Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Warga Nilai PT Khong Guan Lambat Tangani Dampak Robohnya Tembok

Kompas.com - 19/10/2020, 13:10 WIB
Walda Marison,
Sandro Gatra

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga RW 08, Kelurahan Ciracas, Jakarta Timur, menilai PT Khong Guan lambat merespons ganti rugi dampak robohnya tembok perusahaan.

Hal tersebut dikatakan Ketua RW 08 Suherman saat dikonfirmasi, Senin (19/10/2020).

"Dari pihak perusahaan lambat kalau menanggapi, responsnya kurang kalau untuk kejadian seperti ini," kata Suherman.

Setelah tembok roboh pada Sabtu (10/10/2020), puing bangunan langsung menutupi selokan warga sehingga menyebabkan banjir.

Baca juga: PT Khong Guan Diminta Ganti Rugi Lebih dari Rp 300 Juta oleh Warga Korban Banjir

Namun, kata Suherman, tak ada satu pun karyawan yang turun membantu saat peristiwa itu terjadi.

"Karyawan enggak ada yang turun waktu kejadian. Saya minta angkatin puing-puing aja enggak ada, akhirnya warga yang angkat," kata dia.

Setelah itu, pihak PT Khong Guan turun ke lokasi banjir pada Selasa (13/10/2020). Mereka hendak mengecek warga yang terdampak banjir.

Namun, setelah itu, tak ada respons lagi dari pihak PT Khong Guan. Suherman merasa heran lantaran belum ada tindak lanjut yang berarti.

Suherman berinisiatif menghubungi PT Khong Guan untuk melakukan pertemuan kembali.

"Kita ngadain pertemuan lagi itu juga atas inisiatif saya, bukan dari pihak perusahaan. Karena surat kita sudah buat surat dari tim RW, buat surat pengajuan dari tiga RT yang terdampak, tapi kok tidak ada jawaban," kata dia.

Akhirnya, terjadi pertemuan pada Jumat (16/10/2020). Namun, warga merasa tidak puas.

Permintaan ganti rugi Rp 350 juta untuk tiga RT belum direalisasi.

Baca juga: Wali Kota Jaktim Minta Khong Guan Tanggung Jawab atas Banjir di Ciracas

"Mereka bilang bertahap, ya bertahap seperti apa. Kan kita pengin tahu," ucap dia.

Suherman mengatakan, hari ini rencananya PT Khong Guan memberi respons terkait permintaan ganti rugi.

Dia berharap PT Khong Guan mau menunjukkan iktikad baik dengan memberikan kepastian ganti rugi.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fasilitas Publik di Jaktim Sudah Baik, tapi Masih Perlu Pembenahan

Fasilitas Publik di Jaktim Sudah Baik, tapi Masih Perlu Pembenahan

Megapolitan
MRT Jakarta Pastikan Tidak Ada Korban Insiden Jatuhnya Besi Crane ke Jalur Kereta

MRT Jakarta Pastikan Tidak Ada Korban Insiden Jatuhnya Besi Crane ke Jalur Kereta

Megapolitan
KPU Tidak Persoalkan Pemasangan Spanduk hingga Baliho Bacawalkot Bogor Sebelum Masuk Masa Kampanye

KPU Tidak Persoalkan Pemasangan Spanduk hingga Baliho Bacawalkot Bogor Sebelum Masuk Masa Kampanye

Megapolitan
Kaesang Digadang Jadi Cawagub Jakarta, Pengamat: Sekelas Ketua Umum dan Anak Presiden Minimal Cagub

Kaesang Digadang Jadi Cawagub Jakarta, Pengamat: Sekelas Ketua Umum dan Anak Presiden Minimal Cagub

Megapolitan
Penahanan Ditangguhkan, Eks Warga Kampung Bayam Kena Wajib Lapor

Penahanan Ditangguhkan, Eks Warga Kampung Bayam Kena Wajib Lapor

Megapolitan
Warga Dengar Suara Dentuman dan Percikan Api Saat Besi Crane Timpa Jalur MRT

Warga Dengar Suara Dentuman dan Percikan Api Saat Besi Crane Timpa Jalur MRT

Megapolitan
Pemprov DKI Bangun Saluran 'Jacking' untuk Atasi Genangan di Jalan Ciledug Raya

Pemprov DKI Bangun Saluran "Jacking" untuk Atasi Genangan di Jalan Ciledug Raya

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Bangun Jalan Tembus Kelapa Gading Timur sampai Terminal Pulo Gadung

Pemprov DKI Akan Bangun Jalan Tembus Kelapa Gading Timur sampai Terminal Pulo Gadung

Megapolitan
Soal Tapera, Pekerja: Gaji Saya Rp 5 Juta, Kalau Dipotong 3 Persen Mau Beli Rumah di Mana?

Soal Tapera, Pekerja: Gaji Saya Rp 5 Juta, Kalau Dipotong 3 Persen Mau Beli Rumah di Mana?

Megapolitan
Polisi Cek TKP Jatuhnya Besi Crane di Jalur MRT Jakarta

Polisi Cek TKP Jatuhnya Besi Crane di Jalur MRT Jakarta

Megapolitan
Bukan Dibebaskan, Eks Warga Kampung Bayam Hanya Ditangguhkan Penahanannya

Bukan Dibebaskan, Eks Warga Kampung Bayam Hanya Ditangguhkan Penahanannya

Megapolitan
Pemkot Bogor Bakal Implementasikan Penggunaan Kendaraan Listrik untuk Seluruh Moda Transportasi

Pemkot Bogor Bakal Implementasikan Penggunaan Kendaraan Listrik untuk Seluruh Moda Transportasi

Megapolitan
KASN Sudah Panggil Supian Suri Berkait Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN

KASN Sudah Panggil Supian Suri Berkait Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN

Megapolitan
Eks Warga Kampung Bayam Ingin Hunian Layak dan Minta Cabut Laporan Polisi

Eks Warga Kampung Bayam Ingin Hunian Layak dan Minta Cabut Laporan Polisi

Megapolitan
Berantas Kemiskinan, Dinsos DKI Minta Pelaku Usaha Ikut Padmamitra Awards DKI Jakarta 2024

Berantas Kemiskinan, Dinsos DKI Minta Pelaku Usaha Ikut Padmamitra Awards DKI Jakarta 2024

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com