Bermodal Kader PKS Militan di Depok, Imam Budi Bakal Gerus Suara Dukungan Pradi

Kompas.com - 28/09/2020, 16:05 WIB
Imam Budi Hartono, politikus PKS yang disebut sudah 99 persen bakal melaju mendampingi Mohammad Idris dalam kontestasi Pilkada Depok 2020. Dokumentasi Pribadi/INSTAGRAMImam Budi Hartono, politikus PKS yang disebut sudah 99 persen bakal melaju mendampingi Mohammad Idris dalam kontestasi Pilkada Depok 2020.

DEPOK, KOMPAS.com - Calon Wakil Wali Kota Depok nomor urut 2, Imam Budi Hartono, mengaku partainya yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah mempunyai data komplet mengenai persebaran calon pemilih di Pilkada Depok.

Bahkan, ia mengeklaim, warga yang di atas kertas ada di basis kubu lawan yakni Pradi Supriatna-Afifah Alia, justru berpeluang mendukung dirinya yang akan berduet dengan wali kota saat ini, Mohammad Idris.

"Hasil survei (PKS) memperlihatkan, ternyata (warga) yang memilih dalam Pilkada (Depok) ini tidak identik dengan partai pendukung. Kami mendapatkan data itu," kata Imam dalam acara Sapa Indonesia Kompas TV, Minggu (27/9/2020).

Baca juga: Kampanye Pilkada Depok di Masa Pandemi, Pasangan Idris-Imam Optimalkan Platform Online

"Yang mendukung Bang Pradi ternyata dalam Pilkada Depok 2020 ini memilih pasangan Idris-Imam nomor (urut) 2. Kami punya datanya, detail," lanjutnya.

Pilkada Depok sudah memasuki masa kampanye hingga 5 Desember 2020 mendatang.

Di tengah pandemi Covid-19 di mana aktivitas kampanye tak bisa seleluasa situasi normal, Imam menyebut bahwa mesin politik PKS sudah siap tempur.

Kekuatan itu, menurut dia, sudah ditunjang oleh data survei yang memadai, sehingga PKS diklaim "sudah memegang cara memengaruhi warga untuk datang ke TPS" memilih Idris-Imam.

Baca juga: Pilkada Saat Pandemi Covid-19, TPS di Depok Ditambah 598 Titik

"Salah satu strategi kami yaitu kampanye door to door (dari pintu ke pintu). Militansi kader, soliditas struktur, merupakan pasukan berani mati yang datang ke seluruh warga di Depok, baik dia (warga) yang sudah 'bermerk' partai pendukung koalisi lain, apalagi yang mendukung koalisi kami," ungkap Imam.

"PKS terkenal dengan itu. Kami sudah punya petanya, mana peta yang sudah hijau bagi kami, mana peta yang masih merah dan masih harus kami lakukan sosialisasi," ujarnya.

Dua calon wali kota yang bertarung di Pilkada Depok 2020 sama-sama petahana atau pejabat yang saat ini memerintah.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Jabodetabek, Tinggal Jakarta Utara dan Depok yang Masuk Zona Merah Covid-19

Di Jabodetabek, Tinggal Jakarta Utara dan Depok yang Masuk Zona Merah Covid-19

Megapolitan
Hampir Jadi Korban Begal, Pesepeda Ini Putuskan Tak Lapor Polisi

Hampir Jadi Korban Begal, Pesepeda Ini Putuskan Tak Lapor Polisi

Megapolitan
Bocah Hilang Saat Bermain di Sungai Inspeksi Kampung Pulo, Hanya Tersisa Bajunya di Tepi Kali

Bocah Hilang Saat Bermain di Sungai Inspeksi Kampung Pulo, Hanya Tersisa Bajunya di Tepi Kali

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] PT Khong Guan Tawar Ganti Rugi kepada Warga | Tukang Gali Brebes Puluhan Tahun Menunggu Kerja di Lebak Bulus

[POPULER JABODETABEK] PT Khong Guan Tawar Ganti Rugi kepada Warga | Tukang Gali Brebes Puluhan Tahun Menunggu Kerja di Lebak Bulus

Megapolitan
Bentrok 2 Kelompok Ormas di Ciledug Berakhir Damai

Bentrok 2 Kelompok Ormas di Ciledug Berakhir Damai

Megapolitan
Terserempet Kereta di Cengkareng, Pengendara Ojol Selamat, Motornya Terseret ke Kali

Terserempet Kereta di Cengkareng, Pengendara Ojol Selamat, Motornya Terseret ke Kali

Megapolitan
Lagi, Tanah Longsor Terjadi di Jagakarsa, Jakarta Selatan

Lagi, Tanah Longsor Terjadi di Jagakarsa, Jakarta Selatan

Megapolitan
Kebakaran Hanguskan Sebuah Pabrik Busa di Tangerang

Kebakaran Hanguskan Sebuah Pabrik Busa di Tangerang

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Hujan

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Capai 2.140, Paling Banyak di Kecamatan Periuk

Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Capai 2.140, Paling Banyak di Kecamatan Periuk

Megapolitan
UPDATE 29 Oktober: Penambahan Kasus Covid-19 di Jakarta 379 Orang, Menurun dari Hari Sebelumnya

UPDATE 29 Oktober: Penambahan Kasus Covid-19 di Jakarta 379 Orang, Menurun dari Hari Sebelumnya

Megapolitan
UPDATE 29 Oktober: Bertambah 11 Kasus Positif, 163 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

UPDATE 29 Oktober: Bertambah 11 Kasus Positif, 163 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

Megapolitan
Tambah 7 Unit, 10 Mobil Damkar Dikerahkan untuk Padamkan Kebakaran Pabrik Busa Di Jatake Tangerang

Tambah 7 Unit, 10 Mobil Damkar Dikerahkan untuk Padamkan Kebakaran Pabrik Busa Di Jatake Tangerang

Megapolitan
Bubarkan Tawuran Ormas di Tangerang, Kapolsek Ciledug Kena Sabetan Benda Tajam

Bubarkan Tawuran Ormas di Tangerang, Kapolsek Ciledug Kena Sabetan Benda Tajam

Megapolitan
Pabrik Busa Terbakar di Kawasan Jatake Tangerang

Pabrik Busa Terbakar di Kawasan Jatake Tangerang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X