Tetangga Sebut Ibu yang Bawa Balita Saat Mengemis Sudah Sering Dilarang Suami, tapi Tak Didengar

Kompas.com - 02/12/2020, 16:25 WIB
Nurlela selaku tetangga Nur Astuti Anjaya saat ditemui di kediamannya di  RW 07, Kelurahan Bojong Menteng, Kota Bekas Walda MarisonNurlela selaku tetangga Nur Astuti Anjaya saat ditemui di kediamannya di RW 07, Kelurahan Bojong Menteng, Kota Bekas
|

BEKASI, KOMPAS.com - Nur Astuti, selaku ibu yang anaknya meninggal saat mengemis, sudah sering ditegur oleh suaminya.

Sang suami sudah melarang Astuti mengemis sambil membawa anaknya, terlebih saat sang buah hati dalam keadaan sakit.

"Memang sudah dilarang mengemis. Tapi karena ibunya keras kepala jadi enggak mau nurut. Sama warga juga dilarang, kasihan anaknya, tapi dia juga enggak nurut," kata Nurlela, tetangga Astuti saat ditemui di permukiman RW 07, Kelurahan Bojong Menteng, Kota Bekasi, Rabu (2/12/2020).

Astuti bersikukuh ingin mengemis demi membeli susu anaknya. Alasan itu yang selalu disebutkan wanita berusia 32 tahun itu kala terbentur izin suami.

Baca juga: Bayi Meninggal Saat Dibawa Mengemis di Kota Bekasi, Dinsos: Ibunya ODGJ

Padahal menurut Nurlela, kondisi sang anak terbilang cukup parah. Hampir beberapa bulan terakhir anak Astuti sudah sakit.

Bahkan karena sakit, putra Astuti itu belum bisa berjalan walau sudah menginjak usia dua tahun.

Namun ketika ingin diimunisasi oleh petugas, Astuti selalu menolak.

"Enggak pernah diimunisasi. Saya kan kader Posyandu, kalau kita datang ke rumah ya langsung mengunci pintu. Sekali pun enggak pernah diimunisasi anaknya," kata Nurlela.

Dalam kondisi itu, lanjut Nurlela, Astuti tetap membawa anaknya untuk mengemis. Balita berusia dua tahun itu meninggal saat digendong Astuti yang sedang meminta-minta di kawasan Bantar Gebang pada Kamis (26/11/2020).

Baca juga: Bayi Meninggal Dalam Gendongan Ibunya Saat Mengemis, Pemkot Bekasi Mengaku Lalai

"Kami dapat kabar katanya anaknya meninggal. Malamnya pukul 20.00 langsung dibawa ke sini sama polisi. Pukul 21.00 langsung dimakamkan," kata dia.

Kepala Seksi Disabilitas Dinas Sosial Kota Bekasi Veny Dwi mengatakan Astuti telah jalani pemeriksaan kesehatan. Hasilnya, perempuan Astuti dinyatakan mengalami gangguan jiwa.

"Kemarin hasil assessment (diketahui) dia orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) tapi masih taraf ringan. Jadi mau kami rujuk ke RSJ Marzukir Mahdi Kota Bogor," kata Veny.

Dari pemeriksaan yang dilakukan oleh Dinas Sosial Kota Bekasi terungkap bahwa Astuti sudah mengalami gangguan jiwa sejak kecil.

Maka dari itu, pihaknya kini tengah mengurus berkas agar Astuti bisa dirujuk ke RSJ Marzuki Mahdi, Bogor.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kerumunan Klub Motor di Flyover Rasuna Said Sempat Tutup Dua Lajur Jalan

Kerumunan Klub Motor di Flyover Rasuna Said Sempat Tutup Dua Lajur Jalan

Megapolitan
Kasus Covid-19 Meningkat di DKI, Ombudsman: Terlalu Dini Menilai Efektivitas Perda Covid-19

Kasus Covid-19 Meningkat di DKI, Ombudsman: Terlalu Dini Menilai Efektivitas Perda Covid-19

Megapolitan
BMKG: Hujan Ringan di Sebagian Wilayah Jabodetabek pada Minggu Pagi

BMKG: Hujan Ringan di Sebagian Wilayah Jabodetabek pada Minggu Pagi

Megapolitan
Kerumunan di Flyover Rasuna Said, Polisi Amankan Sejumlah Motor, termasuk Vespa Gembel

Kerumunan di Flyover Rasuna Said, Polisi Amankan Sejumlah Motor, termasuk Vespa Gembel

Megapolitan
Kerumunan di Flyover Rasuna Said Dibubarkan Polisi, Pengendara Motor Kocar-kacir

Kerumunan di Flyover Rasuna Said Dibubarkan Polisi, Pengendara Motor Kocar-kacir

Megapolitan
Polsek Tanjung Priok Tangkap Empat Orang Spesialis Curanmor

Polsek Tanjung Priok Tangkap Empat Orang Spesialis Curanmor

Megapolitan
UPDATE 23 Januari: Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Hampir Tembus 5.000 Orang

UPDATE 23 Januari: Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Hampir Tembus 5.000 Orang

Megapolitan
Polres Jakarta Barat Tangkap Kurir Sabu-sabu di Penjaringan

Polres Jakarta Barat Tangkap Kurir Sabu-sabu di Penjaringan

Megapolitan
UPDATE 23 Januari: Ada 3.285 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

UPDATE 23 Januari: Ada 3.285 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Sampah Membentang di Samping Pintu Tol JORR Kota Bekasi, Warga Keluhkan Bau Tak Sedap

Sampah Membentang di Samping Pintu Tol JORR Kota Bekasi, Warga Keluhkan Bau Tak Sedap

Megapolitan
Tenaga Kesehatan di Kota Tangerang Akan Divaksinasi Mulai Minggu

Tenaga Kesehatan di Kota Tangerang Akan Divaksinasi Mulai Minggu

Megapolitan
Kasudin Dukcapil Jakpus Meninggal Dunia, DIketahui Positif Covid-19

Kasudin Dukcapil Jakpus Meninggal Dunia, DIketahui Positif Covid-19

Megapolitan
UPDATE: Bertambah 181, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Mencapai 4.790

UPDATE: Bertambah 181, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Mencapai 4.790

Megapolitan
Korban Kebakaran di Cideng Mengungsi, Semuanya Diminta Jalani Rapid Test

Korban Kebakaran di Cideng Mengungsi, Semuanya Diminta Jalani Rapid Test

Megapolitan
Satpol PP Bubarkan Remaja Berseragam SMA yang Berkerumun di Stadion Patriot Bekasi

Satpol PP Bubarkan Remaja Berseragam SMA yang Berkerumun di Stadion Patriot Bekasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X