Kasus Pembunuhan PSK, Pemkot Bekasi Akui Kecolongan Awasi Praktik Prostitusi di Rumah Kos

Kompas.com - 03/11/2020, 17:30 WIB
Ilustrasi prostitusi online SHUTTERSTOCKIlustrasi prostitusi online
|

BEKASI, KOMPAS.com - Pemkot Bekasi mengakui kecolongan terkait peristiwa tewasnya seorang pekerja seks komersil (PSK) di kontrakan Haji Jamal, Marga Mulya, Bekasi Utara beberapa hari lalu.

Pemkot mengaku tidak bisa memantau pergerakan di setiap kos-kosan yang dicurigai sebagai tempat praktik prostitusi.

Menurut Kasatpol PP Kota Bekasi, Abi Hurairah, pihaknya sulit memantau hal seperti itu karena praktik prostitusi berjalan via online.

"Kalau dibilang kecolongan juga memang tidak tahu. Namanya online kan tidak tahu," kata Abi saat dikonfirmasi, Selasa (3/11/2020).

Baca juga: Sebelum Ditusuk, PSK di Bekasi Sempat Dibungkam Mulutnya oleh Pelaku

Menurut Abi, kurangnya koordinasi antara pemerintah kota dengan wilayah setempat jadi salah satu penyebab menjamurnya praktik prostitusi di lingkungan warga.

Maka dari itu, Abi meminta pihak kecamatan dan kelurahan agar lebih aktif untuk memantau tempat yang dicurigai sebagai lokasi prostitusi.

"Kita tetap koordinasi dengan lurah yang lebih hapal kondisi existing-nya mereka lah yang lebih aktif ke kita, jangan ya kita," kata Abi.

Bukan hanya lurah atau camat setempat, warga pun bisa melaporkan kepada Satpol PP jika ada aktivitas mencurigakan di setiap rumah kost.

Baca juga: Motif Pembunuhan PSK di Bekasi Janggal, Pelaku Mau Ambil Rp 1,8 Juta tapi Tak Jadi

"Jadi apa pun yang diinginkan kita akan siap apabila masyarakat membutuhkan dan pemerintah wajib hadir di tengah masyarakat," tutup dia.

Sebelumnya, seorang wanita PSK ditemukan tewas di dalam kos-kosan pada Minggu (25/10/2020). Dia dibunuh seorang pria berinisial BB dengan sebilah pisau.

SS ditikam usai melayani nafsu bejad BBA di dalam kamar. Diduga BBA menghabisi nyawa SS lantaran ingin menggasak uang sebesar Rp 1.800.000 yang ada di dompet korban.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Truk Pengangkut Sayur Terjaring Razia di Tol Cikarang, Ternyata Isinya 7 Pemudik

Truk Pengangkut Sayur Terjaring Razia di Tol Cikarang, Ternyata Isinya 7 Pemudik

Megapolitan
Alat Berat Sulit Masuk karena Akses Sempit, Pengangkatan Puing Longsor di Jagakarsa Dikerjakan Manual

Alat Berat Sulit Masuk karena Akses Sempit, Pengangkatan Puing Longsor di Jagakarsa Dikerjakan Manual

Megapolitan
Sanksi untuk ASN DKI yang Nekat Mudik Lebaran, dari Teguran hingga Penurunan Pangkat

Sanksi untuk ASN DKI yang Nekat Mudik Lebaran, dari Teguran hingga Penurunan Pangkat

Megapolitan
Gelap dan Berisiko Longsor Susulan, Puing Rumah di Jagakarsa Belum Diangkat

Gelap dan Berisiko Longsor Susulan, Puing Rumah di Jagakarsa Belum Diangkat

Megapolitan
Longsor di Jagakarsa Rusak Rumah Warga, Tembok Retak dan Lantai Terangkat

Longsor di Jagakarsa Rusak Rumah Warga, Tembok Retak dan Lantai Terangkat

Megapolitan
Catat, Ini Jadwal Terbaru KRL Selama Masa Larangan Mudik 6-17 Mei

Catat, Ini Jadwal Terbaru KRL Selama Masa Larangan Mudik 6-17 Mei

Megapolitan
Sidang Kasus Kerumunan di Petamburan dan Megamendung, Saksi Ahli yang Dibawa Rizieq Shihab Akan Diperiksa

Sidang Kasus Kerumunan di Petamburan dan Megamendung, Saksi Ahli yang Dibawa Rizieq Shihab Akan Diperiksa

Megapolitan
Mudik Resmi Dilarang, Ingat Ada 31 Lokasi Check Point dan Pos Penyekatan di Jabodetabek!

Mudik Resmi Dilarang, Ingat Ada 31 Lokasi Check Point dan Pos Penyekatan di Jabodetabek!

Megapolitan
Kronologi Ditilangnya Pengemudi Pajero 'Jenderal' Kekaisaran Sunda Nusantara, Awalnya karena Pelat Palsu

Kronologi Ditilangnya Pengemudi Pajero "Jenderal" Kekaisaran Sunda Nusantara, Awalnya karena Pelat Palsu

Megapolitan
Konflik Jemaah Dilarang Bermasker di Masjid Bekasi, Pemuda Arogan Jadi 'Duta Masker'

Konflik Jemaah Dilarang Bermasker di Masjid Bekasi, Pemuda Arogan Jadi "Duta Masker"

Megapolitan
Seputar SIKM Jakarta, dari Cara Daftar hingga Syarat Dokumen

Seputar SIKM Jakarta, dari Cara Daftar hingga Syarat Dokumen

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Dokumen Wajib Penumpang Pesawat di Masa Larangan Mudik | Sidang Rizieq

[POPULER JABODETABEK] Dokumen Wajib Penumpang Pesawat di Masa Larangan Mudik | Sidang Rizieq

Megapolitan
Puing Longsoran Sumbat Kali, Ratusan Rumah di Jagakarsa Kebanjiran

Puing Longsoran Sumbat Kali, Ratusan Rumah di Jagakarsa Kebanjiran

Megapolitan
Update 5 Mei: Pasien Covid-19 Depok Berkurang Jadi 1.531 Orang

Update 5 Mei: Pasien Covid-19 Depok Berkurang Jadi 1.531 Orang

Megapolitan
Update 5 Mei: Kota Bekasi Catat 163 Kasus Baru Covid-19

Update 5 Mei: Kota Bekasi Catat 163 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X