Meski Cuma Andalkan 1 Lab, Pemkot Depok Klaim Hasil Tes Covid-19 Makin Cepat Terbit

Kompas.com - 13/08/2020, 14:17 WIB
Grafik kasus aktif (jumlah pasien positif Covid-19 yang masih dirawat saat ini) di Kota Depok, Jawa Barat, selepas pelonggaran PSBB pada 5 Juni 2020 lalu. Sejak akhir Juli hingga sekarang, tampak ada lonjakan yang cukup tinggi, seolah Kota Depok sedang menuju gelombang kedua penyebaran virus SARS-CoV-2. KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANGrafik kasus aktif (jumlah pasien positif Covid-19 yang masih dirawat saat ini) di Kota Depok, Jawa Barat, selepas pelonggaran PSBB pada 5 Juni 2020 lalu. Sejak akhir Juli hingga sekarang, tampak ada lonjakan yang cukup tinggi, seolah Kota Depok sedang menuju gelombang kedua penyebaran virus SARS-CoV-2.

DEPOK, KOMPAS.com - Dinas Kesehatan Kota Depok mengeklaim bahwa pemeriksaan Covid-19 berbasis PCR semakin cepat belakangan ini.

"Paling cepat 24 jam. Paling lama 2 hari," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita ketika dihubungi Kompas.com pada Rabu (12/8/2020).

Novarita mengakui, sebelumnya Kota Depok pernah mengalami masalah dengan kecepatan pemeriksaan Covid-19 berbasis PCR.

"Dulu bisa sampai 10 hari. Makanya pasiem pada kesal, karena sudah ingin pulang tapi belum boleh pulang karena hasilnya belum keluar," ujarnya.

Baca juga: Tak Bisa Batasi Pergerakan Warga, Pemkot Depok Minta Hal Ini Diterapkan di Rumah

Sebagai informasi, kini hanya ada 1 laboratorium pemeriksaan Covid-19 berbasis PCR yang biayanya ditanggung oleh Pemkot Depok, yakni Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Depok.

Pemerintah Kota Depok sudah hampir 2 bulan lalu menghentikan kerja sama berupa pembiayaan kuota tes PCR dengan laboratorium RS Universitas Indonesia dan RS Bhayangkara/Brimob.

Padahal, kedua laboratorium itu mulanya diandalkan untuk pemeriksaan Covid-19 berbasis PCR di Depok.

Baca juga: Mendagri Sebut Tak Mudah Kendalikan Covid-19 di Depok, Ini Alasannya

Novarita tak menampik, semakin banyak laboratorium yang berjejaring dengan Pemkot Depok maka akan semakin baik pula penelusuran kasus Covid-19, seperti yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

"Memang (lebih baik), tapi cari uangnya dulu, ya," kata dia berseloroh, menyinggung soal kemampuan finansial Kota Depok yang tidak dapat disejajarkan dengan DKI Jakarta.

Dengan pemeriksaan Covid-19 yang diklaim semakin cepat, Novarita menduga bahwa tren kematian pasien dalam pengawasan (PDP) mulai melambat.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Capai 2.140, Paling Banyak di Kecamatan Periuk

Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Capai 2.140, Paling Banyak di Kecamatan Periuk

Megapolitan
UPDATE 29 Oktober: Penambahan Kasus Covid-19 di Jakarta 379 Orang, Menurun dari Hari Sebelumnya

UPDATE 29 Oktober: Penambahan Kasus Covid-19 di Jakarta 379 Orang, Menurun dari Hari Sebelumnya

Megapolitan
UPDATE 29 Oktober: Bertambah 11 Kasus Positif, 163 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

UPDATE 29 Oktober: Bertambah 11 Kasus Positif, 163 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

Megapolitan
Tambah 7 Unit, 10 Mobil Damkar Dikerahkan untuk Padamkan Kebakaran Pabrik Busa Di Jatake Tangerang

Tambah 7 Unit, 10 Mobil Damkar Dikerahkan untuk Padamkan Kebakaran Pabrik Busa Di Jatake Tangerang

Megapolitan
Bubarkan Tawuran Ormas di Tangerang, Kapolsek Ciledug Kena Sabetan Benda Tajam

Bubarkan Tawuran Ormas di Tangerang, Kapolsek Ciledug Kena Sabetan Benda Tajam

Megapolitan
Pabrik Busa Terbakar di Kawasan Jatake Tangerang

Pabrik Busa Terbakar di Kawasan Jatake Tangerang

Megapolitan
Bawaslu Tangsel Tindak 39 Pelanggaran Pilkada, Mayoritas Kasus Netralitas ASN

Bawaslu Tangsel Tindak 39 Pelanggaran Pilkada, Mayoritas Kasus Netralitas ASN

Megapolitan
Hari Kedua Libur Panjang, TMII Kedatangan 10.000 Pengunjung

Hari Kedua Libur Panjang, TMII Kedatangan 10.000 Pengunjung

Megapolitan
Remas Payudara Dua Perempuan, Seorang Pemuda di Depok Ditangkap Warga

Remas Payudara Dua Perempuan, Seorang Pemuda di Depok Ditangkap Warga

Megapolitan
Lurah Cakung Timur Pastikan Libur Panjang Tak Hentikan Proses Normalisasi Kali Rawa Rengas

Lurah Cakung Timur Pastikan Libur Panjang Tak Hentikan Proses Normalisasi Kali Rawa Rengas

Megapolitan
Contraflow di Tol Japek Diperpanjangan hingga KM 65 Arah Cikampek

Contraflow di Tol Japek Diperpanjangan hingga KM 65 Arah Cikampek

Megapolitan
Pasien RSUD Tarakan Tewas Bunuh Diri, Petugas Damkar Gagal Menyelamatkan

Pasien RSUD Tarakan Tewas Bunuh Diri, Petugas Damkar Gagal Menyelamatkan

Megapolitan
Terpeleset, Pemancing Tewas Tenggelam di Danau Bekas Tambang Pasir

Terpeleset, Pemancing Tewas Tenggelam di Danau Bekas Tambang Pasir

Megapolitan
Dua Kelompok Tawuran di Jatinegara, Kapolsek: Diduga karena Saling Ejek

Dua Kelompok Tawuran di Jatinegara, Kapolsek: Diduga karena Saling Ejek

Megapolitan
Rumah Kosong di Depok Ambruk Saat Hujan Deras dan Angin Kencang

Rumah Kosong di Depok Ambruk Saat Hujan Deras dan Angin Kencang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X