Nyaris Penuh, RSUD Depok Akan Tambah Tempat Tidur Pasien Covid-19

Kompas.com - 12/09/2020, 05:51 WIB
Direktur RSUD Depok, Jawa Barat, Devi Maryori ditemui wartawan di RSUD Depok, Selasa (3/3/2020) malam. KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANDirektur RSUD Depok, Jawa Barat, Devi Maryori ditemui wartawan di RSUD Depok, Selasa (3/3/2020) malam.

DEPOK, KOMPAS.com - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok, Devi Maryori mengungkapkan pihaknya berencana menambah tempat tidur khusus pasien Covid-19 di rumah sakit tersebut.

Pasalnya, belakangan ini, seluruh tempat tidur khusus pasien Covid-19 yang tersedia di RSUD Depok nyaris terisi penuh sehubungan dengan lonjakan drastis kasus Covid-19 di Depok.

"Intinya menambah tempat tidur perlahan. Kami tambah terus setiap hari, kami upayakan. Maksimal 3 minggu lagi sudah bisa jadi 90-an tempat tidur khusus Covid-19," ujar Devi saat dihubungi Kompas.com pada Jumat (11/9/2020).

Baca juga: Jumlah Pasien Covid-19 Terus Melonjak, RSUD Depok Hampir Penuh

Ia berujar, saat ini terdapat 55 tempat tidur yang dikhususkan bagi pasien positif Covid-19 di RSUD Depok, termasuk di dalamnya 2 ICU dan 2 HCU.

Sejak sebulan terakhir, jumlah pasien Covid-19 yang mesti dirawat terus bertambah.

Beberapa pasien datang dengan gejala klinis cukup berat. Ada sebagian yang kondisnya fluktuatif, terkadang turun mendadak usai perawatan.

Menurut Devi, tingkat keterisian tempat tidur untuk pasien Covid-19 ini membuat beberapa pasien baru mesti masuk ke dalam daftar tunggu/waiting list.

"Mereka yang belum bisa masuk ruangan rawat inap, kami taruh di ruangan IGD sebagai waiting list. Kadang-kadang bisa 3, 4, 5 yang menunggu, bisa sehari atau 2 hari. Baru mereka naik bilamana ada pasien Covid-19 yang keluar (dari ruang rawat inap)," jelasnya.

Baca juga: Jakarta Bakal PSBB Total, Bagaimana dengan Bogor, Depok, dan Bekasi?

"Selama ini sih masih bisa kami terima walaupun mereka belum bisa masuk ruangan rawat inap," imbuh Devi.

Jumlah pasien Covid-19 di Depok melonjak pesat dari 202 pasien pada 31 Juli 2020, menjadi 792 pasien hingga data diperbarui kemarin.

Angka ini berdampak pada beban yang semakin berat ditanggung oleh rumah-rumah sakit di Depok.

Sebelumnya, RS Universitas Indonesia pun menyampaikan bahwa manajemen rumah sakit terpaksa menyeleksi pasien yang dirujuk ke sana, dengan mempertimbangkan gejala klinis masing-masing pasien.

Pasalnya, tempat tidur isolasi Covid-19 yang tersisa di RS Universitas Indonesia kini tak sampai 20 persen, sedangkan 90 persen ICU serta HCU juga telah terisi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BP2MI Pulangkan Pekerja Migran yang Koma karena Strok dari Taiwan

BP2MI Pulangkan Pekerja Migran yang Koma karena Strok dari Taiwan

Megapolitan
Nekat Buka Selama PPKM, Kolam Renang hingga Tempat Fitnes di Kota Tangerang Ditutup

Nekat Buka Selama PPKM, Kolam Renang hingga Tempat Fitnes di Kota Tangerang Ditutup

Megapolitan
Wagub DKI Klaim Penanganan Covid-19 di Jakarta Cukup Baik sehingga Angka Kematian Turun, Ini Faktanya

Wagub DKI Klaim Penanganan Covid-19 di Jakarta Cukup Baik sehingga Angka Kematian Turun, Ini Faktanya

Megapolitan
Update Covid-19 di Kota Tangerang: Ada 72 Kasus Baru, Totalnya 5.793

Update Covid-19 di Kota Tangerang: Ada 72 Kasus Baru, Totalnya 5.793

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Siapkan 6 Lokasi Baru untuk Tampung Jenazah Pasien Covid-19

Pemprov DKI Jakarta Siapkan 6 Lokasi Baru untuk Tampung Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
IDI Tangsel Sebut Proses Penambahan Kapasitas Rumah Lawan Covid-19 Harus Dikebut

IDI Tangsel Sebut Proses Penambahan Kapasitas Rumah Lawan Covid-19 Harus Dikebut

Megapolitan
Kisah Penyintas Covid-19, Kehilangan Kakak hingga Puji Syukur Bisa Bernapas

Kisah Penyintas Covid-19, Kehilangan Kakak hingga Puji Syukur Bisa Bernapas

Megapolitan
UPDATE 27 Januari: Ada 1.836 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 22.301 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 27 Januari: Ada 1.836 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 22.301 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE 27 Januari: Ada 100 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel, 2 Pasien Meninggal

UPDATE 27 Januari: Ada 100 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel, 2 Pasien Meninggal

Megapolitan
Dinkes DKI Temukan 592 Klaster Keluarga Pascalibur Natal-Tahun Baru, 1.265 Orang Positif Covid-19

Dinkes DKI Temukan 592 Klaster Keluarga Pascalibur Natal-Tahun Baru, 1.265 Orang Positif Covid-19

Megapolitan
Alat Medis Belum Ada, Pemanfaatan RSU Pakulonan Tangsel untuk Pasien Covid-19 Molor hingga Februari

Alat Medis Belum Ada, Pemanfaatan RSU Pakulonan Tangsel untuk Pasien Covid-19 Molor hingga Februari

Megapolitan
Vaksinasi Tahap Kedua Dimulai Besok, 9.150 Nakes di Kota Bogor Siap Disuntik

Vaksinasi Tahap Kedua Dimulai Besok, 9.150 Nakes di Kota Bogor Siap Disuntik

Megapolitan
Kasus Prostitusi di Sunter, 4 Anak 'Dijual' Rp 20 Juta

Kasus Prostitusi di Sunter, 4 Anak "Dijual" Rp 20 Juta

Megapolitan
Selama PPKM Jilid I, 95 Orang dan 4 Usaha di Kota Tangerang Didenda karena Langgar Prokes

Selama PPKM Jilid I, 95 Orang dan 4 Usaha di Kota Tangerang Didenda karena Langgar Prokes

Megapolitan
Kapolri Sebut Polantas Tak Lagi Menilang, Warga: Tilang Elektronik Lebih Menakutkan

Kapolri Sebut Polantas Tak Lagi Menilang, Warga: Tilang Elektronik Lebih Menakutkan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X