Tak Memungkinkan Demo Saat Pengetatan PSBB, Warga Pluit Putri Sampaikan Aspirasi lewat YouTube

Kompas.com - 17/09/2020, 10:29 WIB
Demonstrasi di Taman Pluit Putri, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (4/11/2019) KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARIDemonstrasi di Taman Pluit Putri, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (4/11/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah pandemi Covid-19 dan pengetatan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) menyampaikan aspirasi dalam bentuk demonstrasi tidaklah dianjurkan.

Sebab, demonstrasi akan membentuk kerumunan yang berpotensi terjadinya penularan Covid-19. Hal ini tentu menjadi hambatan warga untuk menyuarakan aspirasinya.

Namun, tidak dengan warga Pluit Putri, Penjaringan, Jakarta Utara. Dengan sentuhan kreativitas, mereka tetap dapat menyampaikan aspirasi melalui video YouTube.

Baca juga: Warga Gembok Taman Pluit Putri yang Hendak Dibangun Sekolah oleh Jakpro

Lewat video berdurasi 5 menit 47 detik yang diunggah melalui kanal Forum Warga Pluit Putri, warga menyampaikan protes terhadap pembangunan sekolah yang dikerjakan BUMD DKI, yakni PT Jakpro, di lokasi yang sebelumnya merupakan ruang terbuka hijau.

Johanna Aliandoe selaku Ketua RT 005/ RW 006 Pluit mengatakan, ide melayangkan protes via YouTube tercipta karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk menyuarakan aspirasi dengan cara berdemonstrasi di masa pengetatan PSBB seperti sekarang ini.

Baca juga: Belum Ada Putusan PTUN, PT JUP Lanjut Bangun Sekolah di Pluit Putri Meski Digugat Warga

"Latar belakangnya karena pandemi sih, kita mau melakukan aksi dan pernyataan sikap. Seandainya tidak pandemi mungkin bentuknya demonstrasi fisik di lapangan. Tapi karena kondisinya kayak gini, ada PSBB maka kita cari bentuk lain untuk menyampaikan pendapat," kata Johanna saat dihubungi Kompas.com, Kamis (17/9/2020).

Johanna mengatakan, menyampaikan aspirasi melalui YouTube ternyata sangat efektif di masa pandemi Covid-19 ini. Mereka tetap bisa menjalankan protokol kesehatan sembari bersuara, menyatakan sikap berkeberatan.

Baca juga: Warga Pluit Putri Gugat Anies ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara

Selain itu, penggunaan video Youtube juga berhasil menjangkau lebih banyak orang. Selain dilihat pihak-pihak yang mereka tuju, apa yang mereka perjuangkan bisa di lihat oleh warga lainnya.

Saat ini saja, video itu sudah ditonton sebanyak 1.869 kali selama seminggu diunggah di YouTube.

"Jadi ini cara untuk masyarakat memperjuangkan hak lingkungannya, hak atas ruang," ucap Johanna.

Selain aksi ini, warga Pluit Putri juga sedang melakukan dua langkah lain agar pembangunan sekolah di taman tersebut urung terjadi.

Langkah pertama ialah gugatan perdata di Pengadilan Tata Usaha Negara tentang perbuatan melawan hukum dan pembatalan IMB dari sekolah tersebut.

Langkah ke dua yaitu class action, menyatakan berkeberatan administrasi terhadap Perda Nomor 1 tahun 2014 yang mengesahkan perubahan peruntukan dan zonasi terhadap lahan tersebut dari sarana RTH dan olahraga terbuka menjadi campuran dengan pendidikan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

63 Rumah Warga di Babelan, Bekasi Diterjang Angin Puting Beliung

63 Rumah Warga di Babelan, Bekasi Diterjang Angin Puting Beliung

Megapolitan
Penertiban Rumah di Bantaran Kali Seharusnya Tak Pandang Bulu

Penertiban Rumah di Bantaran Kali Seharusnya Tak Pandang Bulu

Megapolitan
AirAsia Indonesia Digugat Karyawan karena Tak Beri Gaji 6 Bulan

AirAsia Indonesia Digugat Karyawan karena Tak Beri Gaji 6 Bulan

Megapolitan
Tenggak Miras Oplosan Saat Perayaan Ulang Tahun, 2 Pemuda di Depok Tewas

Tenggak Miras Oplosan Saat Perayaan Ulang Tahun, 2 Pemuda di Depok Tewas

Megapolitan
Kabupaten Bekasi Masih Ada di Zona Merah Covid-19, Ini Penjelasan Kadinkes

Kabupaten Bekasi Masih Ada di Zona Merah Covid-19, Ini Penjelasan Kadinkes

Megapolitan
Belajar dari Bioskop Luar Negeri, Cinepolis Yakin Klaster Bioskop Bisa Dihindari

Belajar dari Bioskop Luar Negeri, Cinepolis Yakin Klaster Bioskop Bisa Dihindari

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Tangsel Terus Naik, Airin Akui Peran Satgas RT/RW Belum Maksimal

Kasus Covid-19 di Tangsel Terus Naik, Airin Akui Peran Satgas RT/RW Belum Maksimal

Megapolitan
Imbau Warga Tak ke Luar Kota Saat Libur Panjang, Wagub DKI: Jangan Sampai Kasus Covid-19 Naik Lagi

Imbau Warga Tak ke Luar Kota Saat Libur Panjang, Wagub DKI: Jangan Sampai Kasus Covid-19 Naik Lagi

Megapolitan
Pemkab Bekasi Akan Limpahkan Kasus Pembuang Sampah di Kalimlang ke Pengadilan

Pemkab Bekasi Akan Limpahkan Kasus Pembuang Sampah di Kalimlang ke Pengadilan

Megapolitan
AirAsia Indonesia Tegaskan Operasional Mereka Tak Terpengaruh Penutupan AirAsia X

AirAsia Indonesia Tegaskan Operasional Mereka Tak Terpengaruh Penutupan AirAsia X

Megapolitan
Sumbatan Sampah Bikin Muara Angke Banjir Rob, Lurah: Warga Tak Mau Sadar

Sumbatan Sampah Bikin Muara Angke Banjir Rob, Lurah: Warga Tak Mau Sadar

Megapolitan
Airin Sorot Meningkatnya Angka Kematian Pasien Covid-19 di Tangsel

Airin Sorot Meningkatnya Angka Kematian Pasien Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Film Lokal Dapat Angin Segar di Tengah Batasan 25 Persen Jumlah Penonton Bioskop

Film Lokal Dapat Angin Segar di Tengah Batasan 25 Persen Jumlah Penonton Bioskop

Megapolitan
Banjir Rob di Muara Angke Disebabkan Lumpur hingga Cor Beton yang Sumbat Selokan

Banjir Rob di Muara Angke Disebabkan Lumpur hingga Cor Beton yang Sumbat Selokan

Megapolitan
Anggota DPRD DKI Minta Tiang Pancang Monorel yang Mangkrak Dibongkar

Anggota DPRD DKI Minta Tiang Pancang Monorel yang Mangkrak Dibongkar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X