Kompas.com - 27/11/2020, 12:23 WIB
Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat Purwanti di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Rabu (6/11/2019) KOMPAS.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJARKepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat Purwanti di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Rabu (6/11/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com – Untuk menanggulangi banjir rob yang berdampak hingga ke kawasan Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat memastikan bahwa pihaknya akan membangun sheetpile atau turap di wilayah tersebut.

“Kalau yang Kebon Jeruk di Kedoya Utara ini lumayan tinggi, bisa 10-20 centi itu karena rob juga. Nah upayanya kalau yang di Kedoya itu kan kita bangun sheetpile,” jelas Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Barat, Purwanti Suryandari, Jumat (27/11/2020).

Banjir rob sendiri sempat terjadi di kawasan Kedoya Utara, Kebon Jeruk sekitar dua pekan lalu.

Meski tak turun hujan, genangan setinggi 20 sentimeter terlihat di kawasan Kelurahan Kedoya Utara.

Baca juga: Banjir Rob Rendam Ratusan Rumah di Muara Gembong Bekasi

Hal tersebut dikarenakan naiknya permukaan air laut sehingga berpengaruh juga bagi meningkatnya permukaan air di Kali Mookevart dan Kali Grogol.

Limpahan air pun mengalir ke permukiman warga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Purwanti menjelaskan bahwa sebenarnya telah dilakukan pembangunan sheetpile di kawasan Kedoya Utara, tetapi memang belum selesai.

Tak hanya menyelesaikan pembangunan sheetpile, pihaknya juga berencana membangun pintu air dan menambah pompa untuk mengurangi genangan air.

Selain di Kebon Jeruk, warga Grogol Petamburan juga sempat merasakan dampak dari banjir rob.

Baca juga: Bocah yang Hanyut di Kanal Banjir Barat Ditemukan Meninggal Dunia

“Kalau di Gropet (Grogol Petamburan) itu dia masih rendah, semata kaki, enggak terlalu tinggi, karena di situ sudah ditanggul, jadi cuma bocoran-bocoran. Mungkin ada pintu air yang bocor, cuma dari situ saja,”lanjut Purwanti.

Terpisah, Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto sempat menyatakan bahwa pihak pemerintah kota Jakarta Barat juga akan membangun kolam ulakan di kawasan Kedoya Utara.

Tujuannya adalah agar mencegah genangan air. Limpahan air diharapkan dapat ditampung di kolam olakan.

"Jadi air enggak tergenang di jalan, tapi masuk ke ulakan. Nanti dari ulakan dipompa untuk menuju ke saluran, lanjut ke saluran yang besar," kata Uus.

 



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggaran Baju DPRD Kota Tangerang yang Naik 2 Kali Lipat Dinilai Tak Wajar

Anggaran Baju DPRD Kota Tangerang yang Naik 2 Kali Lipat Dinilai Tak Wajar

Megapolitan
24 Penimbun dan Penjual Obat Terkait Covid-19 di Atas HET Ditangkap

24 Penimbun dan Penjual Obat Terkait Covid-19 di Atas HET Ditangkap

Megapolitan
Protes Karyawan Garuda Indonesia: Harga Tes Swab PCR Penumpang Lebih Mahal dari Tiket Pesawat

Protes Karyawan Garuda Indonesia: Harga Tes Swab PCR Penumpang Lebih Mahal dari Tiket Pesawat

Megapolitan
UPDATE: Kasus Baru Covid-19 Tambah 241 di Kota Tangerang

UPDATE: Kasus Baru Covid-19 Tambah 241 di Kota Tangerang

Megapolitan
PAUD di Cipayung Disegel karena Gelar Belajar Tatap Muka Saat PPKM Level 4

PAUD di Cipayung Disegel karena Gelar Belajar Tatap Muka Saat PPKM Level 4

Megapolitan
Jakarta-London Siap Berkolaborasi Perkuat Ketahanan Iklim

Jakarta-London Siap Berkolaborasi Perkuat Ketahanan Iklim

Megapolitan
3 Fakta Seputar Kasus Warga Bekasi Sempat Tak Bisa Divaksinasi karena NIK Dipakai Orang Lain

3 Fakta Seputar Kasus Warga Bekasi Sempat Tak Bisa Divaksinasi karena NIK Dipakai Orang Lain

Megapolitan
Pengadilan Tinggi Kuatkan Vonis 8 Bulan Penjara terhadap Rizieq Shihab di Kasus Petamburan

Pengadilan Tinggi Kuatkan Vonis 8 Bulan Penjara terhadap Rizieq Shihab di Kasus Petamburan

Megapolitan
4 Penyebab Dugaan Korupsi Damkar Depok Belum Terungkap Versi Kejaksaan

4 Penyebab Dugaan Korupsi Damkar Depok Belum Terungkap Versi Kejaksaan

Megapolitan
Vonis terhadap Rizieq pada Kasus Megamendung Dikuatkan di Tingkat Banding

Vonis terhadap Rizieq pada Kasus Megamendung Dikuatkan di Tingkat Banding

Megapolitan
UPDATE: Depok Catat Rekor Kasus Baru Covid-19 Terbanyak Kedua Selama Pandemi

UPDATE: Depok Catat Rekor Kasus Baru Covid-19 Terbanyak Kedua Selama Pandemi

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini: Mayoritas Jabodetabek Berawan

Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini: Mayoritas Jabodetabek Berawan

Megapolitan
Jadwal dan Lokasi Mobil Vaksinasi Keliling Jakarta, Kamis 5 Agustus 2021

Jadwal dan Lokasi Mobil Vaksinasi Keliling Jakarta, Kamis 5 Agustus 2021

Megapolitan
Kejar Target, Vaksinasi Covid-19 untuk Siswa SMP di Kota Bekasi Digelar hingga Malam

Kejar Target, Vaksinasi Covid-19 untuk Siswa SMP di Kota Bekasi Digelar hingga Malam

Megapolitan
Selidiki Pungli Bansos di Kota Tangerang, Polisi Periksa 3 Orang Lagi

Selidiki Pungli Bansos di Kota Tangerang, Polisi Periksa 3 Orang Lagi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X