detektif) Covid-19 dengan melibatkan tim lacak dan tim pantau di wilayah, swab massive dilaksanakan dengan melakukan pencarian atau surveillance aktif (active case finding) bagi kelompok beresiko.

Beberapa sasaran atau target, yaitu lokasi tempat kerumunan, stasiun, terminal, perkantoran, faskes dan pasar.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaksa Minta Hakim Tolak Nota Keberatan John Kei karena Berisi Asumsi

Jaksa Minta Hakim Tolak Nota Keberatan John Kei karena Berisi Asumsi

Megapolitan
Rekor Baru, Depok Catat 516 Kasus Covid-19 dalam Sehari

Rekor Baru, Depok Catat 516 Kasus Covid-19 dalam Sehari

Megapolitan
BMKG: Waspada Pontesi Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di Jabodetabek Hari Ini

BMKG: Waspada Pontesi Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di Jabodetabek Hari Ini

Megapolitan
Hadiri Sidang Lanjutan John Kei, Nus Kei: Ini Kan Kepentingan Saya

Hadiri Sidang Lanjutan John Kei, Nus Kei: Ini Kan Kepentingan Saya

Megapolitan
Cegah Penyebaran Covid-19 di Kalibata City, Apartemen Tangguh Jaya Dibentuk

Cegah Penyebaran Covid-19 di Kalibata City, Apartemen Tangguh Jaya Dibentuk

Megapolitan
Pembegal Pesepeda di Jalan Latumenten Jakbar Diduga Lebih dari 2 Orang

Pembegal Pesepeda di Jalan Latumenten Jakbar Diduga Lebih dari 2 Orang

Megapolitan
Dua Pembegal Pesepeda di Jalan Latumenten Jakbar Ditangkap Polisi

Dua Pembegal Pesepeda di Jalan Latumenten Jakbar Ditangkap Polisi

Megapolitan
BP2MI Pulangkan Pekerja Migran yang Koma karena Strok dari Taiwan

BP2MI Pulangkan Pekerja Migran yang Koma karena Strok dari Taiwan

Megapolitan
Nekat Buka Selama PPKM, Kolam Renang hingga Tempat Fitnes di Kota Tangerang Ditutup

Nekat Buka Selama PPKM, Kolam Renang hingga Tempat Fitnes di Kota Tangerang Ditutup

Megapolitan
Wagub DKI Klaim Penanganan Covid-19 di Jakarta Cukup Baik sehingga Angka Kematian Turun, Ini Faktanya

Wagub DKI Klaim Penanganan Covid-19 di Jakarta Cukup Baik sehingga Angka Kematian Turun, Ini Faktanya

Megapolitan
Update Covid-19 di Kota Tangerang: Ada 72 Kasus Baru, Totalnya 5.793

Update Covid-19 di Kota Tangerang: Ada 72 Kasus Baru, Totalnya 5.793

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Siapkan 6 Lokasi Baru untuk Tampung Jenazah Pasien Covid-19

Pemprov DKI Jakarta Siapkan 6 Lokasi Baru untuk Tampung Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
IDI Tangsel Sebut Proses Penambahan Kapasitas Rumah Lawan Covid-19 Harus Dikebut

IDI Tangsel Sebut Proses Penambahan Kapasitas Rumah Lawan Covid-19 Harus Dikebut

Megapolitan
Kisah Penyintas Covid-19, Kehilangan Kakak hingga Puji Syukur Bisa Bernapas

Kisah Penyintas Covid-19, Kehilangan Kakak hingga Puji Syukur Bisa Bernapas

Megapolitan
UPDATE 27 Januari: Ada 1.836 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 22.301 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 27 Januari: Ada 1.836 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 22.301 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X