Tak Pakai Masker, Pelanggar Dihukum Atur Lalu Lintas di Cipayung

Kompas.com - 24/09/2020, 09:21 WIB
Warga Cipayung, Jakarta Timur, dihukum jadi petugas lalu lintas karena tertangkap tidak pakai masker, Rabu (23/9/2020) Dok Pemkot Jakarta TimurWarga Cipayung, Jakarta Timur, dihukum jadi petugas lalu lintas karena tertangkap tidak pakai masker, Rabu (23/9/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 16 warga Cipayung, Jakarta Timur diberi sanksi sosial lantaran beraktivitas di luar rumah tanpa menggunakan masker pada Rabu (23/9/2020) kemarin. Mereka disuruh membersihkan fasilitas umum dan menjadi petugas pengatur lalu lintas.

Mereka harus mengenakan rompi oranye dan mengatur kendaraan layaknya polisi lalu lintas di perempatan McDonald's Cipayung.

""Kami memberikan sanksi atur lalu lintas dalam rangka memberika kedisiplinan warga dalam memakai masker saat berada di luar rumah, serta patuhi protokol kesehatan yang lain, mencuci tangan dan menjaga jarak," kata Kapolsek Cipayung, Kompol Tatik.

Baca juga: Tak Gunakan Masker, Warga di Bogor Dihukum Sapu Jalanan

Ia mengatakan, hukuman tersebut diberikan agar warga paham betapa lelahnya menjadi seorang petugas lalu lintas. Dengan begitu, mereka dapat menghargai para petugas dan mematuhi aturan memakai masker selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Hal tersebut agar mereka merasakan bagaimana sulitnya mengatur lalu lintas dan di bawah terik matahari," kata Camat Cipayung, Fajar Eko Satrio.

Sejak operasi Yustisi pada hari pertama PSBB yang diperketat dilakukan, yakni pada 14 September 2020, petugas gabungan sudah menjaring ribuan orang yang tak pakai maker saat berada di luar rumah.

Menurut data yang diterima Kompas.com dari Kasatpol PP Jakarta Timur, Budhy Novian, sebanyak 2.845 orang telah dikenakan sanksi sosial.

"(Sebanyak) 2.845 warga dikenakan denda sosial. Data itu terhitung sampai Rabu 23 September 2020," kata dia.

Jumlah itu dihimpun dari semua hasil operasi yang dilakukan anak buahnya di setiap kecamatan



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bayang-bayang Lonjakan Covid-19 di Jakarta Jelang Libur Panjang Akhir Tahun

Bayang-bayang Lonjakan Covid-19 di Jakarta Jelang Libur Panjang Akhir Tahun

Megapolitan
Rapid Test di Petamburan yang Sepi Peminat, Warga Diduga Takut, Kabur Setelah Dinyatakan Reaktif

Rapid Test di Petamburan yang Sepi Peminat, Warga Diduga Takut, Kabur Setelah Dinyatakan Reaktif

Megapolitan
Dugaan Pungli Bansos di Muara Angke, Warga Dimintai Rp 20.000, Ketua RT Terancam Dipecat...

Dugaan Pungli Bansos di Muara Angke, Warga Dimintai Rp 20.000, Ketua RT Terancam Dipecat...

Megapolitan
Dudung Abdurachman, Loper Koran Jadi Jenderal

Dudung Abdurachman, Loper Koran Jadi Jenderal

Megapolitan
UPDATE 24 November: Naik Terus, Jumlah Pasien Covid-19 di Depok 1.823 Orang

UPDATE 24 November: Naik Terus, Jumlah Pasien Covid-19 di Depok 1.823 Orang

Megapolitan
UPDATE 24 November: Bertambah 20 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel, Totalnya Kini 2.400

UPDATE 24 November: Bertambah 20 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel, Totalnya Kini 2.400

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Besar Jabodetabek Hujan Hari Ini

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Besar Jabodetabek Hujan Hari Ini

Megapolitan
Perkantoran Disebut Lokasi Rawan Pelanggaran Prokes

Perkantoran Disebut Lokasi Rawan Pelanggaran Prokes

Megapolitan
Anies: Rasio Tracing Covid-19 di Jakarta 1:12

Anies: Rasio Tracing Covid-19 di Jakarta 1:12

Megapolitan
Agustinus Panjat Tower Baliho Lagi, Polisi Sebut Itu Upaya Cari Sensasi

Agustinus Panjat Tower Baliho Lagi, Polisi Sebut Itu Upaya Cari Sensasi

Megapolitan
1 Camat dan 1 Kepala Dinas di Kota Bogor Positif Covid-19

1 Camat dan 1 Kepala Dinas di Kota Bogor Positif Covid-19

Megapolitan
Update 24 November: 273 Pasien Positif Covid-19 di Kota Tangerang Masih Dirawat

Update 24 November: 273 Pasien Positif Covid-19 di Kota Tangerang Masih Dirawat

Megapolitan
Anies: Pengerukan Waduk Pondok Ranggon Capai 80 Persen

Anies: Pengerukan Waduk Pondok Ranggon Capai 80 Persen

Megapolitan
Simpan Rp 800 Juta Uang Palsu Siap Edar, 2 Lansia Ditangkap

Simpan Rp 800 Juta Uang Palsu Siap Edar, 2 Lansia Ditangkap

Megapolitan
Satpol PP Jakbar Kumpulkan Rp 1,5 Miliar Denda dari Pelanggar Prokes

Satpol PP Jakbar Kumpulkan Rp 1,5 Miliar Denda dari Pelanggar Prokes

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X